Bolehkah membantu memasang altar bagi pasien yang sakit parah dan baru ingin memohon kepada Buddha ketika sudah sangat terdesak. Bagaimana menangani altar tersebut setelah ia meninggal dunia? 可否给临时抱佛脚的重症患者设佛台,过世后佛台如何处理

 

Wenda20190222   56:37 

Bolehkah membantu memasang altar bagi pasien yang sakit parah dan baru ingin memohon kepada Buddha ketika sudah sangat terdesak. Bagaimana menangani altar tersebut setelah ia meninggal dunia?

Pendengar pria: Terkadang kami menemui pasien yang menderita penyakit parah, misalnya kanker stadium akhir, atau dokter mengatakan bahwa usianya mungkin tinggal beberapa hari lagi. Pada saat seperti itu, ia baru mulai ingin memohon kepada Buddha ketika sudah sangat terdesak. Dia ingin memasang altar dan memohon kepada Bodhisattva. Namun, setelah beberapa waktu, karena berbagai sebab, ia akhirnya meninggal dunia. Dalam keadaan seperti ini, apakah kami sebaiknya tetap membantunya memasang altar, atau bagaimana cara yang paling baik untuk menanganinya?

Master menjawab: Tetaplah membantunya memasang altar, itu sudah baik (Kalau pada akhirnya ia meninggal dunia, bagaimana altar tersebut harus ditangani?) Sangat sederhana. Setelah itu, bantulah membongkar altar tersebut, asalkan anggota keluarganya tidak keberatan (Kalau begitu, apakah rupang atau gambar Bodhisattva yang telah disembah di altar itu masih boleh diberikan kepada orang lain?) Nanti lihat situasinya. Sebaiknya jangan diberikan kepada orang lain, buang saja (Kalau peralatan altar, apakah masih boleh diberikan kepada orang lain untuk digunakan?) Peralatan altar boleh.

 

Wenda20190222   56:37  

可否给临时抱佛脚的重症患者设佛台,过世后佛台如何处理

男听众:有的时候我们碰到重症患者,他可能癌症晚期,或者医生说没有几天了,这个时候他抱着一种临时抱佛脚的心态,想把佛台设起来求菩萨,但是可能过了段时间,他由于各方面原因走掉了,像这样的话,我们是应该帮他设佛台呢,还是……应该怎样去处理比较好呢?

台长答:帮他设就好了(最终如果他走掉的话,这个佛台如何处理呢?)很简单,到时候帮他撤了,家里不反对就撤掉(那撤下来的菩萨像还可以结缘给别人吗?)到时候再看,应该不要给别人,处理掉吧(供具还能给别人用吗?)供具可以。