Wenda20191103 30:33
Di zaman akhir Dharma, meskipun belum menjadi biksu secara fisik, namun dapat memiliki hati atau pikiran seorang biksu dan menyelamatkan makhluk hidup dengan tubuh seorang awam
Pendengar wanita: Saudara sedharma yang berjodoh menjadi biksu dalam kehidupan ini, jika tidak menghargai balasan berkah, apakah selanjutnya tidak akan memiliki kesempatan untuk menjadi biksu ?
Master menjawab: Belum tentu. Saya beri tahu kepadamu, di zaman akhir Dharma, meskipun kamu menjadi biksu secara fisik, namun hati dan pikiran juga harus benar-benar meninggalkan keduniawian. Jika kamu hanya menjadi biksu secara fisik tetapi tidak secara kerohanian, apa gunanya? (Benar) Sekarang banyak orang yang meskipun telah menjadi biksu, namun hati dan pikiran masih belum meninggalkan keduniawian, mereka serakah, benci, bodoh, sombong, dan curiga sepanjang hari, apa gunanya? Seperti kita sekarang yang belum menjadi biksu secara fisik, akan tetapi hati dan pikiran kita telah meninggalkan keduniawian, maka itu sudah boleh, karena kita masih raga umat awam. Oleh karena itu, jika kita bisa diselamatkan dengan raga umat awam, maka kita harus menyelamatkan makhluk hidup dengan raga seorang umat awam.
Wenda20191103 30:33
末法时期,身未出家,可心出家,以居士身度众生
女听众:这辈子有出家缘分的师兄,如果不珍惜福报,是否以后就没有机会出家了?
台长答:不一定的。我告诉你,现在末法时期,身出家,心也要出家。你单单出家,心不出家,有什么用啊?(对)现在很多人虽然是出家了,但是心还没出家,整天贪瞋痴慢疑,有什么用啊?像我们现在,身没出家,心出家就可以了,因为我们还是居士身。所以我们以居士身得度的话,要以居士身去度众生。
