Cara Menghadapi Intrik dan Persaingan di Masyarakat 如何面对社会上的勾心斗角

 

 

Wenda20180302   01:08:03

Cara Menghadapi Intrik dan Persaingan di Masyarakat

Pendengar wanita: Di dunia ini, selama ada manusia, pasti akan ada konflik. Baik di tempat kerja maupun dalam lingkungan sosial lainnya, tidak ada teman yang selamanya, dan juga tidak ada musuh yang selamanya. Hanya kasih sayang Buddha, Bodhisattva, dan Master kepada kita yang bersifat abadi. Dengan bersandar kepada Bodhisattva, bersandar kepada Master, serta menaati sila dengan sungguh-sungguh, barulah kita dapat menjaga tekad spiritual tetap teguh dan terus maju dalam pembinaan diri. Mohon bertanya kepada Master, di masyarakat atau di perusahaan, terkadang kita menghadapi sesuatu…. yang timbul akibat akar sifat buruk manusia, misalnya saling menjatuhkan, berintrik, membentuk kelompok-kelompok demi kepentingan tertentu. Bagaimana sebaiknya kita menyikapi keadaan seperti ini?

Master menjawab: Jangan ikut terlibat. Jangan mendengar, jangan memperhatikan, jangan mencari tahu hal-hal seperti itu. Saat seperti ini, terapkanlah prinsip “mendengar, merenungkan, dan mempraktikkan”. Yang dimaksud dengan “mendengar” adalah mendengarkan hal-hal yang baik, jangan mendengar hal-hal yang buruk. “Merenungkan” berarti memikirkan hal-hal yang baik dan penuh kebajikan, jangan memikirkan hal-hal yang negatif. Dengan demikian, barulah kamu bisa membina pikiran dengan baik. Orang-orang yang saling berintrik dan menjatuhkan pasti didorong oleh kepentingan. Apakah kamu memiliki kepentingan seperti itu? Jika kamu tidak mengejar keuntungan, tentu kamu tidak akan ikut berintrik dengan mereka. Mengapa orang saling berintrik? Bukankah karena ada hubungan kepentingan? Tentu saja. Jika bukan ingin mendapatkan kenaikan gaji, maka ingin memperoleh jabatan, atau mengejar ketenaran dan keuntungan. Semua itu tidak terlepas dari dua kata: ketenaran dan keuntungan. Jika kamu tidak menginginkan ketenaran maupun keuntungan, lalu untuk apa berintrik dan saling menjatuhkan? (Saya mengerti. Jika kita belajar Buddha Dharma dan membina pikiran mengikuti Master, maka sifat buruk seperti itu juga akan perlahan-lahan lenyap.) Benar. (Dan sikap mental kita juga akan menjadi lebih damai.) Betul. Ada seorang teman sedharma kita yang benar-benar patut dikasihani. Sejak kecil orang tuanya bercerai. Setelah bercerai, ibunya menikah lagi dan tidak menginginkannya. Ayahnya juga menikah lagi dan tidak menginginkannya. Ia bagaikan anak tanpa akar. Di masyarakat ia sering ditindas, ditambah lagi ia memiliki kecenderungan depresi. Namun setelah menekuni Xin Ling Fa Men, ia berusaha dengan sangat keras dan sangat tulus. Di perusahaannya, kariernya berkembang dengan sangat cepat. Ketika menghadapi banyak kesulitan, karena ia tidak memiliki ayah maupun ibu, maka ia sering memikirkan Bodhisattva. Setiap kali memikirkan Bodhisattva, ia menangis, dan Bodhisattva pun memberinya berkat. Saat mengalami masalah kecil atau ketika diperlakukan tidak adil oleh orang lain, ia akan memikirkan Master. Master pun memberinya berkat. Lihatlah, ia mengandalkan pada Bodhisattva dan Master. Oleh karena itu, mengapa dalam agama Barat ada sebutan “pendeta”? Karena perannya seperti seorang ayah, bukan? Ada juga istilah “ayah babtis”, semuanya menggunakan kata “ayah”. Sedangkan kita menyebut “Shifu” (Master), yaitu sosok yang membimbing kehidupan kita. Ayah jasmani kalian adalah orang yang melahirkan kalian. Tetapi dalam hal mendidik dan membimbing kehidupan kita memiliki guru dan Guru spiritual – Master, benar tidak? Jadi, kedua konsep itu berbeda. Jika kalian meninggalkan Master, sama seperti kehilangan seorang ayah. Mengerti?  (Mengerti. Kami mencintai Master dan berterima kasih kepada Master.)

 

Wenda20180302   01:08:03  

如何面对社会上的勾心斗角

女听众:在人间,只要是有人的地方就会有是非,不管你是在工作场所,还是在社会的其他场合,就是没有永远的朋友,也没有永远的敌人,只有佛菩萨和师父对我们的爱是永恒的,我们依止于菩萨,依止于师父,严守戒律,才能保持我们的道心坚定和精进修行。请问师父,我们在社会、在公司里,有的时候会碰见一些……就是由于人的劣根性而引起的,比如说像勾心斗角、拉帮结派,像这种情况我们怎么处理比较好呢?

台长答:不要去参与,不闻不听,不要去闻。“闻思修”,这时候要用“闻思修”,“闻”要闻好的东西,不要去闻不好的东西;“思”,要思考好的东西、善良的东西,不要去思考不好的东西,这样的话你才修得好心啊!勾心斗角都是有利益的,你有利益吗?你不要利益,那你当然就不跟人家勾心斗角了。勾心斗角,有没有利益关系了?肯定的,要么加钱,要么就是想做官,就是名利啊,名利两个字总是离不开的。你不要名不要利,那你勾什么心、斗什么角啊?(明白。既然我们跟着师父学佛修心,这种劣根性也会慢慢地消除掉)对啊(心态也会平和)我们有一个佛友真的也是很可怜,从小爸爸妈妈离异,离异之后,妈妈嫁了,不要他了,爸爸娶了,也不要他了,他像一个无根的孩子,在社会上经常被人家欺负,自己又有一点忧郁,结果他学了心灵法门之后,非常地努力,而且很诚实,在公司里“啪啪啪”就往上蹿。而且他碰到很多苦难的时候,他又没有爸爸,也没有妈妈,他就经常想菩萨,想到菩萨他就哭,菩萨就给他加持。他有小问题的时候,人家欺负他了,他就想师父,师父就给他加持。你看看,他就是靠着菩萨,靠着自己的师父。所以为什么西方教里叫“神父”啊?父亲一样的,对不对?“教父”,都是个“父”,我们是“师父”,这个是指导我们人生的父亲。你的肉身的父亲某某某是把你生出来的,但是教育,我们有老师,有师父,对不对?所以不一样的概念。你离开了师父,就等于没父亲一样了,明白了吗?(明白。我们爱师父,感恩师父)