shuohua20161125 05:33
Master memberikan wejangan: “Kapan kebencian akan berakhir jika dibalas dengan kebencian”. Orang yang memiliki tingkat kesadaran spiritual tidak ingin orang lain untuk membayar utangnya
Pendengar pria: Master Lu, saya masih ingin bertanya kepada Anda, bukankah takdir manusia sudah ditentukan, jadi saya dalam kehidupan ini, hal-hal manakah yang menjadi sebab kehidupan ini, dan hal-hal manakah yang merupakan akibat dari kehidupan sebelumnya? Bagaimana cara membedakan keduanya?
Master menjawab: Balasan karma yang kamu terima sekarang adalah buah akibat. Misalnya, kamu ditindas oleh seseorang sekarang, kamu pasti pernah menindas orang tersebut di kehidupan sebelumnya (ya, jika saya ditindas oleh orang lain, ini adalah buah akibatnya; tetapi jika dia menindas saya, dan membalas dan memukulnya. Apakah ini adalah sebab yang saya ciptakan dalam kehidupan ini atau bagaimana?) Kalau begitu kamu terus menciptakan sebab ini lagi. Misalnya, kamu berhutang padanya di kehidupan sebelumnya dan dia datang untuk menindasmu di kehidupan ini, jika kamu bersabar sebentar, maka hubungan buruk ini akan teruraikan, mengertikah? (Yah, saya mengerti sih mengerti, tetapi…) Tetapi apa? Jika kamu berbuat tingkah lagi dengannya, kamu akan berhutang padanya lagi, jadi kapan kebencian kalian berdua akan berakhir? Beri contoh sederhana, jangan membicarakan kehidupan sebelumnya dan kehidupan sekarang, kamu dan istrimu saja, dia mengganggumu dan memarahimu, lalu kamu memarahinya lagi, bukankah kalian berdua akan terus memarahi?
Jika dia memarahimu dan kamu tidak membalas, bukankah masalahnya akan selesai? (Oh. Kalau begitu saya punya pertanyaan. Terakhir kali Anda mengatakan bahwa ada seorang pembuang kotoran bertemu dengan seorang pelajar. Dia melemparkan kotoran ke orang itu di jalan. Kemudian orang itu menoleransinya, artinya…) Sudah teruraikan (pembuang kotoran itu meninggal setelah dia pulang?) Benar (Jika memarahinya, apakah itu akan menciptakan sebab di kehidupan ini lagi?) Tidak perlu memarahinya, jika kamu sembarang memarahinya, pihak lain mungkin akan marah sampai meninggal; atau mendorongnya dengan tidak sengaja, dan pembuang kotoran itu akan langsung meninggal. Karena dia datang untuk membayar nyawa kepadanya (ya. Membalas nyawanya, itu berarti mendorongnya dan dia meninggal, ini sudah berhasil membayarnya. Mengapa…) Ketika kamu membayarnya, bukankah kamu telah menciptakan karma baru lagi?
Kemudian di kehidupan selanjutnya dia datang untuk membayar kepadamu lagi, dan kamu membayar kepadanya lagi (tetapi karena dia datang untuk membayar nyawa ke pelajar ini, lalu mengapa dia membuang kotoran pada tubuhnya, dan jika membalasnya maka dia akan meninggal?) Dia berhutang pada pelajar ini, benarkah? (Ya, dia berhutang kepada pelajar) Dia berhutang pada pelajar, dia datang untuk membayarnya, benarkah? (Ya) Jadi sekarang pelajar tersebut tidak memintanya untuk membayar kembali. Tidak memintanya untuk membayar, maka hubungan buruk ini akan teruraikan. Setelah teruraikan, dia masih tetap harus membayar kepada orang tersebut, tidak berhasil membayar, lalu harus bagaimana? Dia sendiri pulang dan meninggal. Ini yang pertama. Kedua, teorimu adalah jika pelajar itu memukulnya dan dia meninggal, maka sudah selesai membayarnya. Saya bertanya kepadamu, setelah selesai membayarnya, bukankah kamu memukulinya sampai mati, bukankah kamu berhutang sebab baru kepadanya? (Tetapi yang saya maksud adalah karena dia datang untuk membayar saya…) Orang itu datang untuk membayar hutang kepadamu, apakah kamu harus membayarnya kembali?
Dia datang untuk membayar kepadamu, dan kamu berhutang lagi padanya, bukankah ini artinya kapan kebencian berakhir jika dibalas dengan kebencian? Baik-baiklah melafalkan paritta Xin Jing, kamu sama sekali tidak tersadarkan. Masalah orang-orang saat ini adalah orang lain datang untuk membayar kepada saya itu adalah hal yang pantas. Banyak wanita yang jatuh cinta pada seorang pria. Dia datang untuk membayar hutangnya, menurutmu asalkan orang lain yang datang mencarimu, maka dirimu akan baik kepadanya. Baiklah, lalu bagaimana hasil akhirnya? Karena kamu tidak tahu tolok ukurnya. Kamu tidak tahu bobotnya, dan setelah kamu memintanya membayar kembali, kamu malah berhutang lagi padanya. Ini disebut kebencian dibalas dengan kebencian, apakah kamu mengerti? (Ya, sudah mengerti) Jadi, bukan hal yang baik jika seseorang membayar utang kepadamu. Adalah hal yang baik jika kamu tidak ingin mereka membayar kepadamu. (Artinya, jika saya tidak ingin mereka membayarnya, masalah ini akan berakhir. Begitukah maksudnya?) Ya, karena dia punya jodoh denganmu, jodoh buruk. Jadi dia datang untuk membayar, memintamu untuk membayar. Jika kamu memukulinya sampai mati hari ini, bukankah kamu berhutang nyawanya?
Bukankah kamu telah menciptakan karma baru? Lalu bagaimana dia membiarkanmu membayarnya di kehidupan sebelumnya? Karena dia memukulmu sampai mati di kehidupan sebelumnya, maka dia membiarkanmu untuk memukulnya sampai mati di kehidupan ini, lalu bukankah dia harus memukulmu sampai mati lagi di kehidupan selanjutnya? Apakah kamu mengerti sekarang? (Mengerti sih mengerti…) Lihatlah orang seperti ini, kamu ini berbicara kepada Master dengan konsep keuntungan sekarang. Konsep keuntunganmu adalah: Orang lain membayar kepada saya, maka saya harus menerimanya. Maka itu orang-orang sekarang tidak seharusnya bersikap begini. Banyak orang berkata, “Istri saya datang untuk melunasi utang kepada saya.” Akhirnya sang istri lari, sudah melunasi utangnya. Setelah melunasi utangnya, sang istri bercerai dan pergi. Apakah kamu mengerti? (Sudah mengerti) Tidak boleh meminta orang lain untuk membayarnya kembali.
Sebagai contoh sederhana, sebuah kartu kredit, kamu memiliki uang dan kamu mengatakan bahwa kamu mengambil uangnya. Bukankah kamu berhutang uang pada bank? Lalu bank meminta kamu untuk membayarnya, dan kamu membayarnya, bukan? Setelah kamu membayarnya, kamu menggunakannya lagi, bukankah kamu berhutang pada bank lagi? Setelah berhutang, kamu menggunakannya, kamu harus membayarnya lagi, menggunakannya lagi, dan membayarnya lagi. Bukankah ini artinya “kapan kebencian akan berakhir jika dibalas dengan kebencian”?
Jika kamu mengatakan bahwa setelah saya membayar uangnya hari ini, saya selamanya tidak akan menciptakan karma ini lagi, maka kamu tidak perlu membayar kartu ini lagi (ya, sudah mengerti) Baik-baiklah melafalkan paritta Xin Jing (oh, artinya, ketika kita menerima pelunasan hutangnya, kita harus menguasai tolok ukurnya dengan baik. Begitukah maksudnya? Kalau tidak menguasainya dengan baik maka akan berhutang baru lagi. Ya, bagaimana kamu tahu berapa banyak utangmu padanya? Banyak pria berpikir bahwa istrinya akan mendengarkannya sepanjang hidupnya, lalu menindasnya setiap hari, memarahinya melakukan sesuatu, “Istri saya sangat jujur dan tidak akan pernah meninggalkan saya.” Ketika dia selesai melunasinya, akan ada seorang pria yang mendatanginya, ketika dia melihat bahwa pria tersebut lebih baik dari suaminya, tidak menindasnya, dan begitu baik padanya, “pop” lari. Karena dia sudah melunasi utangnya pada pria yang semula, utang sudah lunas semua, mengertikah? (Ya, sudah mengerti)
shuohua20161125 05:33
台长开示“冤冤相报何时了”,有境界的人应该不要人家还债
男听众:卢台长,我还想问您一下,人的命不是注定的吗,那我这一辈子,哪些事情是今世的因,哪些事情是前世的果呢?我怎么去分辨这两个?
台长答:你现在受的报就是果,比方说你现在被人家欺负,你一定上辈子欺负过这个人的(对,我如果被别人欺负,这个是果;但是如果他欺负我,我去还手,我也去打他,这个是我今世造的因还是怎么样?)那你在不停地把这个因又造下去了。比方说本来你上辈子欠他的,他这辈子来欺负你了,那你忍耐一下这个冤结就化掉了,听得懂吗?(嗯,我明白是明白,但是……)但是什么?你要是再跟他搞,你又欠他了,那么两个人冤冤相报何时了?举个简单例子,不要说前世今世了,就你跟你老婆,她搞你一下、骂你一下,你再骂她一下,那两个人不是一直骂下去了?她骂你一下,你不还口了,那这个事情不就没了吗?(哦。那我有个事情有疑问,您上次说有一个挑粪的遇到一个书生,在街上把粪泼到那人身上,然后那个人忍了之后,就是说……)化掉了(那个挑粪的回去之后就死掉了?)对啊(如果骂他一句又造了今世的因了吗?)用不着骂的,随随便便骂他,对方就可能气死掉;或者随随便便推他一下,这个挑粪的人马上就会死掉了。
因为他是来还他的命的(对。那还他的命,就是推他一下死掉就已经还到了,为什么……)在你还的时候不是又造新业了吗?那么下辈子他再来还你啊,你再去还他啊(但是他既然再来还这个书生的命的,那为什么把粪泼到他身上,如果还一下手就会那个呢?)他欠这个书生的对不对啊?(对,欠书生的)欠书生的,他来还他了,对不对啊?(对)那么现在书生没叫他还,没叫他还这个冤结就化掉了;化掉之后他还是要还这个人的,没还成,那么怎么办?自己回去死了。这是一个。第二个,你的理论就是说那书生就是打他一下,他死了,那么就是还完了。我问你,还完了之后是不是你把他打死了,是不是又欠新的因了?(但是我的意思是他既然来还我的……)人家来还你,你一定要还的?人家来还你,你再去欠他,不是冤冤相报何时了啊?好好念念心经了,一点不开悟。现在的人的毛病就是人家来还我就该的。很多女人喜欢上一个男人,他来还你债,你反正只要人家来找你,你就跟他好。好了最后的结果呢?因为你不知道这个尺度,你不知道这个份量,而且你叫他还了之后,你实际上又欠了他了。这叫冤冤相报,听得懂了吗?(嗯,听得懂)所以人家来还你债并不是一件好事情,你不要人家还,那才叫好事情(就是如果我不要人家还,这件事情就了了,是这个意思吧?)对啊,因为他跟你有缘分,有恶缘,那么他来还,叫你来还,你今天把他打死了,你是不是欠条人命啊?你是不是造了一个新业了?那他上辈子怎么会让你还的呢?就是因为上辈子他把你打死了,这辈子他让你把他打死,那么下辈子是不是他应该又把你打死啊?现在明白了吗?(明白是明白……)你看这种人,你这种人用现在的利益观在跟台长讲话,你的利益观就是:人家还我,我就应该接受。所以现在人就不应该这样。
很多人说“我老婆来还我债的”,最后老婆跑掉了还完了,还完了老婆离掉了,走掉了。听得懂了吗?(听得懂)不能叫人家还完的,举个简单例子,一张信用卡,你有钱,你说你拿他的钱了,你是不是欠银行里的钱了?那么银行里叫你还,你还了,对不对?你还了之后你又用了,你是不是又欠银行钱了?欠了之后你用掉了,你又要还,又要用,又要还,不就是“冤冤相报”吗?你如果说我今天还了钱之后,我永远不再去造这个业了,那么这个卡就不用再还了(嗯,明白了)好好念心经吧(哦,就是说我们在接受还债的当中要掌握好这个度,是这个意思吗?如果说掌握不好的话就又欠新债了)对啊,你怎么知道你欠他多少啊?很多男人以为老婆一辈子听他的话,天天欺负她,骂她做事情,“我老婆老实得很,永远不会离开我的”。等到她还完了,就有一个男人来找她了,她一看这个男人比她老公好,不欺负她,对她这么好,“啪”跑了。因为她已经还原来那个男人还完了,债还完了,听得懂了吗?(嗯,听得懂)
