29. Memegahkan Tanah Suci Buddha, Guru Yang Ketat Menghasilkan Murid Yang Baik (II)
Memahami dan mempraktikkan sama pentingnya. Yakni memahami dan menguraikan, ditambah dengan tindakan, semua dilakukan bersama. Dengan kata lain, membina perilaku dan membina pikiran, semua sangat penting, keduanya harus dijalankan. Apabila tidak memahami, hanya melakukan perbuatan baik saja, yang diperoleh hanyalah sedikit jasa kebajikan. Seperti ada sebagian praktisi Buddhis, setiap hari mengunjungi panti jompo bantu menyuapi makanan, mengunjungi pusat pengobatan kanker untuk berbincang-bincang dengan para penderita kanker, supaya mereka bahagia. Pada akhirnya, dia sendiri terkena kanker. Dia mengira dengan melakukan perbuatan baik seperti ini bisa menyelamatkan orang lain. Membuat dia bahagia, ketika dia meninggal tidak akan menderita. Pertama-tama, apakah kamu bisa membebaskan orang lain dari penderitaan? Akhirnya kamu sendiri malah tertular kanker. Dirimu tidak memiliki kekuatan dan jasa kebajikan ini, bagaimana kamu bisa menolong orang lain? Mereka tidak mengerti, sangat kasihan sekali. Ada juga banyak praktisi Buddhis yang hanya melafalkan paritta, tidak mau melakukan jasa kebajikan. Itu juga tidak boleh. Melafalkan paritta hingga akhirnya keadaan diri sendiri membaik, namun tidak bersedia membantu orang lain. Master sekarang mengajarkan kalian, tidak hanya harus memahami, tetapi juga harus diterapkan ke dalam tindakan. Apakah kalian telah melakukan jasa kebajikan di seminar Dharma? Apakah kalian setiap orang melakukannya? Akan tetapi saat melakukannya, tidak boleh memiliki pemikiran egois, jika tidak kalian akan kehilangan jasa kebajikan. Seperti, jika kalian berbisnis di luar, itu adalah urusan kalian sendiri, namun jika kalian pergi ke Guan Yin Tang lalu menarik orang-orang yang tulus bersembahyang pada Bodhisattva dan bersungguh-sungguh membina pikiran ke dalam bisnismu, ini berarti kamu sudah melakukan karma buruk. Mengerti? Ini akan ada halangan karma buruk, dan nantinya akan menerima balasan karma. Pemahaman dan penerapan yang dilakukan bersama akan menjadi suatu kekuatan. Apakah kalian menginginkan kekuatan? Maka baik-baiklah memahami dan membina diri.
Hari ini Master memberi tahu kalian, ketamakan harus dihilangkan secara total. Saya tamak, saya menginginkan ini dan itu, hari ini saya sudah memiliki ini, besok saya masih ingin memiliki itu. Kamu menginginkan ini dan itu, sampai akhirnya kamu tidak memiliki apapun. Apa yang kamu miliki? Kamu datang ke dunia ini tanpa pakaian, dan kamu akan meninggalkan dunia ini tanpa pakaian juga, yang tersisa hanyalah seonggok tulang belulang. Walaupun kamu memiliki uang, apakah kamu bisa bawa pergi? Oleh karena itu, harus bisa menghilangkan kerisauan dan ketamakan. Kerisauan akan menimbulkan halangan yang sangat besar bagi seseorang, harus bisa mengatasinya. Saat kerisauan datang, gunakan kebijaksanaan untuk mengatasinya; Saat ketamakan datang, atasi dengan berdana. Semakin kamu berdana, maka kamu akan semakin tidak serakah. Master hidup di dunia gemar memberikan hadiah kepada orang-orang. Tidak peduli siapapun yang datang ke tempat Master, maka Master akan membuat mereka pergi dengan sukacita. Hal ini dilakukan supaya mereka bisa menekuni dan mempraktikkan Dharma dengan lebih baik, belajar berdana, mempelajari Dharma, semua ini adalah jasa kebajikan. Harus bisa merelakan! Sekarang, Master menggunakan metode seperti ini untuk menyelamatkan orang, menyelamatkan kesadaran spiritual mereka. Membabarkan Dharma menjadi panutan. Orang-orang sangat kasihan sekali, tidak memiliki kebijaksanaan baru akan serakah. Seseorang yang hanya melafalkan paritta tanpa membina pikiran, tidak akan memiliki kebijaksanaan. Master ingin kalian setiap murid bisa saling bahu-membahu, saling menyayangi, mengerti untuk berdana, layaknya saudara kandung.
Kekuatan pikiran adalah kekuatan konsentrasi. Seseorang harus memiliki kekuatan pikiran. Apakah itu kekuatan pikiran? Yakni harus memiliki kekuatan dalam pikiran. Jika tidak memiliki kekuatan dalam pikiran seseorang, maka orang tersebut tidak akan bisa tenang. Master sudah berkali-kali mengatakan kepada kalian: membina pikiran harus benar-benar murni, tidak boleh ada noda sedikitpun; Segala pembinaan pikiran dan perilaku yang mengandung pemikiran egois dan pemikiran yang mengganggu, semuanya akan sia-sia atau akan ada kebocoran di jasa kebajikan. Di seminar Dharma, Master berbicara hingga begitu lelah, lalu dikelilingi oleh banyak umat sampai merasa lemas. Setiap kali setelah selesai menerawang totem atau memberikan wejangan, mengapa Master masih berdiri di sana? Yaitu demi memberikan sebuah kesempatan kepada orang-orang, harus mendekatkan diri untuk menolong orang-orang, supaya lebih dekat dengan para pendengar, seperti inilah menolong orang-orang yang menderita dan kesusahan! Guan Shi Yin Pu Sa meminta Master menjadi utusannya untuk menolong semua orang, Apakah Master boleh bersembunyi di belakang? Apakah Master bisa seperti guru-guru yang memberikan ceramah besar, setelah selesai dan tepuk tangan, langsung pergi? Bergaya seperti apa ini? Ajaran Buddha Dharma berada di dunia, harus membuat mereka merasakan keberadaan Bodhisattva di dunia. Kamu harus membuat mereka merasakan ada pengharapan, kamu harus membuat mereka percaya di dunia ini keberadaan Bodhisattva benar-benar ada! Karena mereka tidak bisa melihat Guan Shi Yin Pu Sa, oleh karena itu, Bodhisattva baru meminta Master menunjukkan kekuatan spiritual kepada kalian semua. Kalian malah menyembunyikan Master. Sekarang Master sudah tidak memikirkan nyawa sendiri lagi, terus menerus menolong orang, berharap kalian bisa memahami, kalau tidak kalian pasti akan menyesal nantinya. Pahamilah, jika tidak menyayangi Master berarti tidak menyayangi semua makhluk. Kalian harus bisa mendanakan waktu untuk menolong orang, harus berusaha sekuat tenaga melakukannya. Membantu orang lain harus membantunya dari lubuk hati. Kalian tidak memiliki kekuatan, tidak memiliki kemampuan, maka harus lebih banyak membuat orang-orang tersadarkan, lebih banyak menasihati makhluk hidup untuk melafalkan paritta.
Tahukah kalian? Sesungguhnya kebijaksanaan adalah sekumpulan cahaya di kepala. Jika sekumpulan cahaya ini buyar, berarti orang ini tidak memiliki kebijaksanaan; Namun jika sekumpulan cahaya ini terkumpul, berarti orang ini sangat bijaksana. Kebijaksanaan seperti ini terkumpul dari banyak kebijaksanaan yang menyatu baru bisa membentuk lingkaran ini, seperti arwah asing yang Master jelaskan kepada kalian. Contoh, membunuh seekor nyamuk akan menjadi satu titik hitam kecil, lalu membunuh lagi seekor nyamuk juga akan menjadi satu titik hitam kecil, jika membunuh sekelompok nyamuk, maka arwah nyamuk-nyamuk ini akan menyatu menjadi satu arwah besar. Kemudian akan terlahir kembali menjadi babi, ayam, dan lain-lain. Seekor babi harus disembelih 300 kali baru bisa terlahir menjadi manusia, anjing juga sama harus dibunuh dan mati sampai berulang kali baru bisa terlahir menjadi manusia. Ini yang disebut sebagai rintangan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, harus membuat cahaya kebijaksanaan terkumpul dan menyatu baru bisa menjadi kebijaksanaan. Seseorang yang tidak memiliki kebijaksanaan, tubuhnya tidak akan bersinar. Coba kalian lihat, gambar Bodhisattva mana yang kepalanya tidak bercahaya? Gambar Dewa mana yang kepalanya tidak bercahaya? Coba kalian lihat, kepala Tuhan Yesus apakah bercahaya? Kalian harus belajar dengan baik. Ketika seseorang sedang panik maka cahaya ini akan buyar. Saat seseorang emosi dan tidak sabar, maka cahaya ini akan hilang. Oleh karena itu, jangan sering merasa khawatir. “Jika memiliki kekhawatiran maka langit dan bumi akan menjadi sempit; Jika memiliki kebencian, maka akan mendendam terhadap siapapun; Jika memiliki kesedihan, maka akan membelenggu diri sendiri; Jika memiliki amarah, maka akan mendatangkan musuh.” Master akan menolong orang yang baik, sedangkan orang yang jahat tidak akan ditolong. Biarpun Bodhisattva Ji Gong datang ke dunia, Beliau juga berkata begitu, menghukum yang jahat dan menolong yang baik. Kalian sebagai murid Master seharusnya membantu Master mengatasi kerisauan dan menyelesaikan kesulitan, kalian harus menolong orang. Apabila cahaya kalian sudah buyar, maka kalian sudah tidak memiliki kebijaksanaan. Oleh karena itu, cahaya pada diri seseorang sangat penting.
Master membahas dengan kalian semua tentang apa itu“Paritta” yang kita lafalkan? Sebenarnya “Paritta” adalah relik tubuh Dharma Buddha, itu merupakan paritta yang dimiliki tubuh Dharma lalu memancarkan fungsinya pada tubuhmu, bersinar terang keemasan. Relik adalah suatu benda dari hasil pelatihan dan pembinaan pada tubuh seseorang, relik ini transparan dan bercahaya. Master bukan melihat di dunia, namun Master melihat di Alam Surga. Selain itu, terhadap orang-orang yang tidak hormat pada paritta, sembarangan menyimpan dan meletakkan paritta, banyak Bodhisattva yang akan menghela nafas, disebut para Buddha menghela nafas. Bodhisattva tidak akan menghukum manusia, hanya menghela nafas, “Aih…”Selanjutnya Dewa Pelindung Dharma akan datang, disebut dengan mata marah Vajra – mata Dewa Pelindung Dharma akan melotot marah. Oleh karena itu, jika kalian sembarangan menyimpan dan meletakkan paritta pasti ada halangan karma buruk. Kalian dengar tidak? Pada suatu acara, ada satu pendengar yang meletakkan buku Master di bagian kepala ranjang, dan sering bermimpi naik ke Alam Surga.
Ketahuilah, jika tidak bisa menemukan jalan kebenaran bisa mencelakai seseorang. Apabila kalian sembarangan membina diri di luar, sembarangan belajar, sembarangan berguru, maka setelah pulang ke rumah, bisa mencelakai orang. Hari ini datanglah seseorang yang membina Pintu Dharma lain, awalnya dia sangat sombong, dan menjelaskan Dharma dengan Master. Sampai akhirnya, dia mengatakan: “Master Lu, saya benar-benar kagum padamu, saya harus mengikuti Anda belajar dengan baik-baik.” Master berkata, belajar dengan siapapun sama saja. Dia di rumah dipukuli oleh istrinya, tubuhnya banyak luka lebam. Master memberi tahu dia: Menekuni Ajaran Buddha Dharma seperti berobat ke dokter, kamu harus menemukan dokter yang sesuai dengan jenis penyakitmu. Semua dokter itu baik, ada dokter senior ternama, akan tetapi dia spesialis jantung, sedangkan kamu menderita cedera tulang, maka tidak cocok, mengerti? Menekuni dan mempraktikkan Dharma, harus mencari Pintu Dharma yang paling sesuai dengan diri sendiri baru bisa benar-benar menyelamatkan diri sendiri. Kalian adalah manusia hidup, setiap hari suasana hati akan berubah, harus baik-baik memperbaiki hati ini. Kalian semua harus ingat: Orang yang tidak membina diri baik-baik, Master tidak mau. Kalau semua orang mengatakan, “semua murid sangat bagus”, maka Master akan merasa senang. Jika kalian sekarang baik, maka orang lain tidak akan mempermasalahkan halangan karma buruk kalian yang lalu; Apabila sekarang kalian tidak baik-baik membina diri, maka orang lain akan menggali kembali kesalahan masa lalumu sampai ke akarnya. Siapa di antara kalian yang tidak memiliki sejarah baik dan buruk di masa lalu? Oleh karena itu, harus benar-benar membina diri. Melakukan jasa kebajikan harus secara diam-diam, berhati-hati dan sungguh-sungguh.
