wenda20170604B 36:25
Bagaimana menentukan tinggi rendahnya buah kesadaran yang dicapai seorang Bodhisattva?Pendengar pria: Master, setelah membina diri terbebas dari enam alam, bagaimana menentukan tinggi rendahnya buah kesadaran yang dicapai seorang Bodhisattva?
Master menjawab: Tinggi rendahnya buah kesadaran yang dicapai seorang Bodhisattva, umumnya jika dia baru saja naik, pada dasarnya dia adalah Bodhisattva paling dasar. Misalnya, kamu terlahir menjadi seorang manusia, asalkan kamu datang ke alam manusia, maka kamu disebut seorang manusia. Sama-sama datang ke alam manusia, jika dia terlahir menjadi seekor binatang, maka dia datang ke dunia ini, dia juga adalah seekor binatang. Untuk kita yang terbebas dari enam alam, terlebih dahulu kita akan menjadi Bodhisattva biasa, semuanya disebut Bodhisattva.
Kemudian, perlahan-lahan akan meningkat berdasarkan tingkat kesadaran spiritualnya di surga, apa yang saya katakan ini adalah Bodhisattva yang biasa. Jika kamu adalah seorang Bodhisattva yang sangat besar di alam manusia ini, maka setelah kamu naik, sebenarnya kamu sudah berhasil mencapai buah kesadaran di alam manusia. Ada dua jenis kemungkinan jika kamu naik ke surga. Yang pertama, setelah kamu naik, sudah ada posisi buah kesadaran yang menunggu kamu. Saya beri contoh sederhana, misalnya, kamu adalah seorang gubernur di suatu provinsi, dan kamu dipindahkan ke provinsi lain, kamu masih tetap menjabat sebagai gubernur di provinsi itu.
Kamu telah membina diri ke posisi gubernur di alam manusia, maka kamu masih di posisi gubernur ketika naik ke surga, mengertikah? (Mengerti) Kamu telah membina diri mencapai Bodhisattva tingkat ketiga di alam manusia, maka kamu akan menjadi Bodhisattva tingkat ketiga ketika kamu naik ke surga. Ini yang pertama; dan yang kedua, pada dasarnya semuanya naik, dan setelah naik, dia perlahan-lahan membina dirinya di surga, dia juga bisa disebut Bodhisattva tingkat awal (juga harus membina diri) juga di sebut Bodhisattva tingkat awal, Bodhisattva tingkat awal adalah Bodhisattva tingkat pertama.
Bodhisattva tingkat kedua dan tingkat ketiga… begitulah (Master, bolehkah dipahami begini? Jika kamu adalah Bodhisattva tingkat kesepuluh di alam manusia, maka kamu adalah Bodhisattva tingkat kesepuluh di surga. Ini terutama masih ditentukan oleh pembinaan dirinya di dunia, yang mencakup bagian besar?) Iya, karena sifat dasarmu ada di dunia, dan roh aslimu ada di dunia. Banyak orang telah membina dirinya menjadi Buddha di alam manusia, jadi ketika dia naik, maka dia adalah seorang Buddha (Ya)
Mengapa alam manusia begitu penting? Mengapa Master begitu cemas meminta kalian harus baik-baik membina diri, melatih diri dengan baik? Sebenarnya, itu tergantung pada alam manusia. Sebagai contoh sederhana, kamu lulus perguruan tinggi itu adalah suatu konsep. Namun yang paling utama adalah kamu harus berusaha keras sewaktu belajar di perguruan tinggi. (Master, tinggi rendahnya buah kesadaran seseorang berapa persen tergantung pada pembinaan dirinya di dunia, dan berapa persen tergantung pada pembinaannya di surga?)
Jika kamu datang ke alam manusia, misalnya Bodhisattva yang datang dengan tekad untuk menolong semua makhluk, maka buah kesadaran ini akan terus dibina ke atas. Seberapa banyak yang kamu bina di alam manusia ini, maka seberapa banyak yang kamu capai di surga. Kamu berada di alam manusia, misalnya, semua perbuatan yang kamu lakukan adalah perbuatan seorang Buddha, maka kamu pasti akan menjadi seorang Buddha ketika kamu naik ke surga.
Setelah naik ke surga, bagaimana meningkatkan pembinaan diri? Setelah naik ke surga, dia adalah seorang Bodhisattva tingkat satu. Setelah terus belajar dan mendengarkan wejangan dari Bodhisattva agung, dia akan tercerahkan seperti kita di dunia ini, dia juga akan ada potensi kesadaran. Mengapa dibagi menjadi tingkat atas bagian atas? Mengapa dibagi menjadi tingkat bawah bagian bawah? Ini adalah tingkatanmu, mengapa tingkat kamu belum memadai? Karena potensi kesadaranmu belum terbuka, kamu masih belum membuka potensi kesadaranmu.
Hanya saja setelah kamu menjadi seorang Bodhisattva, karena kamu naik ke surga dengan membawa sedikit karma di tubuhmu, kamu telah menjadi seorang Bodhisattva. Setelah kamu membasuh diri di Kolam Tujuh Pusaka dan Delapan Air Jasa Kebajikan, setelah kamu keluar, kamu hanya bersih di badan saja, namun bersih bukan berarti kamu dalam keadaan sehat. (Sudah mengerti. Terima kasih Master welas asih memberikan wejangan.)
wenda20170604B 36:25
菩萨果位的高低是怎么衡量决定的男听众:师父,修出六道后,一个菩萨果位的高低是以什么来衡量决定的?
台长答:一个菩萨的果位高低,一般刚刚上去的话,基本上都是最基本的菩萨,比方说你投人了,你只要到了人间,你就称为一个人了。同样到人间,投胎一个动物,那么到了人间,它还是动物。像我们一出六道,先是做普通的菩萨,都称为菩萨。然后在上面根据他的境界,再慢慢地升,我说的这是普通的。如果你在人间本身就是很大的一位菩萨,你上去之后,实际上人间基本的果位你已经修成了。你上去有两种,一种是你上去之后,就有果位等着你了。我举个简单例子,比方说你在某某省是做省长,你调到那个省,你也是省长。你在人间已经修到省长的位置了,你到天上还是做省长的位置,明白吗?(明白)你在人间修到三地菩萨了,你到了天上就是三地菩萨,这是一个;还有的,基本上都上去,上去之后再靠自己在天上慢慢修,也可以初地(也要修)也要叫初地,初地就是一地。二地、三地菩萨……就这样(师父,可以这样理解吗?你在人间是十地菩萨,在天上就是十地菩萨,还是主要是靠人间的修为而决定的,占大部分?)对,因为你的本性在人间,你的本灵在人间。很多人在人间已经修成佛了,所以他上去就是佛(是)人间为什么这么重要,为什么师父这么着急叫你们要好好修、好好修,其实就是靠人间。举个简单例子,你大学毕业那是一个概念,你最主要还是在大学里读书的时候要用功(师父,一个果位的高低百分之多少取决于他在人间,百分之多少取决于他在天上修呢?)如果你到了人间,比方说乘愿再来的菩萨,你这个果位就往上修了,你在人间修多少,到天上就得多少。你在人间,比方说做的都是佛的事情,你到天上一定成佛的。到了天上之后还能怎么修上去,到了天上,他也是一地地菩萨,经过不断地学习、听大菩萨的开示,他跟我们人间一样,也是开悟,他也是在有悟性的。为什么要分成上等上品?为什么要分成下等下品?这就是你的品位,为什么你的品位不够呢?因为你的悟性不开,还是悟性不开。只是说你做了菩萨之后,因为你身上已经带了很少的业障上的天,你已经成为一个菩萨了,你在七宝池八功德水里边洗净之后,你出来了,你只是身上干净了,但是干净不代表你身体好(明白了,谢谢师父慈悲开示)