Jadikan kesulitan sebagai jodoh pendorong; Ingin mencapai tingkat Kebuddhaan dan Bodhisattva, harus bekerja keras, tidak boleh menyia-nyiakan waktu 要把苦难当作增上缘;想成佛、成菩萨,要努力,不能浪费时间

Wenda20181021B   29:57

Jadikan kesulitan sebagai jodoh pendorong; Ingin mencapai tingkat Kebuddhaan dan Bodhisattva, harus bekerja keras, tidak boleh menyia-nyiakan waktu 

Pendengar Pria: Master, mohon Anda berikan masukan terhadap pembinaan pikiran saya, saya merasa belakangan ini banyak masalah, banyak kebiasaan buruk yang harus diperbaiki.

Master Menjawab: Jangan bimbang terus, ketika menghadapi penderitaan dan kesulitan, harus menganggapnya sebagai jodoh pendorong dan aktif untuk memajukan diri, terus berusaha keras. Pikirkanlah, Bodhisattva mana yang tidak pernah mengalami penderitaan? Seseorang yang ingin berhasil juga akan menderita.

Apakah begitu mudah untuk menjadi Bodhisattva? Dapat tercapai dengan tidur? Langsung menjadi Buddha dari hasil tidur? (Tidak mungkin. Kita para praktisi Buddhis memang harus mengurangi tidur, kebanyakan tidur malah akan menjadi linglung, merasa tidak semangat) Semakin tidur semakin linglung, semakin tidur semakin ingin tidur, semakin tidur semakin tidak bisa bangun. Diri sendiri harus hitung dalam hati: “Satu, dua, tiga, bangun!”.

Harus katakan kepada diri sendiri (baik, saya masih kurang berusaha, saya pasti akan meneladani Master. Master tidur begitu singkat setiap hari, masih bisa mengadakan acara, masih bisa membabarkan Dharma, benar-benar sungguh tidak mudah) jeda waktu masih belum kembali normal, namun harus mengadakan acara. Tubuh dan otak selalu berantem, ketika tubuh tidak bisa bangun, maka otak harus mengendalikannya: “Bangun! Baik-baik membina pikiran dan lafalkan paritta, jangan menyia-nyiakan waktu.” Tubuh berkata: “Saya tidur sejenak lagi”. Lalu otak mengatakan kepadanya: “Kamu harus bangun!”

Pada saat ini, waktu yang berada di samping berkata: “Berantemlah kalian berdua, saya pergi duluan.” Oleh sebab itu, waktu akan diam-diam pergi dari sampingmu. (Mengerti, jaga diri Anda baik-baik, kami pasti akan baik-baik membina diri. Terima kasih Guan Shi Yin Pu Sa, terima kasih Master).

 

 

Wenda20181021B   29:57  

要把苦难当作增上缘;想成佛、成菩萨,要努力,不能浪费时间

男听众师父,您讲讲我修心方面吧,我觉得我最近还有很多问题,有很多毛病要改正。

台长答不要犹豫不决,碰到苦、碰到难,要把它当成增上缘,积极向上,努力奋发。想想看,哪一个成菩萨的人不是苦过来的?就是一个人要成才的话,你也苦啊。做菩萨这么容易的?睡觉就睡出来了?睡出尊佛出来了?(不可能的。我们修行人真的是要睡得少,睡多了反而会糊涂,睡过去反而觉得自己没精神了)越睡越糊涂,越睡越想睡,越睡越爬不起来。自己跟自己心里要说:“一、二、三,起来!”要跟自己讲的(好的。我还不够努力,我一定向师父学习。师父每天睡那么少,还能做节目,还能去弘法,真的是非常不容易)时差还没倒过来就做节目。身体和大脑经常在打架,身体爬不起来,大脑就必须控制它:“起来!好好修心念经了,不要浪费时光了。”身体说:“我再睡一会儿。”大脑就跟它说:“你必须起来了!”这个时候,时间在边上说:“你们两个就吵吧,我先走了。”所以时间在你身边就偷偷溜走了(明白了。您保重身体,我们一定好好修。感恩观世音菩萨,感恩师父)