29. Tulus Bertobat, Menghilangkan Pikiran Yang Mengganggu
Kegelapan dalam ruangan selama ribuan tahun akan sirna oleh satu pelita”. Ketidaktahuan (wu ming) di dalam pikiran kita, ketidakpahaman dalam hati kita, bagai ruangan yang dibayangi kegelapan selama ribuan tahun, hanya perlu menyalakan satu pelita, maka semuanya akan menjadi terang. Di dalam kumpulan dongeng karangan Hans Christian Andersen, ada satu kisah yang berjudul {Gadis Penjual Korek Api}, setiap kali dia menyulut satu batang korek api, maka dia akan melihat kejadian-kejadian di masa lalu atau hal-hal di masa depan, setiap menyulut satu batang korek api, maka dia bisa melihat fenomena spiritual atau hal-hal di surga, namun ketika semua korek apinya sudah habis terbakar, maka tidak terlihat apa-apa lagi. Akan tetapi, yang kita perlukan bukanlah sebatang korek api, juga bukan sekotak korek api, yang kita perlukan adalah pelita abadi, dan pelita abadi ini hanya bisa dinyalakan oleh Pu Sa (Bodhisattva) untuk kita, karena pelita ini tidak bisa dinyalakan dengan hanya mengandalkan kekuatan diri sendiri yang sangat lemah.
Karma buruk yang pernah dilakukan, harus disesali dengan tulus, melakukan karma buruk bagai berada di dalam ruangan gelap dan tidak kelihatan apa-apa. Tetapi pertobatan tulus Anda, bagai satu pelita terang, yang bisa melenyapkan segala perbuatan buruk yang Anda lakukan di masa lalu. Tetapi harus bertobat dengan tulus, setelah menyesalinya dengan segenap hati, maka hati dan pikiran Anda baru bisa menjadi tenang dan bersih. Siapa yang tidak pernah melakukan kejahatan? Siapa yang tidak pernah melakukan kesalahan? Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan. Namun yang terpenting adalah mau bertobat, orang yang tidak mau bertobat, selamanya tidak akan bisa menemukan arah yang benar. Di dalam kehidupan kita ada satu perkataan yang berbunyi: “tidak akan berbalik sebelum menabrak dinding tembok selatan”. Berapa banyak orang yang sudah jelas-jelas melakukan kesalahan di dalam bahtera rumah tangganya atau di dalam pekerjaannya, sudah jelas dia telah “menabrak tembok”, tetapi masih bersikeras maju ke depan, dia jelas-jelas tahu kalau melakukan hal ini pasti ada karma buruknya, namun tetap melakukannya; dia jelas-jelas tahu jika terus memanjakan anak, pasti akan menyesatkan mereka ke jalan yang salah, namun masih tetap memanjakannya, mengapa begitu? Ini karena adanya ketidaktahuan dan halangan dalam pikiran kita.
Master sering mengajarkan kalian, bagaimana membina diri dan menjaga kesehatan pikiran (kesehatan rohani), harus dengan membatasi keinginan, kalian harus berpikiran bersih dan berkeinginan sedikit, jangan mengejar ketenaran dan keuntungan. Hanya dengan memiliki hati yang tenang dan bersih, Anda baru bisa mengurangi nafsu keinginan, saat keinginan kita berkurang, hati kita akan menjadi damai dan bersih. Membina hati dan pikiran sangatlah sulit, hanya pada saat seseorang bisa menyelaraskan tubuh dan pikirannya, dia baru bisa berhasil. Ini seperti slogan yang sering kita dengar tentang sehat jasmani dan rohani, yang diutamakan adalah jiwa atau pikiran, dan pikiran adalah yang terpenting di antara yang lain, sedangkan tubuh terbentuk oleh faktor-faktor luar, hanya ketika tubuh dan pikiran seseorang selaras, dia baru bisa memiliki tubuh yang sehat, serta menghasilkan kebijaksanaannya.
Jika kalian bertemu dengan orang yang berhati busuk dalam kehidupan ini, orang yang jahat sekali, maka apa yang seharusnya kita lakukan? Kita seharusnya menganggapnya sebagai “ujian” bagi diri kita, seharusnya kita berpikir bahwa orang ini datang untuk menguji saya, jadi pada saat Anda tahu bahwa dia adalah orang jahat, Anda tetap bisa mengendalikan diri untuk tidak bertengkar dengannya, tidak bertikai dengannya, dan meng-anggapnya sebagai orang baik, dengan begitu Anda baru bisa meningkatkan level pembinaan diri Anda. Apabila sepanjang hidup ini, Anda tidak pernah bertemu dengan orang-orang jahat, maka Anda tidak akan bisa mengembangkan diri sampai seperti sekarang. Sama seperti dalam dunia kedokteran, jika tidak pernah menemukan bakteri ini, maka tidak akan bisa membuat imun ini. Jika bertemu dengan orang jahat, Anda harus berterima kasih kepadanya, karena dia membuat Anda mengerti bahwa di dunia ini masih ada orang yang jahat seperti dia, jadi jika lain kali Anda bertemu lagi dengan orang yang sama jahatnya, maka Anda tidak akan tertipu, oleh karena itu berterima kasihlah kepadanya, sebenarnya sama dengan belajar mengendalikan diri sendiri, belajar untuk bersabar dalam kesulitan. Menghadapi iblis, se-sungguhnya juga merupakan suatu ujian, kalau Anda tidak pernah bertemu dengan iblis, maka tekad Anda tidak akan teguh, karena tanpa godaan iblis, maka Anda tidak akan memiliki tekad, oleh sebab itu menghadapi iblis juga merupakan sebuah ujian bagi Anda. Contohnya: sekarang kalian semua tahu pentingnya mendoakan arwah asing ke alam yang lebih baik, jika arwah salah satu anggota keluarga Anda meminta Xiao Fang Zi pada Anda, bukankah Anda seharusnya berterima kasih kepada mereka, karena jika bukan mereka yang datang meminta Xiao Fang Zi pada Anda, maka karma buruk Anda tidak akan bisa terkikis, jika arwah asing yang ada pada tubuh Anda tidak bisa pergi, malah akan menyebabkan Anda sakit kepala di hari ini, atau sakit pinggang di hari esok, pokoknya selalu menimbulkan masalah-masalah lainnya yang mengusik Anda. Seperti: hari ini “dia” (arwah asing) membuat Anda terjatuh, Anda tahu ini adalah iblis yang mendatangi Anda, maka untuk menangkalnya, Anda perlu melafalkan Xiao Fang Zi untuknya, pahamilah bahwa semua ini terjadi karena Anda tidak membina diri dengan baik sebelumnya, Anda masih belum melunasi hutang karma dari kehidupan sebelumnya, yang membuat Anda menerima balasannya di hari ini, dan pembalasan ini harus Anda tanggung sendiri. Seseorang yang bisa selalu merasa bersyukur akan mampu menangkis godaan dan menghilangkan karma buruknya.
Master pernah mengatakan, jika ada keinginan yang mengganggu di dalam pikiran kalian, berarti ada iblis di dalam hati kalian, iblis ini adalah pencuri, Anda yang menempatkan “pencuri” ini di dalam hati Anda, membiarkannya mencuri hati Anda, mengapa dikatakan “mencuri hati”? Karena dia menguras habis segala kebaikan di dalam diri Anda, pencuri ini setiap hari mencuri hati Anda, setiap hari membuat Anda bersedih dan merasa benci, membuat hati Anda tidak tenang. Coba kalian pikirkan, dari mana asal berbagai perasaan sedih dan ketidaknyamanan ini? Semuanya berasal dari dalam hati Anda sendiri, oleh karena itu kita harus mengusir pergi “pencuri” ini dari dalam hati kita, pencuri ini adalah khayalan Anda, setiap orang memiliki khayalan dan cara terbaik untuk menghilangkannya, adalah dengan mengacuhkannya, membangunkan pe-mikiran benar, asalkan ada pemikiran yang benar di dalam pikiran Anda, maka ilusi yang mengganggu ini akan berkurang, memiliki pemikiran yang benar adalah cara terbaik untuk menghapus pemikiran yang meng-ganggu.
