Wenda 20181104A 43:48
Master memberikan wejangan tentang pentingnya “melihat sifat dasar”
Pendengar wanita: Tang Xuanzang berangkat dari Chang’an menuju Gunung Ling (Ling Shan), menempuh perjalanan sejauh 108.000 mil. Sementara itu, Sun Wukong hanya membutuhkan satu kali jungkir balik dengan Jindou Yun (Awan Jungkir Balik) untuk menempuh 108.000 mil, tepat sejauh jarak ke Gunung Ling. Sejauh apa pun Gunung Ling, sesungguhnya hanya sejauh satu pikiran di dalam hati. Baik dan buruk hanya terletak dalam satu niat. Dengan satu niat seseorang dapat menjadi Buddha, dan dengan satu niat pula seseorang dapat menjadi iblis. Itulah sebabnya Sun Wukong berkata kepada Tang Xuanzang, “Apabila Guru dapat melihat sifat dasar dengan ketulusan yang sempurna, maka setiap kali pikiran kembali ke asalnya, di situlah Gunung Ling berada.” Apakah pemahaman ini benar, Master? Mohon Master memberikan wejangan.
Master menjawab: Benar. “Melihat sifat dasar” berarti meningkatkan dan menyadari sifat dasar diri sendiri. Sesungguhnya dalam praktik pembinaan diri, apabila pikiranmu tertuju kepada Bodhisattva, mungkin pada malam hari kamu akan bermimpi bertemu Bodhisattva. Dengan demikian, dalam sekejap kamu telah “menempuh 108.000 mil” untuk bertemu Bodhisattva (benar). Namun, jika hari ini kamu benar-benar ingin pergi menemui Bodhisattva secara fisik, apakah sulit? (Sangat sulit.) Oleh karena itu dikatakan, “Hati adalah Buddha, dari para Buddha di tingkat tertinggi hingga makhluk-makhluk kecil yang tampak bodoh sekalipun, semuanya memiliki sifat Kebuddhaan.” Yang dimaksud dengan “makhluk yang bodoh tetapi memiliki jiwa” adalah makhluk kecil yang sangat bodoh, makhluk-makhluk kecil itu juga memiliki spiritualitas, namun mereka semua “memiliki sifat Kebuddhaan, jiwa dan tubuh yang sama”. Itulah sebabnya Patriark Bodhidharma, ketika datang dari India untuk menyebarkan Dharma, apa Dharma yang satu-satunya Ia babarkan? Yakni Buddha yang berada dalam sifat dasar diri sendiri. (Oh) Baik-baiklah membina diri, kalian masih sangat jauh. Jika kamu terus bertanya lagi, apa yang Master jelaskan nanti justru kamu tidak paham. Ini adalah pembahasan yang biasa Master sampaikan kepada para biksu. “Tidak pura-pura membina diri, yang terpenting adalah sekarang mengenali batin sendiri” apa maksudnya: bagaimana kamu mengenali sifat dasar dirimu sendiri? “Secara langsung menunjukkan bahwa semua makhluk pada dasarnya adalah Buddha.” Inilah inti ajaran Buddha: langsung menunjuk kepada sifat dasar. Bagi seorang praktisi Buddhis, sifat dasar adalah yang paling penting. Memahami hati dan pikiran serta menemukan sifat dasar berarti menyadari sifat dasar diri sendiri.
Kemampuan pemahaman kalian masih sebatas ini. Ketika kalian bertanya hal yang rumit, Master menjawab secara mendalam, tetapi kalian malah tidak mengerti. Oleh karena itu, kalian jangan berusaha pamer pengetahuan atau mencari perhatian dengan menjelaskan hal-hal yang belum benar-benar kalian pahami kepada orang lain. Apa yang Master ajarkan, pelajarilah dengan sungguh-sungguh. Mengerti? (Mengerti.) Menemukan sifat dasar bukan berarti langsung menjadi Buddha. Walaupun kamu telah melihat sifat dasar juga tidak berarti kamu sudah menjadi Buddha. Melihat sifat dasar ibarat melihat cahaya terang. Apakah hanya karena kamu melihat matahari berarti kamu adalah matahari? (Tidak.) Pelajarilah terlebih dahulu Bai Hua Fo Fa dari Master hingga benar-benar memahaminya. Dengan begitu, kamu akan memperoleh pemahaman dan perenungan yang lebih mendalam mengenai menemukan sifat dasar dan memahami hati dan pikiran serta melihat sifat dasar. Seseorang yang sudah memahami, namun belum tentu tandanya ia memiliki kebijaksanaan. Demikian pula, seseorang yang sudah memahami belum tentu mampu mempraktikkannya. Baiklah, dengarkan nasihat Master. (Master, beberapa hari yang lalu murid juga bermimpi bertemu Master. Dalam mimpi Master berkata, “Kamu masih sangat jauh dari keadaan tetap tenang dan tak tergoyahkan.” Master, maafkan murid. Pembinaan murid masih sangat buruk. Murid bertobat kepada Master.) Justru harus dikatakan, tanpa bimbingan Master, sekalipun kamu tetap tenang dan tak tergoyahkan pun tidak ada gunanya. Harus ada bimbingan, jika tidak ada Master yang menjelaskan ajaran Buddha Dharma ini kepada kalian, bagaimana kalian bisa meningkatkan kesadaran spiritual diri sendiri? (Benar. Terima kasih, Master.) Berusahalah dengan sungguh-sungguh, harus membina diri dengan sungguh-sungguh dan nyata. Harus membuat kebijaksanaan, moralitas, dan kepribadianmu berkembang setiap hari. Setiap hari harus ada kemajuan, jika terus maju, barulah kamu akan memiliki kebijaksanaan yang sempurna dan moralitas yang sempurna. Hal ini tidaklah mudah. (Murid pasti akan membina diri dengan sungguh-sungguh.) Ya, seharusnya begitu.
Wenda20181104A 43:48
台长开示“见性”的重要性
女听众:唐僧由长安出发到达灵山,行程十万八千里,孙悟空一个筋斗云就十万八千里,正好是灵山的距离,灵山再远也就是心的一个念头就到了。善恶只在一念之间,一念就可成佛,一念也可成魔。这也就是孙悟空对唐僧说的一句话,说:“若师父见性至诚,念念回首处,即是灵山。”是这样吗,师父?您开示一下。
台长答:是啊。“见性”,就是提高了本性,你见到性了。实际上我们在修行当中,你意念要想到菩萨,晚上可能做个梦,你就十万八千里见到菩萨了(是的)如果你今天要真的去见菩萨,难不难啊?(非常难)所以“即心是佛,上至诸佛,下至蠢动含灵,皆有佛性”。“蠢动含灵”,就是很愚蠢的灵性,那些小动物也含有灵性,但是它们“皆有佛性,同一心体”。所以达摩祖师从西天而来,他一传法,传的唯一法是什么?就是本性佛(哦)好好修啊,你们差得太远了,你要再问下去,师父讲的话你都听不懂了,这都是我跟法师讲的话。“不假修行。但如今识取自心”,什么意思?你怎么样能够来认识你自己的本性?“直指一切众生本来是佛”,佛传的就是直指本性,我们学佛人本性最重要,明心见性就是你的本性。你们就这个水平,所以你一问复杂的,我就跟你讲复杂的,你又听不懂了。所以你们不要自己哗众取宠,去跟人家讲。师父教你们到什么,你就好好学什么,明白吗?(明白了)见性并不等于成佛,你见了性,也并不代表你成佛啊。见性等于你看到光明,你看到太阳你就是太阳吗?(不是)好好地,你要把师父的《白话佛法》先看看懂,可能对见性、明心见性会特别有感悟。一个人明白了并不代表他就有智慧,一个人明白了并不代表他就能去做。好了,听话吧(师父,前几天弟子也梦见师父了,意思说:“你离如如不动还差得很远。”师父,对不起,弟子修得很差,向师父忏悔)就是要讲,没师父讲的话,你如如不动也没用,要有教育的,没有师父跟你们讲这些佛法的话,你怎么能够提升自己的境界?(是的,感恩师父)好好努力,要真修实修,要令自己的智慧、德行和人格每日俱进,每天都要进步,一起进步,你才会拥有圆满的智慧,才会拥有圆满的德性,不容易的(弟子一定好好修)嗯,这才像话。
