8. Menemukan Kembali Sifat Sesungguhnya Yang Tidak Berubah Menyesuaikan Jodoh 找回随缘不变的真如

8. Menemukan Kembali Sifat Sesungguhnya Yang Tidak Berubah Menyesuaikan Jodoh

Benda yang berwujud dinamakan rupa. Contohnya, Master sekarang memiliki satu tubuh yang benar-benar nyata, namanya adalah Lu Jun Hong, maka sebenarnya nama ini adalah rupa dharma kamu. “Guan Zi Zai Pu Sa”, nama ini adalah rupa ini. Karena sudah menemukan sifat dasar Buddha dan Bodhisattva, maka dia adalah Buddha dan Bodhisattva. Guan Zi Zai Pu Sa mampu memahami sifat dasar yang sesungguhnya. Yakni benar-benar memahami sifat dasar dirinya sendiri, karena bahkan halangan karma buruk pun adalah kosong. Banyak orang mengatakan, “Ada halangan karma buruk pada tubuh saya”. Maka tunggu sampai kamu benar-benar bisa melihat sifat dasar diri sendiri, saat itu bahkan halangan karma buruk ini pun adalah kosong. Karena halangan-halangan karma buruk ini setelah kamu melalui beberapa kehidupan, ia akan hilang, seperti dokumen atau catatan dalam kantor pajak, yang akan dihapuskan setelah 5 tahun. Banyak orang yang memiliki satu catatan buruk, maka setelah beberapa tahun kemudian sudah tidak ada lagi. Atau mungkin masih ada di kehidupan ini, namun hilang di kehidupan selanjutnya, karena sudah terbalaskan semua. Sifat dasar yang sesungguhnya, dengan kata lain bahkan halangan karma buruk pun adalah kosong; Jika tidak mengetahui sifat dasar yang sesungguhnya, maka halangan karma buruk tidak kosong. Karena kamu tidak mengetahui nilai sesungguhnya dari keberadaan hal ini, kamu tidak tahu kalau hal ini adalah kosong, maka kamu akan mengira halangan karma buruk masih ada. Contoh, balon ini dipompa dengan udara. Akan tetapi ketika orang lain memberikannya kepadamu, jika kamu ini tidak pernah melihat balon, maka melihat ada orang memberi saya sesuatu yang begitu besar, lalu merasa sangat senang. Namun jika ditusuk dengan jarum, “dor”, meledak, sudah tidak ada lagi, hanyalah sekumpulan gas. Ini adalah sifat dasarmu yang sesungguhnya, sudah tidak ada lagi.

“Sifat yang sesungguhnya”, sesuatu yang sebenarnya, adalah suatu sifat dasar. Sedangkan setelah memiliki sifat dasar ini, kamu baru bisa melihat dengan jelas, ternyata semuanya hanyalah udara, yang bisa hilang. Ketika kamu tidak bisa melihat ia adalah sifat dasar yang sesungguhnya, maka pada kenyataannya, benda yang kamu dapatkan ini adalah sesuatu yang palsu, halangan karma buruk juga termasuk sesuatu yang palsu. Contoh, orang ini mencuri dan dipenjara, setelah masa hukumannya habis, dia dilepaskan, maka sesungguhnya halangan karma buruknya ini sudah dibalaskan, sudah hilang. Apakah ini palsu? Ini adalah palsu, karena karma ini sudah berakhir. Jika kamu tidak bisa melihat sifat dasarnya yang sesungguhnya, terus-menerus merasa bersalah atas dosa yang pernah dilakukan, maka saat itu, halangan karma burukmu tidaklah kosong. Akan tetapi jika kamu bisa melihat sifat dasarnya, maka kamu akan tahu sebenarnya kamu harus terus membayar akumulasi hutang karmamu yang belum lunas. Akumulasi hutang karma adalah “hutang semalam”, dengan kata lain adalah hutang karmamu dari kehidupan sebelumnya. Jika kamu berhutang sangat banyak di kehidupan sebelumnya, maka kamu harus membayarnya di kehidupan ini. Contoh, jika bubuk mesiu dalam petasan adalah kehidupan yang lalu, sedangkan di kehidupan ini, kamu kembali menambahkan sedikit bubuk mesiu, kemudian, kejahatan yang kamu lakukan di kehidupan ini, atau kebencianmu terhadap orang lain berubah menjadi korek api, begitu kamu menyulutkan api, maka dia akan membuat semua karma dari kehidupan sebelumnya mencuat keluar. Kamu yang memicunya. Ada sebagian orang yang baru “menyulutnya” di masa tua, ada juga sebagian orang yang meski masih muda tetapi sudah menyalakan apinya, inilah yang dikenal dengan “tiba waktunya mengaktivasi buah karma buruk”. Master beri tahu kalian, kalian ini sedang menyulut api. Kamu harus memadamkan semua bubuk mesiu dari kehidupan sebelumnya, maka kamu tidak akan mengaktivasi semua hutang karmamu di masa lalu dalam sekejap. 

Master beri tahu kalian, banyak mahasiswa/i doktoral dan paska sarjana, yakni orang-orang yang berpemikiran ilmiah, mereka sangat percaya kepada Master, mereka bisa memahami ajaran Buddha Dharma. Jika hanya ikutan bersembah sujud, atau sembarangan memohon, itu namanya memiliki kepercayaan takhayul. Yang Master katakan kepada kalian adalah teori ajaran Buddha Dharma, semuanya bertaraf tinggi, bisa membawa kalian mencapai suatu tingkatan tertentu, bukan supaya kalian mengikuti dan meniru Master. Master tidak ingin kalian tiru, Master hanya ingin memberitahukan kebenarannya kepada kalian. Apakah ada cahaya di kepala Guan Shi Yin Pu Sa? Apakah ada lingkaran cahaya di kepala Yesus? Apakah ada lingkaran cahaya di setiap kepala Bodhisattva? Apakah ada cahaya di kepala kalian? Oleh karena itu, saat kalian sedang bersembah sujud, kalian harus bisa meminjam lingkaran cahaya di kepala Guan Shi Yin Pu Sa ke diri kalian sendiri, supaya ada cahaya di kepala kalian, kemudian baru bersikap anjali menyembah Bodhisattva. Apakah ini? Ini berarti meminjam cahaya Guan Shi Yin Pu Sa untuk menerangi diri sendiri, supaya otak kita menjadi jernih. Cara yang dulu sudah berlalu. Memangnya orang yang dulu menggunakan sempoa, sekarang tidak menggunakan komputer? Apakah sekarang masih bisa menggunakan sempoa? Kalian cukup merasakan cahaya Guan Shi Yin Pu Sa semuanya menyinari kepala sendiri. Jika menyembah Bodhisattva seperti ini, coba kamu rasakan sendiri, nyaman atau tidak?

Segala dharma di dunia ini bila dikelompokkan menjadi dua, yakni “rupa” dan “pikiran”. “Rupa” adalah segala benda di dunia ini yang bisa terlihat dan berwarna, sesungguhnya ini merujuk pada materiil. Yang satu lagi adalah pikiranmu. 2 dharma – rupa dan pikiran, berasal dari dalam sifat dasar yang sesungguhnya. Dengan kata lain apa yang matamu lihat dan sesuatu yang kamu pikirkan berasal dari sifat semula ini, sesungguhnya adalah“ru lai – tathagata – yang seperti semula”. Apakah “yang seperti semula”? Adalah sesuatu yang paling awal, yang memangnya sudah ada. Inilah tidak berubah menyesuaikan jodoh. Segala hal di dunia ini, jangan mengubahnya, sesuaikan dengan jodoh, maka akan baik-baik saja. Jika kamu mengubahnya, maka kamu pasti akan tertimpa masalah. Saat orang lain mengatur kamu mengerjakan apa, maka kerjakanlah seperti itu; Hari ini orang lain tidak mengatur kamu mengerjakan ini, namun kamu bersikeras mengerjakannya, ini berarti tidak menyesuaikan jodoh, maka akan timbul masalah. Sudah jelas menyuruhmu tidur pukul 1 malam, namun kamu sengaja pukul 2-3 baru tidur; meminta kamu jangan makan sembarangan, namun kamu malah makan sebanyak-banyaknya. Perilakumu yang bertolak belakang dengan aturan yang normal, dan tidak mau berubah mengikutinya, berarti kamu sudah salah. Harus bisa menyesuaikan waktu, dan menyesuaikan jodoh baru bisa melakukannya dengan baik. Jika melanggar aturan normal kehidupan dunia ini dalam mengerjakan suatu hal, maka itu adalah abnormal.

“Ketidaktahuan yang tergerak”. Apakah ketidaktahuan ini? Kebiasaan buruk, tidak tahu, tidak paham, mengira semuanya itu nyata. “Hari ini saya ingin menjadi kaya raya, besok saya ingin begini, lusa saya ingin begitu … ” Begitu ketidaktahuan tergerak, maka kamu akan terjerumus ke tengah tumimbal lahir enam alam. Hari ini Master menetapkan aturan jelas kepada kalian: Tidak peduli pria maupun wanita, saat membaca koran, tidak boleh melihat kolom berita yang bersifat pornografi. Ini adalah peraturan yang Master tetapkan. Jika Master mengetahuinya, saya akan meminta kalian pergi dari sini. Terutama bagi yang sudah berumur, sama sekali tidak boleh melihatnya. Karena hal-hal ini sangat mudah membuatmu terperosok ke dalam ketidaktahuan. Lagipula, ketika seseorang memiliki pemikiran seksual, maka selanjutnya dia akan masuk ke alam mana? Masuk ke Alam Binatang, terlahir menjadi burung. Banyak orang-orang di dunia seni yang bersuara merdu, mereka adalah burung pengicau di Alam Surga yang terlahir ke dunia, suara nyanyian mereka sangat merdu. Akan tetapi kalian lihat saja pernikahan mereka, berantakan semua. Begitu seseorang terjerumus ke Alam Binatang, akan sangat sulit kembali ke Alam Manusia.

Apabila ketidaktahuanmu tergerak, maka kamu tidak dapat kembali ke sifat sesungguhnya yang tidak berubah menyesuaikan jodoh. Meskipun kamu berjalan mengikuti jodoh duniawi ini, namun kamu jangan mengubah sifat dasar diri sendiri. Contohnya, kamu diramalkan akan bercerai di usia 40 tahun, lalu kamu mengikuti jodoh ini. Ini tetap belum menemukan “Sifat yang sesungguhnya”. Apakah yang dimaksud “tidak berubah”? Bukan berarti saya mengikuti jodoh ini untuk mengubah diri sendiri, melainkan menggunakan sifat dasar sendiri yang kekal tidak berubah untuk menstabilkan jodohmu ini, kemudian mentransformasikannya, dengan begitu baru bisa menjadi sifat dasar yang tidak berubah menyesuaikan jodoh. Dikatakan secara sederhana adalah, “dengan tidak berubah dalam menghadapi segala perubahan”.

Terakhir Master menambahkan satu kalimat lagi, harus memahami bahwa, “Segala dharma atau fenomena adalah demikian, saya pun demikian”. Dengan kata lain, setiap Pintu Dharma, segala dharma-fenonema di dunia ini, semua yang kamu lihat, semua yang kamu lakukan, semuanya ini memang dari dulunya sudah ada dan pada dasarnya tidak ada. Pada dasarnya kita memang datang dengan demikian, dan pergi dengan demikian. Segala dharma atau fenomena adalah keseluruhan saya, setiap dharma-fenomena adalah saya, dharma pun adalah saya, yang sesungguhnya juga adalah saya, keseluruhan lingkup adalah saya. Dharma saya meliputi segalanya, di mana-mana adalah dharma, juga adalah saya. Seperti hari ini Master memberikan wejangan Dharma kepada kalian di Guan Yin Tang, lalu besok memberikan wejangan Dharma di Amerika, kemudian lusa pergi ke tempat lain untuk berceramah, saya masih tetap saya yang semula. Ini berarti sifat dasarmu hidup di dunia ini, sedang menggunakan segala dharma pada diri sendiri, berarti menggunakan segala cara atau metode yang baik, yang bisa digunakan di dunia ini untuk membebaskan diri dari jodoh-jodoh ini. Ini baru benar-benar terbebas dari belenggu, hidup dengan bebas dan leluasa. Ini berarti kamu benar-benar keluar dari kekangan, mencapai kebebasan. Karena kamu sudah mendapatkan sifat yang sesungguhnya, pada dasarnya kamu tidak memiliki apapun, kamu bisa pergi ke mana pun yang kamu inginkan, melakukan semua sesuai dengan pikiranmu, ini adalah suatu kebebasan jiwa, berarti kamu sudah menemukan sifat yang sesungguhnya. Oleh karena itu, kamu baru bisa benar-benar bebas dari belenggu, kemudian kamu bisa hidup dengan bebas dan leluasa, makanya disebut sebagai “Guan Zi Zai”, yang juga adalah Guan Shi Yin Pu Sa.