Melafalkan paritta menjadi suatu kebiasaan, tidak punya perasaan, apakah itu hal yang wajar?

 

shuohua20130823 20:17

Melafalkan paritta menjadi suatu kebiasaan, tidak punya perasaan, apakah itu hal yang wajar?

Pendengar wanita: Saya mempunyai satu pertanyaan. Saya tidak mahir dalam melafalkan paritta pada awalnya,  melafalkan paritta dengan melihat buku, saya merasakan banyak respon spiritualnya, dan sering kali merasa terharu. Kemudian, saya bisa menghafalkannya dengan sangat baik. Saya akan melafalkan paritta saat berjalan, mengendarai mobil, dan melakukan sesuatu. Namun, saya menemukan bahwa ketika melafalkan paritta menjadi suatu kebiasaan dan menjadi sangat mahir, perasaan itu menjadi semakin berkurang, dan tidak begitu terharu seperti sebelumnya. Meskipun melafalkan paritta adalah hal terpenting setiap hari, tetapi saya juga khawatir hal itu akan menjadi kebiasaan yang kaku. Jadi apakah ini merupakan kemunduran dalam pembinaan diri atau apakah ini merupakan tanda bahwa pembinaan diri tersebut menjadi semakin alami?

Master menjawab: Ini jelas bukan hal yang menjadi semakin alami. Ingat satu kalimat: ketika membina pikiran dan melafalkan paritta, ketika orang ini sangat bijaksana, dia akan melafalkan paritta dengan hati yang bersyukur. Dan ketika sebuah paritta dilafalkan sampai tanpa rasa syukur, tidak ada hati untuk berkomunikasi dengan Bodhisattva, tetapi menganggapnya sebagai menghafal buku, bukankah itu seperti “biksu kecil yang melafalkan paritta, melafal dengan mulut namun tidak tulus? Begitu, bisakah kamu melafalkan kualitas yang baik, bisakah kamu melafalkannya dengan baik? Ada pepatah yang mengatakan bahwa melafalkan paritta dengan baik adalah seperti “mengeluarkan bunga teratai dari mulut”. Coba pikirkan, kamu memikirkan pikiran-pikiran lain yang mengganggu di benakmu dan melafalkan paritta di mulut, bisakah kamu mengeluarkan bunga teratai? (tidak bisa)

 

shuohua20130823  20:17  

念经成为一种习惯没有感觉是自然的表现吗

女听众:有一个困惑,最开始念经的时候不熟练,对着书念,感应也挺多,经常还挺感动的。后来背得很熟了,走路、坐车还有做事情都会念经,但是却发现当念经成为一种习惯,特别熟练之后,那种感觉越来越少了,没有以前那么感动了。虽然念经是每天最重要的事情,但是也很担心它成为一种很麻木的习惯。那这种是修行在下滑,还是越来越自然的表现?

台长答:绝对不是越来越自然的表现。你记住一句话,当修心念经的时候,当这个人非常有智慧的时候,他是带着一种感恩心在念经的。而当一种经文念到已经是没有一种感恩心,没有一种跟菩萨交流的心,而只是当成像背书一样,那不就是“小和尚念经,有口无心”吗?这样的话你能念得好质量吗,你能念得出好的东西吗?人家有一句话说,念经念得好的叫“口吐莲花”。你想想看,你们脑子里在想其他杂念,嘴巴里在念经,能吐出莲花吗?(不能)