Belajar Buddha Dharma membutuhkan kesadaran diri 学佛要自觉

Master Lu Menjawab Surat Tentang Hal Keraguan (390) 2020-06-16

Belajar Buddha Dharma membutuhkan kesadaran diri

Wejangan Master:

Jalan kalian masih panjang. Jika tidak tekun dengan baik, kalianlah yang akan menderita di masa depan. Master telah memberi tahu kalian, berapa tahun lagi saya dapat memberi tahu kalian, semuanya tergantung pada diri kalian. Harus sadar diri dalam melakukan segala hal. Jika kalian anak yang baik, tidak masalah apakah Master ada atau maupun tidak. Sungguh memalukan jika seseorang terus-menerus membutuhkan orang lain untuk mengawasinya. Jika kamu tidak sadar diri, bukankah kamu mempermalukan Bodhisattva? Segala sesuatu membutuhkan kesadaran diri.

Kesadaran berarti pencerahan, dan Bodhisattva adalah makhluk yang tercerahkan. Jika kamu tercerahkan, telah melihat melampaui dan melepaskan segalanya, maka kamu tidak akan karena orang lain ada di dekatmu, maka melakukan dengan lebih baik, orang lain tidak ada, melakukan dengan buruk. Jadi, berusahalah untuk berubah, waktu tidak menunggu siapa pun. Setiap hari, setiap menit, adalah momen yang cepat berlalu. Jika kamu berubah, segalanya berubah.

Jika kalian baik, Master akan menyukai kalian, dan Bodhisattva akan mencintai kalian, dan kalian akan selalu menikmati hidup yang indah. Jika kamu hanya sekedar berbuat lebih banyak hal di depan orang lain, maka tidaklah berguna; Bodhisattva melihat dengan jelas. Oleh karena itu, membina diri dengan tulus dan sungguh-sungguh adalah jalan kebenaran. Seseorang yang membina diri dengan tulus dan sungguh-sungguh adalah berada di Jalan Kebuddhaan. Jika membina dengan palsu, selain penyimpangan dan sesat, apa lagi yang bisa dibina? Seseorang yang benar-benar memahami ajaran Buddha adalah orang yang tercerahkan. Seseorang yang memiliki kebijaksanaan adalah orang yang tersadarkan. Harus membina diri dengan baik dan memperbaiki kebiasaan buruk.

Master akan mengajari dan membantu kalian dengan semampunya. Jika tidak dapat membantu lagi, Master akan mundur. Master tidak dapat membantu kalian selamanya. Berharap kalian dapat mengandalkan kesadaran diri sendiri. Harus lebih tersadarkan dan kembangkan kebiasaan untuk sangat sadar diri. Mengembangkan kebiasaan baik seorang praktisi Buddhis yang benar-benar baik. Melafalkan paritta tanpa pengawasan, ini adalah pencerahan. Jika membutuhkan pengawasan terus-menerus itu seperti taman kanak-kanak. Buddha Dharma apa yang kamu pelajari? Berharap semua orang berusaha keras dengan baik dan menghargai kesempatan yang diberikan para Bodhisattva kepada kalian. Jangan berjalan seperti sedang meraba-raba di dunia, terus-menerus tersandung. Harus terus maju; jika tidak, maka akan tersingkir.

 

卢台长开示解答来信疑惑(三百九十)2020-06-16

学佛要自觉

台长语:

你们的路还很长,如果不好好地精进,以后吃苦的还是你们。师父已经和你们讲了,我能和你们讲多少年,主要还是靠你们自己,做任何事情要自觉,是好孩子的话,师父在、师父不在,都是一个样。一个人如果总需要别人盯着,多丢脸啊。你不自觉的话,不是丢菩萨的脸吗?任何事情都要靠自觉。

觉就是觉悟,菩萨就是觉者,就是觉悟人。你如果觉悟了、什么都看破放下了,就不会因为别人在你就做得好一点、别人不在你就做得不好。所以要好好改变,时间不等人,每一天、每一分钟,都是光阴流逝,你改变了,一切都在改变。

你们好了,师父也喜欢你们、菩萨也爱你们,你们会美好的生活万年长。如果你仅仅是在别人面前多做事情,没有用的,菩萨看得很清楚。所以真修实修是为道,一个人真修实修就是在佛道上面,假修的话,除了修偏、修邪,还能修什么?真正的理解佛法就是觉者,有智慧的人就是觉悟的人,要好好修,好好改毛病。

师父能教你们多少就教多少,能帮你们多少就帮多少,帮不了了就退了,师父不可能一直帮你们帮下去的,希望你们要靠自己自觉。要多觉悟,养成非常自觉的习惯,养成一个非常好的学佛人的好习惯,念经不要人管,这才叫觉悟,整天要别人盯着,那不是幼儿园吗?你学什么佛?希望大家好好努力,珍惜菩萨给你们的机会,不要在人间就像摸着石头走路一样动不动就摔一跤,要跟上,跟不上就淘汰了。