Wenda20180504 15:02
Kesabaran dan menaati sila juga memiliki tingkatanPendengar wanita: Bodhisattva tingkat awal — Pramudhita bhumi bisa bersabar menghadapi apapun dan bisa mengatasi segala kesulitan; Bodhisattva tingkat kedua – Vimala-bhumi adalah pencapaian ketenangan dan kesempurnaan dalam pengamalan sila. Dalam Sad Paramita, menaati sila berada di posisi sebelum melatih kesabaran. Pada biasanya kami juga merasa bahwa melatih kesabaran sepertinya lebih sulit ketimbang menaati sila, namun mengapa Bodhisattva tingkat awal mencapai kesempurnaan dalam kesabaran, sedangkan Bodhisattva tingkat kedua adalah mencapai kesempurnaan dalam menaati sila?
Master menjawab: Pertama-tama, kamu harus ingat bawah kesabaran terbagi berbagai tingkatan. Sabar menahan hinaan, berapa banyak yang bisa kamu tahan? Kamu dapat sabar menahan terhadap hal dari kehidupan masa lalu, atau dari kehidupan saat ini, ataupun kamu bisa sabar hingga tingkatan yang bagaimana……. Saya pernah menceritakan sebuah kisah kepada kalian: ada seorang tentara yang ingin menembak seorang biksu tua, lalu biksu tua tersebut menggunakan kesaktiannya, tiba-tiba dia melompat tinggi ke udara, dan ketika dia turun kepalanya menyentuh tanah terlebih dahulu, dirinya meninggal dunia.
Mengapa demikian? Karena dia khawatir tentara ini melakukan pembunuhan. Ketika dia menjelang ajal, dia masih mau menyelamatkan tentara ini, dan tidak membiarkan tentara ini menciptakan karma pembunuhan, dia lebih memilih diri sendiri yang meninggal. Coba kamu pikirkan, ini adalah tingkat kesabaran yang bagaimana? Coba kamu katakan apakah tingkat kesabaran seperti ini bisa dibandingkan dengan dimarahi maupun dipukuli oleh orang lain pada umumnya? (Iya, benar)
Tingkat kesabaran itu berbeda, oleh sebab itu terciptalah kesempurnaan Bodhisattva tingkat awal dan Bodhisattva tingkat kedua. Apa itu menaati sila? Menaati sila adalah menaati sila yang semakin banyak. Ketika pencapaian buah kesucian seorang Bodhisattva semakin tinggi, maka tentu saja sila yang ditaati semakin banyak. Sebenarnya ini adalah sebuah tingkatan, sama seperti tangga yang memiliki satu tingkat demi satu tingkat. “xue xi – belajar”memiliki sebutan yang sama yaitu belajar. Belajar di tingkat Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Atas, Universitas serta Profesor, semuanya juga belajar. Apakah menurut kamu sama? (Tidak sama. Sudah mengerti)
Wenda20180504 15:02
忍辱和持戒也分次第
女听众:初地菩萨能堪忍受,能为难事;二地菩萨是清净和戒行成就。六度里,持戒是在忍辱之前。我们平时也觉得好像忍辱比持戒还要难,那为什么初地菩萨是忍辱成就,而二地菩萨是戒行成就呢?
台长答:首先你要记住,忍辱分境界的。忍辱,你能忍多少啊?你能忍前世的,或者忍今世的,或者你忍到什么境界……我曾经告诉过你们一个故事:一个士兵要对老和尚开枪,结果这个老和尚就利用法力,人突然之间腾空而起,“啪”一下子蹿到上面,下来时头先着地,自己就走掉了。为什么呢?因为他怕这个士兵杀生,自己临死的时候,他还要救这个士兵,不让士兵造杀业,他情愿自己走掉。你想想看,这叫什么忍辱啊?这跟一般的被人家骂一句、打一下,你说能和这个忍辱比吗?(嗯,是的)忍辱的境界不一样,所以才造成了初地和二地。戒律是什么呢?戒律是越来越多的戒律,并不是指某一项戒律,菩萨修的果位越高,你的戒当然守得越高了。实际上这就是一个次第,就像楼梯一样一层一层的。“学习”两个字,讲起来同样是学习,幼儿园的学习、小学的学习、高中的学习、大学的学习、教授的学习,都是学习,你说一样吗?(不一样。明白了)