shuohua20130118 16:58
Di tengah dunia yang penuh ilusi, kita meminjam kepalsuan untuk membina kebenaran
Pendengar wanita: Anda biasanya mengatakan bahwa segala sesuatu itu kosong, dan semua yang memiliki rupa adalah ilusi. Tetapi kita sering mendengar tentang Empat Alam Brahma, Alam Sukhavati, dan berbagai pemandangan di surga dan di bumi, seperti rumah, pakaian, dan sebagainya, apakah ini semacam kemelekatan pada rupa?
Master menjawab: Ini bukan kemelekatan pada rupa, ini adalah ilusi, dunia ilusi. Sekarang kamu hidup di dunia ini dan kamu tidak makan, bukankah kamu akan mati kelaparan? Bagaimana kamu bisa hidup tanpa rumah untuk dihuni? Bagaimana ini dikatakan sebagai kemelekatan pada rupa, ini adalah di dunia ilusi, adalah ilusi sementara, sekarang kamu berada di dunia ini, semuanya adalah palu, jika kamu katakan bahwa orang-orang mati dan semuanya adalah kosong, memangnya kamu tidak mau hidup lagi? Kamu masih perlu hidup, benar tidak? (Ya.) Yakni di dunia ilusi inilah menggunakan kepalsuan untuk membina kebenaran, untuk menemukan hal yang benar. (Mengerti. Master, apakah itu berarti bahwa meskipun semuanya kosong, namun sebenarnya kita hidup di dunia ini dengan sangat nyata). Kenyataan ini juga adalah palsu, tetapi di dalam kepalsuan itu juga ada hal-hal yang nyata. (apakah dari sudut pandang Alam Semesta, dari sudut pandang Bodhisattva, semua ini adalah tidak kekal, hari ini ada dan besok tidak ada, namun dari sudut pandang kita masing-masing, berbagai kenyataan ini justru membentuk suatu kekosongan?) Seperti ini, kenyataan ini adalah kekosongan, dan kekosongan adalah kenyataan. Misalnya, sewaktu kita kecil demi memperebutkan suatu hal, kita berebut sepanjang hari, apakah kamu masih berebut sekarang? Sekarang kamu telah melupakan segalanya, kamu bahkan tidak dapat mengingat hal yang kamu perebutkan, bukankah ini semuanya kosong? Bukankah ini adalah ilusi? Hanya saja Bodhisattva melihat bagian akhirnya, dan kita melihat bagian tengah dan awalnya, kita melekat pada rupa, karena kita melekat pada hal-hal yang terjadi dalam ilusi ini, sedangkan Bodhisattva telah melampaui dari rupa ilusi ini, sehingga yang beliau lihat adalah suatu ilusi. (Sudah mengerti. Apa yang kita lihat hanyalah bagian dari masa hidup ini, sedangkan para Buddha dan Bodhisattva melihat seluruh proses dari awal hingga akhir dari sudut pandang Alam Semesta. Karena kita sekarang hidup di dunia yang palsu tapi terasa nyata, maka kita hanya bisa berpijak pada saat ini baru dapat memiliki kebijaksanaan Bodhisattva untuk dapat melihat bahwa segala sesuatu itu adalah kosong). Benar, meskipun berada di Alam Manusia, namun kamu harus melihatnya terlepas dari Alam Manusia. Sebagai contoh sederhana, sekarang ayah dan ibu serta kamu, ketiganya bertengkar di rumah, bertengkar setiap hari, kamu boleh tidak bertengkar, meskipun kamu harus ikut serta dalam urusan keluarga, namun jika kamu memiliki kesadaran spiritual yang tinggi, kamu merasa ayah dan ibu tidak memiliki kebijaksanaan, mereka sedang bertengkar, namun kamu telah melihat melampaui, kamu telah keluar dari lingkup pertengkaran mereka, dan melampaui siklus reinkarnasi ini. (Sudah mengerti. Terima kasih Master)
shuohua20130118 16:58
在幻化世界当中,借假修真
女听众:您平常说一切都是空的,凡所有相皆是虚妄。但是我们常常听到关于四圣道、极乐世界还有天上地下各种场景的描绘,比如说房子、衣服什么的,这是不是一种着相呢?
台长答:这个不着相,这个就是幻化,幻化世界。你现在生活在这个世界上,饭也不吃你不饿死了?没有房住你怎么生活?这怎么叫着相,这就是在幻化世界当中,是暂时的幻化,你现在在人间这个都是假的,你说人死了什么都空了,难道你不活了吗?你还得生活,对不对?(对)就是在幻化世界当中,借假修真,找出真的东西(明白。师父,是不是就是说,虽然一切皆空,但是我们实际上就是很真实的活在这个世界上)这个真实也是假的,但是在假的当中又有真的东西在(是不是从宇宙、从菩萨的角度看,这些都是无常的,今天有明天就没有了,但是从我们每个人角度看,就是各种真的实相组成了一种空?)是这样的,这个实相即是空,空即是实相。比方说,我们小时候为争一个事情,我们争了半天,现在你还争吗?你现在什么都忘记了,连争的这件事情都记不起来了,这不都是空的吗?这不是幻觉吗?只不过菩萨看到是尾,而我们看到是当中和头,我们着相,因为我们执着在我们正在幻觉当中的这个相,而菩萨已经脱离了这个幻相,所以他看到的是一种幻相(明白了。我们看到的只是我们这一辈子这段,而佛菩萨从整个宇宙的角度上看到从头到尾的过程。我们现在既然这样又假又真的活在这个世界上,那就只有立足当下才能有菩萨的智慧才看到万物皆空)对,虽然是在人间,但是你要脱离人间地去看。举个简单例子,现在爸爸妈妈还有你,三个人都在家里吵架,天天吵,你可以不吵,虽然你要参与家里的事情,但是你如果境界高了,觉得爸爸妈妈他们都是没有智慧,他们在吵架,你已经看穿了,你跳出了他们吵架的范围,超脱这个轮回(明白。谢谢师父)
