Pertanyaan di Acara Pertemuan Umat Buddhis Sedunia di Auckland, 8 November 2019
Pertanyaan 20: Di antara sesama rekan se-Dharma, sebaiknya menggunakan sebutan apa untuk menyebut diri sendiri
Tanya: Untuk mengingatkan diri agar bisa melupakan keakuan dan tetap rendah hati, murid tidak menggunakan kata “saya” ketika berbicara dengan sesama rekan se-Dharma, melainkan menggunakan istilah “houxue — junior”. Saya menirunya dari rekan se-Dharma ketika pertama kali belajar Xin Ling Fa Men. Belakangan saya baru tahu bahwa rekan se-Dharma tersebut sebelumnya pernah belajar dari aliran lain, dan istilah “hou xue — junior” atau “mo xue” adalah bentuk sapaan rendah hati yang digunakan di aliran lain. Namun saya belum menemukan istilah lain yang cocok, karena khawatir penggunaan kata “saya” akan terdengar sombong, angkuh atau kurang rendah hati, terutama saat berinteraksi dengan rekan se-Dharma baru. Mohon bertanya kepada Master, sebutan apa yang sebaiknya kami gunakan untuk menyebut diri sendiri di antara sesama rekan se-Dharma Xin Ling Fa Men?
Jawab: Untuk menyebut diri sendiri, kamu siapa? Bukankah kamu adalah “saya”? Gunakan saja kata “saya” dengan tulus saja, tidak apa-apa, benarkah? Apa masalahnya? “Saya sangat tulus kepada kamu, saya bersedia melakukan ini dan itu.” Jangan terlalu banyak berpikir. Dalam ajaran Xin Ling Fa Men, Master tidak pernah membicarakan bagaimana aliran lain. Mereka punya aturan mereka sendiri, dan kita punya aturan kita sendiri. Kita ini orang yang sederhana dan apa adanya. Ajaran Buddha Dharma duniawi, bagaimana manusia berbicara di dunia, begitu pula kita berbicara. Jangan sampai anak-anak merasa ada jarak dengan kita. Kadang, ketika kamu berbicara dengan mereka menggunakan istilah seperti “hou xue — junior”, atau berbicara terlalu dalam dan rumit, mereka malah takut dan tidak berani datang lagi. Coba pikir, bagaimana kalian bisa mengikuti saya? Karena bersama saya itu santai saja, tanpa tekanan. Kalau saya dari awal sudah menetapkan banyak aturan — misalnya, datang harus begini, sepatu harus dilepas, masuk harus berjalan pelan, di depan harus bersikap begini dan begitu, tata cara sembahyang harus begini — mungkin kalian tidak akan mau belajar lagi. Sekarang, saya biarkan kalian semua datang dulu, baru pelan-pelan belajar. Banyak orang, kalau kamu suruh dia belajar Buddha Dharma, itu lebih sulit daripada naik ke langit. Menyuruh mereka bersujud saja sudah sulit, apalagi menyuruh mereka melafalkan paritta. Master hanya ingin mengatakan, apa yang disebut metode yang bijaksana? Bisa menuntun dan menyelamatkan orang — itulah metode yang bijaksana (Murid sudah mengerti, terima kasih Master welas asih memberikan wejangan)
191108新西兰・奥克兰世界佛友见面会提问
提问20 同修间用什么词称呼自己比较好
问:为了提醒自己忘我和表示谦虚,弟子与同修交往中第一人称没用“我”,是用“后学”,是当初学心灵法门时学其他同修说的。后来得知这位同修之前学过其他法门,“后学”“末学”是其他法门的谦称,但是一直找不到其他合适的词,怕用“我”字让人感觉贡高我慢,不谦虚,特别是与新同修交往的时候。请问师父,我们心灵法门的同修之间用什么词称呼自己比较好呢?
答:称呼自己,你是谁?你不是“我”吗?实实在在“我”就好了,对不对?有什么关系?“我对你很发心,我愿意怎么样”,不要去想太多了。我们心灵法门,师父从来不讲人家法门怎么样,人家有人家的法规,我们有我们自己的法规。我们就是实在,人间佛法,人间怎么讲我们就怎么讲,让孩子不要觉得有距离感。有时候你跟他一讲“后学”,我们怎么样,讲得很深,怎么怎么,人家就吓得不敢来了。你看你们怎么会跟着我的?跟着我就是随便来的。如果我叫你们今天来了之后必须怎么样,鞋子脱掉,走进来轻声轻脚,到前面来应该怎么样、应该怎么样,规矩一大堆,拜佛应该怎么样,你说不定不来学了。我现在先让你们统统进来再说。很多人,你要叫他学佛,比登天还难,磕个头都很难,何况还叫他念经?师父就跟你说,什么叫妙法?能够度到他就叫妙法(弟子明白了,感恩师父慈悲开示)
