wenda20130913 07:04
Lebih berwelas asih kepada orang lain membuat kita lebih mudah melepaskan diri sendiri; hati yang lurus baru dapat menghindari gangguan iblis
Pendengar wanita: Ada suatu waktu saya merasa welas asih saya tidak cukup. Kemudian ketika benar-benar keluar untuk membimbing beberapa rekan praktisi baru dan berbincang dengan mereka, saya baru menyadari ternyata begitu banyak orang masih mengalami begitu banyak penderitaan. Saat itu saya merasa welas asih saya muncul, lalu saya juga menjadi lebih mampu melepaskan diri sendiri.
Master menjawab: Benar. Semakin berwelas asih kepada orang lain, semakin mudah melepaskan diri sendiri. Pemahamanmu ini sangat mendalam. Hanya setelah belajar Buddha Dharma mencapai tingkat tertentu, seseorang baru bisa memiliki pemahaman seperti ini. Banyak orang di rumah selalu merasa dirinya paling menderita, tetapi setelah berhubungan dengan orang lain di luar, mereka merasa ternyata semua orang lebih menderita daripada dirinya. Pada saat itu, mereka bukan hanya memiliki welas asih, tetapi juga merasa hati menjadi manis dan damai. Jadi, membantu orang lain sebenarnya dapat membebaskan diri sendiri. Ini adalah filosofi Bodhisattva yang sangat mendalam. (Mengerti. Saya merasa dibandingkan dengan mengejar ketenaran, keuntungan, dan kekayaan seperti biasanya, kebahagiaan dari membantu orang lain jauh lebih nyata dan jauh lebih membahagiakan.)
Gadis kecil, kamu memiliki hati penuh welas asih. Sebenarnya manusia sungguh sangat kasihan. Walaupun Master ini bertubuh laki-laki, besar dan tinggi, tetapi ketika melihat penderitaan orang lain, hati saya sangat sedih. Saat kalian tidak melihatnya, saya sering menangis dalam hati dan merasa pilu. Bahkan terkadang hanya melihat sebuah berita yang sangat menyedihkan, air mata saya langsung keluar. Seseorang yang belajar Buddha Dharma, seorang Bodhisattva, atau seseorang yang akan menjadi Bodhisattva, semuanya harus memiliki welas asih. Welas asih itu adalah sifat asli kita. Jika seseorang tidak memiliki welas asih, bagaimana mungkin bisa menjadi Buddha? Jika Guan Shi Yin Pu Sa tidak memiliki welas asih, bagaimana Beliau bisa menolong begitu banyak makhluk hidup? Makhluk hidup terlalu menderita, memang benar demikian. (Ya.)
Berusahalah dengan baik, harus kuat. Lihatlah Master, begitu tekun membina diri dan membantu orang lain tanpa menginginkan apa pun, tetapi masih ada orang yang menyerang dan membicarakan Master. Itu benar-benar omong kosong yang tidak berdasar. Kadang memang tidak ada cara lain; orang yang hatinya menyimpang akan menganggap orang lain juga menyimpang.
Oleh karena itu, kita sebagai praktisi Buddhis tidak membicarakan baik-buruk orang lain; orang lain selalu benar. Jika kamu menganggap orang lain benar, hatimu tidak akan menderita. Jika kamu menganggap orang lain jahat atau menyimpang, hatimu akan merasa tersiksa. Hati harus lurus dan benar. Hanya dengan hati yang lurus, kamu dapat menghindari gangguan iblis. (Benar)
wenda20130913 07:04
多慈悲别人很容易放下自己;心正才能避开邪魔
女听众:有一段时间我觉得自己慈悲心不够,后来真正走出去度一些新的同修,跟他们聊,发现原来有这么多人还有这么多苦难,这个时候觉得自己慈悲心就出来了,然后就更能放下自己了。
台长答:对了。多慈悲别人很容易放下自己,你这个是非常深的感悟,学佛到一定境界之后才会有这个感悟的。很多人在家里一直觉得自己很苦,等到外面接触人家的时候感觉到人家个个都比他苦,那个时候他非但有慈悲心,还觉得很甜。所以帮助人家能够解脱自己,这是菩萨很高深的一种哲理(懂了,发现跟自己平常追求的功名利禄比起来,帮助别人得到的快乐要真实很多,要快乐很多)小姑娘你很有慈悲心。实际上人真的很可怜,台长男儿身这么大、这么高,但是台长看见人家那种苦难我心里可难过了,你们看不见的时候我经常心里会流泪、会难过,甚至有时候看到一个很可怜的新闻我马上眼泪就出来了。一个学佛的人、一个菩萨、一个将要成为菩萨的人,都必须要有慈悲心,慈悲心那是你的本性啊,一个人没有慈悲心怎么成得了佛?观世音菩萨没有慈悲心怎么能救度我们这么多众生啊!众生太苦了,真的是这样(是)好好努力吧,要坚强。你看看台长,这么修法、这么帮助人家,什么都不要的,还有人要攻击台长,还要讲,真的是无稽之谈啊!有些时候真的是没有办法,自己邪的把人家都说成邪的。所以我们学佛人不说别人好坏,人家永远是正的。你把人家当成是正的,你不会难过;你把人家当成邪的,你心里会难过。心里一定要正,正,你才能避开邪魔(对)
