Bagaimana memahami “memiliki perasaan” dan “tanpa perasaan” 如何理解“有情”和“无情”

Pertanyaan dari kelompok belajar bersama di seminar Dharma Tokyo – Jepang (07 Okt 2017)

Bagaimana memahami “memiliki perasaan” dan “tanpa perasaan”

Tanya: Di Seminar Dharma Taiwan 3 October, Bodhisattva Manjusri memberi wejangan “Memiliki perasaan merupakan penderitaan, tanpa perasaan merupakan kebijaksanaan”, Master memberi wejangan “Tanpa perasaan berarti tanpa kekhawatiran”, kami dapat memahami bahwa tanpa perasaan berarti tidak melekat, tanpa kemelekatan rupa, tetap bergeming, hati tanpa kekhawatiran. Bagaimana kami memahami tingkat memiliki perasaan dan tanpa perasaan?

Jawab: Memiliki perasaan sudah seharusnya, terhadap segala hal di dunia ini kita harus memiliki perasaan, terhadap orang lain harus bersikap baik, jika orang lain tidak memperlakukanmu dengan baik, kamu juga harus bersikap baik terhadap orang lain. Kita melayani makhluk hidup, bukankah selamanya kita harus bersikap baik terhadap orang lain? Ketika orang lain menunjukkan wajah yang tidak senang, kamu juga harus bersikap baik padanya, ini disebut “memiliki perasaan”. Apakah tanpa perasaan itu? Yaitu terhadap nafsu keinginan  dan keserakahan di dalam hati  harus ditinggalkan dengan tanpa perasaan, bukan menyuruhmu untuk meninggalkan anak, istri, dan suami, melainkan tanpa perasaan terhadap nafsu keinginanmu sendiri, kebencian dan juga kebodohan,  meninggalkan keserakahan kebencian dan kebodohan, ini disebut meninggalkan dengan “tanpa perasaan”.

Tanya: Apakah dapat kami pahami  bahwa memiliki perasaan dan tanpa perasaan merupakan akar dasar kami dalam menekuni Dharma dan membuka kesadaran?

Jawab: Salah satu akar dasar.

 

161007日本·东京世界佛友见面会共修组提问

如何理解“有情”和“无情”

问:在10月3日台湾法会上,文殊师利菩萨开示“有情是苦,无情是智”,师父开示“无情就是无罣碍”,我们能够理解无情就是不执著、不着相、如如不动、心无罣碍。我们如何把握有情和无情的度?

答:有情是应该的,我们对这个世界上一切都要有情,对别人要好,别人对你不好,你也要对人家好。我们服务众生,是不是永远要对人家好?人家给你脸看,你也要对他好,这叫“有情”。无情是什么呢?就是对自己心中的欲望、贪欲要无情地抛弃掉,并不是叫你把孩子、老婆、老公抛弃掉,是让你无情地把自己的欲望、恨念还有痴念——贪瞋痴抛弃掉,这叫“无情”地抛弃。

问:我们能否理解有情和无情是我们学佛开悟的根本?

答:根本之一。