shuohua20121207 23:10
Demi kebaikan anak-anak, jangan mewariskan harta kekayaan melainkan harus mewariskan moralitas / budi baik.
Pendengar wanita: Halo, Master! Ibu saya akan membuat surat wasiat dan harta kekayaan akan dibagi rata di antara keempat anaknya. Sekarang pertanyaan tentang eksekutor. Haruskah ibu memasukkan adik saya sebagai salah satu eksekutor?
Master menjawab: Kamu harus tanyakan ke pengacara bukan tanya ke saya (Sudah tanya ke pengacara kemarin. Karena adik perempuan ini dengan saya, kakak dan dua adik lelaki memiliki hubungan yang buruk, ibu saya khawatir dia akan menimbulkan masalah bagi kami di masa depan, jadi ibu menempatkan saya dan 1 adik laki-laki sebagai eksekutor surat wasiat, adik perempuan saya sangat kesal. Ibu saya sekarang dalam tahap stadium akhir kanker usus besar, dan dia masih membuat masalah dengan ibu saya dan menanyakan kapan ibu saya akan meninggal)
Sangat sederhana, dia adalah penagih hutang karma. Kalian harus menggunakan metode terbaik sekarang, kamu dapat meminta ibumu untuk mengatakan kepadanya, “Saya belum membuat surat wasiat, masih ingin mengubahnya. Saya akan membuatnya lagi sebelum saya mati, saya akan menyerahkan peran eksekutor kepada kamu”. Ketika ibumu meninggal dunia, maka surat wasiat ini tidak sempat diubah lagi, tetap kalian berdua
(Dia sangat hebat, mencari masalah dengan ibu. Dia akan bersikeras untuk mengatakan kepada ibuku: “Pergi ke pengacara dan tunjukkan kepadaku, langsung ubah, mengapa harus menunggu sampai kamu akan mati baru mengganti eksekutor?”) Ibumu dapat mengatakan “Saya ingin melihat sikapmu sekarang, jika mulai sekarang tidak bertengkar dengan saya lagi, bersikap baik terhadap saya, maka saya akan mengubahnya sebelum mati, saya tidak akan berikan kepadamu dengan sikapmu sekarang ini (Oke. Ibuku tidak berani mengatakannya)
Ibumu tidak berani mengatakannya. Itu karena ibumu berhutang padanya (Baik. Master, jika ibuku sekarang menempatkan empat anak sebagai eksekutor, ketika menjual properti ini, apakah adik perempuan saya akan mencari masalah?) Sejak dulu sudah saya katakan kepada kalian, bekerja keras mencari uang di dunia, pada akhirnya semua ini hanya sebagai warisan, malah menyebabkan anak-anak sendiri saling bersengketa, oleh karena itu jangan tinggalkan warisan, harus meninggalkan moralitas / budi baik.
shuohua20121207 23:10
为子女不要留遗产,要留德
女听众:台长你好!我妈妈准备立遗嘱,财产平均分配给她的四个孩子。现在是遗嘱执行人的问题,她应该把我妹妹也列为执行人之一吗?
台长答:你应该去问律师不要问我(昨天问过律师了。因为我妹妹跟我和姐姐还有两个弟弟感情不好,我妈妈怕她以后会给我们惹事,所以就把我和大弟作为遗嘱执行人,我妹妹很不高兴。我妈妈现在结肠癌末期,她还跟我妈妈闹,问我妈妈几时死)很简单,这是讨债鬼。你们现在要用妙法,可以叫你妈妈跟她说“我现在还没立好遗嘱,还要改,我死之前还要再立一次,我会把遗嘱执行人交给你”。等你妈妈哪天走了,这个遗嘱就来不及改了,还是你们两个(她很厉害呀,跟我妈妈闹。她会硬硬跟我妈妈说:“你去律师那边做给我看,你现在马上改,为什么要等到你要死后才改执行人?”)你妈妈可以讲“我现在要看你的表现,如果从现在开始你不跟我闹了,对我很好,我死之前会改,你现在这个表现我就不给你”(ok。我妈妈不敢讲)你妈妈不敢讲,那是你妈妈欠她的(ok。台长,如果现在我妈妈把四个孩子做执行人,等到卖这些产业的时候,我妹妹会惹麻烦吗?)我早就跟你们说了,在人间拼命地赚钱赚钱,赚到后来全部变成遗产,还要造成自己的孩子打官司,所以不要留遗产,要留德。
