Dalam pembinaan diri, ketika bertemu dengan jodoh dari kehidupan lampau, harus belajar mengendalikan diri dan memiliki cinta yang agung; perasaan itu seperti pedang, melukai orang lain dan diri sendiri 修行中遇到前世缘分,要学会控制自己,拥有大爱;感情如剑,伤人伤己

Pertanyaan pada Acara Pertemuan Umat Buddhis Sedunia di Sydney – Australia, 10 Januari 2020

Pertanyaan 43: Dalam pembinaan diri, ketika bertemu dengan jodoh dari kehidupan lampau, harus belajar mengendalikan diri dan memiliki cinta yang agung; perasaan itu seperti pedang, melukai orang lain dan diri sendiri

Tanya: Mohon bertanya kepada Master, dalam proses pembinaan diri, ketika kita bertemu dengan beberapa jodoh, apakah itu merupakan jalan yang harus dilalui oleh kebanyakan orang? Mohon Master welas asih memberikan pencerahan, apa perbedaan antara cinta kecil dan cinta besar? Apakah perbedaannya terletak pada “ada Aku” dan “tanpa Aku”?

Jawab: Bukan masalah “ada Aku” atau “tanpa Aku”. Itu adalah masalah jodoh dari kehidupan lampau. Banyak orang yang dalam proses menekuni Dharma akan bertemu dengan orang-orang yang mereka sukai. Ini tidak berdaya. Banyak di antara mereka yang pada kehidupan sebelumnya pernah menjadi biksu bersama, tetapi belum mencapai pencerahan. Dalam kehidupan sekarang, mereka kembali menjadi sesama rekan se-Dharma dan bersama lagi, jadi sangat merepotkan. Dalam situasi seperti ini, satu-satunya cara adalah dengan mengendalikan diri, jangan membiarkan diri terjebak dalam cinta kecil ini. Jika kamu terperangkap dalam cinta kecil, kamu mungkin akan sulit untuk keluar darinya. Kamu hanya dengan mengandalkan cinta agung. Artinya, “Meskipun saya dan kamu memiliki jodoh dari kehidupan lampau, tetapi hari ini saya mampu mengendalikan diri. Demi menyelamatkan semua makhluk, demi berhasil membina diri dalam satu kehidupan, saya harus memiliki cinta agung.” Karena itu, motivasi dia untuk membina bersama-sama. Jangan pernah terjebak dalam cinta pribadi yang sempit. Jika tidak, kamu akan kehilangan arah. Kamu akan mengorbankan banyak makhluk hanya demi satu orang, inilah kebenarannya. Kamu harus menjelaskannya dengan logika. Banyak orang dalam kelompok belajar bersama, ketika ada seorang gadis tertentu datang hari ini, dia akan merasa sangat gembira saat melafalkan paritta; tetapi ketika gadis itu tidak datang, dia akan berkata, “Ah, kenapa dia tidak membina diri lagi?” Dia akan merasa sangat sedih. Sebenarnya, itu hanyalah jodoh, tidak berdaya. Melihatnya akan merasa senang, tidak melihatnya akan menjadi sedih. Jadi, harus belajar menahan dan mengendalikan diri. Manusia harus belajar mengontrol diri. Kehidupan lampau tetaplah kehidupan lampau; di kehidupan sekarang, kamu tetap harus menghadapi kenyataan. Kamu tidak boleh terjebak dalam ikatan jodoh masa lalu. Jika tidak, kamu tidak akan bisa keluar. Master sudah pernah mengatakan, jangan mudah tergerak oleh perasaan. Perasaan itu seperti sebilah pedang. Ketika tergantung di sana, ia tampak menawan; tetapi begitu dicabut, kalau tidak melukai orang lain maka akan melukai diri sendiri. Karena itu, jangan sembarangan membiarkan perasaanmu tergerak.

 

200110澳大利亚悉尼世界佛友见面会提问

提问43 修行中遇到前世缘分,要学会控制自己,拥有大爱;感情如剑,伤人伤己

问:请问师父,在修行过程中遇到一些缘分,是不是大部分人的必经之路?请师父慈悲开示,小爱与大爱的区别,是不是一个“有我”、一个“无我”?

答:不是“有我”“无我”的问题,那是上辈子缘分的问题。很多人在学佛中会碰到很多喜欢的人,这没办法,很多都是上辈子一起出家的,没修上去,这辈子大家又是同修了,在一起了,所以很麻烦。像这种,只能靠控制自己,不要让自己去进入这个小爱当中。如果你在小爱当中,你可能出不来了。你只有靠大爱,就是说“我今天虽然跟你前世有缘分,但是我今天能够控制住,我为了救度众生,我为了一世修成,我必须要拥有大爱”。所以鼓励他一起修,绝对不要搞个人的小爱,否则你会迷失方向的,你会为了一个人损失更多的众生,就是这个道理,要跟他讲道理的。很多人在共修会里,今天某一个女孩子来了,他念经就特别开心;这个女孩子不来了,“哎呀,她怎么不修了?”就觉得很难过。其实就是个缘分,没有办法,看到就开心了,不看到就不开心了。所以,要学会克制和控制,人要学会control[注:控制]。你的前世是前世,今世你还得面对现实,你不能陷入前世的那种缘分当中,否则你出不来。师父跟你们讲过,感情不要随便动,感情像一把宝剑,挂在那里很漂亮,一拔出来,不是伤人家就是伤自己。所以不要随便动感情。