Bagaimana mengendalikan diri agar tidak marah ketika menghadapi suatu masalah 怎样让自己碰到事情不发脾气

Pertanyaan pada Pertemuan Umat Buddhis Sedunia di Paris- Prancis, 29 September 2017

Bagaimana mengendalikan diri agar tidak marah ketika menghadapi suatu masalah

Tanya: Master telah berkali-kali memberikan wejangan untuk memperingatkan kepada kita bahwa sebagai seorang praktisi Buddhis tidak boleh mengambil keputusan apapun ketika sedang marah atau emosi. Kita dalam kehidupan nyata, juga sering membatasi diri dalam proses pembinaan diri, harus berlapang dada, menoleransi, dan memaafkan orang lain. Namun,  ketika keadaan buruk datang di depan mata, secara sadar atau tanpa sadar akan mengikuti kekuatan karma diri sendiri dan membuat karma baru dengan sengaja atau tanpa sengaja, ini adalah hal yang sangat mengerikan. Mohon Master welas asih memberikan wejangan, bagaimana kita bisa mengendalikan emosi diri dengan baik dan membuat segala sesuatu berkembang ke arah yang baik tanpa menciptakan karma baru?

Jawab: Saya beri contoh sederhana, kamu tidak pernah mencuci piring, memecahkan piring sepanjang hari. Lalu bagaimana kamu mencuci piring tanpa memecahkan piring dan mangkok? Terus berlatih, terus mencuci, terus latihan. Bagaimana kamu bisa mengendalikan diri agar tidak marah ketika menghadapi suatu hal? Sering belajar Buddha Dharma, sering memahami ajaran Buddha mengajarkan harus bersabar dan tekun, bertahan dan mengalah kepada orang lain. Menghadapi hal apapun, harus belajar bersabar, sering berlatih. Berlatih hingga pada ahirnya kamu tidak akan menghadapi hal seperti itu lagi.

 

170929 法国·巴黎世界佛友见面会提问

怎样让自己碰到事情不发脾气

问:师父多次开示告诫我们,学佛人不能在生气或者情绪激动的时候做出任何决定。我们在现实修行的过程中也经常约束自己,要包容、宽恕、原谅别人。可是当不好的境遇来到自己面前的时候,就会自觉不自觉地随着自己的业力走下去了,而且还会有意无意地造下了新业,这是很可怕的事情。请师父慈悲开示,我们如何才能够很好地控制自己的情绪,使事情向好的方向发展,同时又不会造新业?

答:我举个简单例子,你从来没有洗过碗,整天把碗砸碎,那你洗碗怎么样不把盘子、碗砸碎呢?不停地练,不停地洗,不停地锻炼。你怎么样能够让自己碰到事情不发脾气呢?经常学佛,经常懂得佛法讲的应该忍辱精进,忍耐,得理要让人。碰到什么事情要学会忍耐,经常练,练到后来你就不会碰到这种事情。