7. Hubungan antara Buah Karma Bersama dan Buah Karma Sendiri 共业和个业的二者果报的关系

7. Hubungan antara Buah Karma Bersama dan Buah Karma Sendiri

Pada bab sebelumnya sudah disinggung sedikit tentang karma bersama – gong ye (共业), yakni buah karma buruk yang terbentuk karena perbuatan buruk yang dilakukan oleh banyak orang secara bersamaan. Contoh terbaiknya adalah efek rumah kaca yang masih berlangsung dan diperdebatkan oleh banyak pihak. Kita tidak bisa mengatakan secara pasti, bahwa satu individu atau satu kelompok orang menjadi pihak yang bertanggung jawab atas kerusakan ini, namun pada kenyataannya sebagian besar orang memiliki andil atas hal ini. Bibit karma buruk sudah tertanam, seperti asap kendaraan, asap buangan pabrik, penebangan hutan secara berlebihan, dan lain-lain, semuanya menjadi faktor penyebab utama dari buah karma buruk ini, yang bila dinilai dari sudut pandang hukum karma dan aturan langit, maka buah- buah karma buruk akan mulai berbaris menumpuk, yang pada akhirnya akan matang sebagai balasan di kemudian hari.

Setelah bibit karma buruk tertanam, dia tidak akan hanya terpendam begitu saja, melainkan membawa dampak pada keadaan lingkungan dan waktu kelangsungan hidup di dunia, semakin lama semakin menumpuk, dan sampai pada waktunya nanti akan tiba pembalasannya. Seperti yang sudah kita perhatikan sekarang ini, perubahan yang disebabkan oleh efek rumah kaca, yaitu meningkatnya suhu udara, perubahan cuaca secara drastis, mencairnya gletser (bongkahan es), kebocoran lapisan ozon, dan sebagainya, ini karena karma buruk yang sedang terus terkumpul. Sedangkan akibat yang bisa diprediksi adalah naiknya permukaan air laut, daratan semakin sedikit, tenggelamnya kota-kota pinggir pantai, kerugian yang diakibatkan di kemudian hari pasti teramat sangat besar.

Saat terjadi bencana alam berskala besar, balasan buah karma buruk ini akan mempengaruhi siapa saja? Apakah semua orang yang berada dalam bencana tersebut memang ditakdirkan untuk menerima balasan karma bersama ini? Sebenarnya, di dalam bencana seperti ini, tidak semua korban bencana memang ditakdirkan untuk mengalaminya, banyak orang yang sebenarnya memiliki umur yang lebih panjang, dan bisa menikmati lebih banyak pahala, atau karma buruk yang seharusnya dijalani masih belum usai di dunia ini. Akan tetapi, kesamaan yang mereka miliki adalah mereka memang ditakdirkan untuk mengalami “jie” () – halangan atau bencana ini, “jie” adalah buah karma buruk yang sudah matang, lebih padat dan lebih besar dari biasanya, pada totem akan terlihat seperti kabut hitam yang pekat dan memiliki medan kekuatan dengan pengaruh yang lebih kuat. Sedangkan buah karma buruk dari karma bersama adalah kabut hitam yang ada di sekeliling kita, bencana alam adalah keadaan di mana buah karma buruk akan matang dan muncul ke permukaan, dia akan terlihat seperti kabut hitam dengan ukuran yang sangat besar dan lebih pekat, menyelubungi area tempat yang lebih luas. Jika orang ini memang memiliki halangan dalam takdirnya dan juga kabut hitam pekat di tubuhnya, dan kebetulan dia juga berada di daerah yang dilanda bencana tersebut, maka kemungkinan besar dia tidak akan bisa selamat dari malapetaka tersebut.

Namun jika orang ini memiliki pahala atau jasa kebajikan yang cukup besar, maka walaupun dia memang ditakdirkan untuk mengalami halangan ini dan kebetulan berada di daerah bencana, tetap saja masih ada kemungkinan untuk selamat. Atau bisa saja, meskipun sudah membeli tiket pesawat, karena berbagai alasan membuat dia batal pergi ke daerah itu. Tentu saja, bencana yang luar biasa tragis seperti ini, siapa saja yang mengalaminya, dia sendiri juga tetap merasa sangat menderita akibat dari karma bersama ini.

Pada saat bencana alam terjadi, ada juga sebagian orang yang sebenarnya waktu hidupnya di dunia ini belum habis, walaupun seharusnya da bisa melewati rintangan ini dalam takdirnya, tetapi karena dia terkena pengaruh kuat dari karma bersama, dia tetap tidak bisa selamat. Dan sewaktu rohnya turun ke Alam Akhirat, dia juga tidak akan bisa diterima menurut hukum Akhirat, dan pada akhirnya hanya bisa di berkelana di dunia manusia menjadi arwah gentayangan sampai masa hidup yang seharusnya dijalani selesai, oleh karena itu di lokasi bencana alam atau medan perang ada banyak sekali arwah seperti ini. Ini adalah keadaan yang sangat menyedihkan, saat energi negatif (yin *阴) yang dimiliki arwah seperti ini berada dalam lingkungan yang penuh dengan energi positif (yang *), maka tempat yang bisa dituju sangat terbatas, selain itu energi dari arwah ini sendiri akan terus melemah, meskipun sampai pada saatnya, dia tetap bisa diterima oleh Alam Akhirat, namun energi arwah ini sudah menjadi sangat lemah. Atau dalam jangka waktu penantian ini, karena semakin banyaknya amarah dan kebencian yang menumpuk di dalam dirinya, malah mungkin menyebabkan arwah ini pergi ke alam yang lain. Oleh sebab itu, pihak keluarganya harus secepatnya mendoakan arwah tersebut agar bisa pergi atau terlahir ke alam yang lebih baik.