Bagaimana Praktisi Buddhis melepaskan hubungan cinta antar sesama sejenis 学佛人如何放下同性间的恋情

Wenda20150102  41:27 

Bagaimana Praktisi Buddhis melepaskan hubungan cinta antar sesama sejenis

Pendengar wanita: Seorang teman se-Dharma memiliki hubungan cinta dengan sesama jenis bertahun-tahun yang lalu, dia benar merasa bersalah terhadap orang tersebut dalam beberapa hal, pada awal mula ketika mereka berdua sangat ragu, orang tersebut juga memiliki seorang teman lawan jenis, ketika sangat bimbang, teman se-Dharma ini mengatakan kepadanya “Saya akan menjagamu, saya akan menyayangimu”. Sebuah ungkapan ini telah menyebabkan timbulnya hubungan cinta mereka sesama jenis ini dalam waktu yang sangat panjang, dia juga telah melakukan banyak hal demi orang tersebut, benar menjaga, dan menyayanginya, menghabiskan banyak uang untuknya, menjaganya dalam semua aspek.

Pada akhirnya dia merasa tidak boleh demikian, tidak seharusnya begini, juga karena telah belajar Buddha Dharma, setelah belajar Buddha Dharma mengalami banyak perubahan, dia setiap kali mengatakan kepada saya dia harus terbebas dari enam alam, di masa kehidupan ini harus berhasil dalam pembinaan. Dia sendiri juga sangat bekerja keras membabarkan Dharma. Akan tetapi setiap mengungkit masalah ini, ini adalah salah satu masalah di hatinya, setiap kali akan menceritakan setengah hari lamanya dengan saya, karena orang tersebut masih akan datang kembali mencarinya, orang tersebut juga belajar Buddha Dharma, akan tetapi bukan mempelajari pintu Dharma kita, juga umat Buddha, hanya bisa mengatakan seperti demikian.

Orang tersebut mengatakan “Mengapa setelah kamu belajar Buddha Dharma, langsung berubah? Berubah menjadi semakin dingin”. Dia ingin terlepas dari hubungan ini, orang tersebut terus-menerus mencari dia, berbagai macam aspek dalam kehidupan ataupun hal dalam pekerjaan mengandalkan dia, karena hubungan kedua orang itu dulunya orang tersebut mengandalkan dia. Sebenarnya di dalam hati teman se-Dharma juga ingin menjaganya, merasa berhutang kepadanya, ingin lebih banyak melakukan hal-hal demi dia, akan tetapi juga ingin menyelesaikan hubungan ini secara tuntas, terutama dia selalu menanyakan kepada saya, apabila orang tersebut sangat membencinya, apakah kelak dia bisa terbebas dari enam alam? Ini telah menjadi salah satu ganjalan di hatinya.

Master menjawab: Pada dasarnya apabila pihak lain membencinya, berarti dia tidak menghapus karma, apabila tidak menghapus karma, orang akan menarik karmanya, sudah tentu jika dia ingin menjadi Buddha akan sangat sulit (Master, lalu Anda beritahukan sekarang dia harus…) Pertama-tama jalinan hubungan ini telah menyebabkan balasan karma dia sekarang, hal seperti ini sama persis dengan hubungan cinta kasih  pria dan wanita, perasaan cinta kasih hubungan sesama jenis sama persis dengan hubungan pria dan wanita, berhubungan dalam waktu yang lama maka sudah tidak bisa lagi. Ketika di awal sangat panas sekali, sama saja. Berpacaran seperti ini banyak sekali, di luar negeri juga begitu, sangat baik sekali, satu berperan sebagai wanita satu berperan sebagai pria, kedua orang benar bagaikan wujud dan bayangan yang tidak terpisahkan, sangat mencintai sampai harus cemburu, sama persis

(Benar sekali. Karena beberapa kali apabila pihak satunya lagi muncul seorang lawan jenis dia akan sangat cemburu, sehingga sekarang pihak lainnya sangat membenci dia. Pihak satunya lagi ingin sekali bersama, dia tahu belajar Buddha Dharma memiliki ini tidak bisa menjadi Bodhisattva, maka selalu ingin putus, maka pihak lainnya berkata “Mengapa kamu seperti ini!” Sekarang sudah cukup, permainan dengan orang itu sudah cukup, mengatakan “Sudah mau putus, mau menjadi Buddha”, maka perbuatan salahmu pada masa lalu tidak dihitung lagi? “Hukum tembak mati” saja (Master, Anda beritahukan secara spesifik harus bagaimana? Pihak satunya lagi selalu datang mencarinya)

Bertobatlah! Melafalkan Li Fo Da Chan Hui Wen, Jie Jie Zhou (Dalam kehidupan nyata, karena pihak satunya selalu datang mencarinya, jadi sikap seperti apa yang harus dia pertahankan?) Sangat sederhana, pindah tinggal di luar untuk sementara waktu, jangan berada di sana (Mereka tidak berada di satu wilayah) baguslah jika tidak tinggal bersama, jangan berhubungan lagi (Kemudian pihak satunya selalu menelepon, apakah dia boleh menjawab?) Jangan dijawab, untuk apa di jawab?” (Tidak menjawab lagi?) Masih menjawab apa, dua orang sama seperti dengan pria wanita berpacaran, sudah berpisah mengapa masih menjawab telepon? Dan praktisi Buddhis pada dasarnya tidak boleh melakukan hal seperti ini (Iya)

Masih hubungan sesama jenis pula, sungguh mengerikan sekali! Kamu pergi lihat penyakit AIDS adalah hukuman dari atas langit kepada orang yang sembarangan, yang tidak bermoral (Sudah mengerti) Jangan bercanda! (Baik, berarti minta dia memutuskan semua komunikasi secara tuntas, benarkah? Baik-baik bertobat) Memutuskan orang lain akan menderita, harus tegas memutuskan (Benar) Kamu masih berulah terus apakah akan selesai? Masih bisa tuntas? (Benar sekali) Candaan seperti apa ini! Banyak sekali orang yang sangat menderita, setelah menderita berpacaran lagi, setelah berpacaran lagi semakin menderita!

(Saya sudah mengerti, Master. Mohon Anda banyak memberkati dia) Perlukah saya meminjamkan gunting kepadanya? Memutuskan tali asmara, minta dia memutuskan akar tali itu, dan tali seperti itu pada dasarnya adalah tali kaca, pada dasarnya bukan tali yang benar (Benar. Master, Anda banyak memberi berkat kepadanya, saya benar ingin dia fokuskan waktu dan pikiran di… jangan ada jeratan seperti ini) Sudah “diberkati”, harus “ditampar”, orang seperti ini… Apabila Master sama seperti Biksu tua pada beberapa masa kehidupan yang lalu, orang seperti dia ingin menjadi Biksu, maka saya akan memukulnya di dalam kuil, Candaan seperti apa ini! (Hehe, Master, bagaimana anda memperlakukannya, semua ini dia bersedia menerima. Keteguhan hatinya sangat besar, harus berhasil dalam pembinaan, dia setiap kali mengatakannya kepada saya)

“Berhasil dalam pembinaan” karma yang dia ciptakan sendiri maka dia sendiri yang terima, sebab yang dia ciptakan sendiri maka dia sendiri yang terima buah pembalasannya. Menderita ketika buah pembalasan tiba, lalu ketika kamu menciptakan sebab mengapa tidak terasa? (Sudah mengerti. Master, saya akan memberitahukan kepadanya, Anda jangan marah) Saya tidak akan marah, setelah mengatakan maka saya sudah lupa.

 

wenda20150102  41:27  

学佛人如何放下同性间的恋情

女听众:一个同修很多年前有一段同性之间的恋情,他确实是有些地方挺对不起那个人的,他们刚刚开始两个人都很犹豫的时候,那个人也有一个异性的朋友,很纠结的时候,是这个同修对他说“我会照顾你的,我来心疼你好了”。一句话导致了他们很长很长时间这种同性的恋情存在,他为那个人也做了非常多的事情,确实是在照顾他,在心疼他,给他花了很多钱,各方面都照顾他。到后来他觉得不行,不应该这样,也学佛了嘛,学佛之后改变很多,他每次都跟我讲他一定要脱离六道,这一世一定要修成。他本身也特别努力地在弘法。但是一提到这个事情,这是他的一个心病,每次都会跟我讲半天,因为对方还会再回来找他,对方也学佛,但是不是学我们这个法门,也是信佛的,只能这么讲。对方就说“你怎么一学佛,人就变了?变得越来越冷漠”。他想脱离这层关系,对方不断地在找他,各种生活上或者工作上的事情来依赖他,因为以前两个人的关系就是那个人依赖他。这位同修心里其实也是想照顾他,觉得自己亏欠对方,想为他多做一些事情,但是又想彻底地了断这些关系,最重要他总是问我,如果对方特别恨他的话,他将来能不能够脱离六道?这个成了他一个心病了。

台长答:本身对方恨他的话,就说明他没消业呀,没消业的话人家拉住他的业,当然他要成佛就很难了(师父,那您说他现在应该……)首先这段因缘造成了他现在的这个果报,这种事情就跟男女谈恋爱一模一样,同性恋谈恋爱跟男女正常的谈恋爱是一模一样的感情的,谈到时间长了就不行了呀。开始的时候热得不得了,一样的呀。这种谈恋爱的事情很多,在国外也是的啊,好得不得了,一个做女人一个做男人,两个人真的是形影不相离,爱得咧还要吃醋,一模一样的(就是。就是因为好几次对方有另外一个异性出现的话他都特别吃醋,所以现在对方特别地恨他。对方老想跟他在一起,他知道学佛有这个不可能成菩萨的,就老想断,对方就说“你怎么这样子!”)现在差不多了,跟人家玩得差不多了,说“要断了,要成佛了”,你过去做错的事情就不算了?“枪毙”了(师父,您说说具体怎么办?对方老爱找他)忏悔啊!念礼佛大忏悔文、解结咒(在具体的生活中,因为对方老来找他,他应该保持什么样的一个态度?)很简单,先搬出去住一段时间,不要在当地(他们不在一个地方)不在一起么好了,不要联系了(那对方老打电话,他接不接啊?)不接了,接什么?!(就不接了?)

还接什么,两个人等于跟男女谈恋爱一样的,已经bye-bye了为什么还要接电话啊?而且学佛的本身就不能做这种事情的(嗯)还同性恋呢,吓死人呢!你去看看艾滋病就是上面来惩罚那些乱七八糟、乱伦的人啊(明白)开玩笑了!(行,那就让他把所有的联系方式都彻底断掉是吧?好好忏悔)断掉人家痛苦,长痛不如短痛啊(是)你再搞下去搞得完的?还有完了?(是啊,没错)开什么玩笑!很多人就是很痛,痛了再谈一谈,谈了更痛!(我懂了,师父。请您多多加持他吧)要不要我给他借把剪刀啊?剪断情丝,叫他把那根丝剪掉,而且这种丝本来就是玻璃丝,本来就是不正的丝(是啊。师父,您多加持他吧,我真的想让他把所有的精力……不要有这些纠缠)“加持”了,要“抽”他了,这种人……要是师父像过去几辈子做老和尚的话,像他这种人要出家的话,我就在庙里要抽他了,开什么玩笑!(呵呵,师父,您怎么对他,他都愿意接受的。他决心特别大,一定要修成,他每次都跟我这样讲)“修成”了,自己造的业自己受,自己造的因自己受果报。果报来的时候难受了,那你造因的时候怎么不感觉的?(懂了。师父,我跟他讲,您别生气啊)我才不会呢,讲过我就忘了。