Wenda20180713 17:28
Berikrar tidak melakukan hubungan suami istri apakah sama dengan melakukan pembinaan suci
Pendengar wanita: Berikrar tidak melakukan hubungan suami istri, apakah sama dengan melakukan pembinaan suci?
Master menjawab: Benar. Tidak melakukan hubungan suami istri sudah pasti adalah praktik dari pembinaan suci (Dalam kehidupan nyata, ada seorang teman se-Dharma wanita yang telah memiliki pacar, pasangannya juga merupakan teman se-Dharma. Teman se-Dharma wanita ini berikrar tidak melakukan hubungan suami istri, pacarnya ini juga setuju, serta bersedia membina bersama secara bersih. Akan tetapi teman se-Dharma wanita ini salah kaprah, mengira bahwa berikrar tidak melakukan hubungan suami istri itu sama dengan berikrar melakukan pembinaan suci, sehingga setiap hari sewaktu memasang dupa serta saat mengulang kekuatan ikrar di depan Bodhisattva, dia berkata bahwa dirinya telah berikrar tidak melakukan hubungan suami istri, ingin mengikuti jejak Bodhisattva, melakukan pembinaan suci, tapi kenyataannya adalah kekuatan tekadnya hanyalah sebatas tidak melakukan hubungan suami istri, karena bagaimanapun memiliki pasangan, tidak pernah berpikir untuk tidak menikah. Dikarenakan dia kurang paham tentang konsep pembinaan suci, sehingga menyebabkan berkata kepada Bodhisattva bahwa dia melakukan pembinaan suci, dalam kondisi seperti ini apakah ini berarti dia telah berikrar melakukan pembinaan suci?) Seharusnya sudah dikategorikan melakukan pembinaan suci.
Wenda20180713 17:28
许愿不做男女之事等于清修吗
女听众:许愿不做男女之事,就等于许愿清修吗?
台长答:是啊。不做男女之事肯定是清修了(现实生活中一位女同修已经有男朋友了,对方也是一位同修。女同修许愿不做男女之事,男同修也认可,并且愿意一起干干净净好好修的。但是女同修一直误以为许愿不做男女之事,就等于许愿清修,所以每天上香和菩萨讲愿力的时候,就说自己已经许愿不做男女之事,要跟着菩萨清修,但实际上她的愿力只是不做男女之事,因为毕竟有男朋友,没有想过真的不结婚。她这样因为清修概念不够清楚,导致和菩萨讲了清修,这种情况是否等于她已经许愿清修了?)应该是清修了。
