Bagaimana memahami “keheningan berawal dari pikiran yang tenang” 如何理解“寂定于心”

 

Wenda20170709A 31:17

Bagaimana memahami “keheningan berawal dari pikiran yang tenang”

Pendengar wanita: Master, di buku Bai Hua Fo Fa jilid 5 Bab 20, Anda menjelaskan, “pada kenyataannya, orang yang tekun, dalam mengerjakan segala hal dia sudah memiliki “hening” dari keheningan ini. Oleh karena itu, dalam menekuni Dharma, membina pikiran adalah yang terpenting, jika seseorang bisa membina pikiran dengan baik, maka dia akan bisa membuat banyak materiil di dunia ini berubah menjadi lenyap.” Master memberitahukan kepada kalian “keheningan berawal dari pikiran yang tenang”. Apakah maksud dari “hening”? Yakni kesunyian, ketenangan. “Berawal dari pikiran yang tenang” berarti harus bisa tenang. Seseorang yang membina pikirannya apabila bisa tenang, yang utama adalah bermula dari pikirannya. Mengapa ada banyak orang yang tidak bisa membina pikirannya dengan baik? Karena dalam kesehariannya, pada dasarnya dia memang adalah orang yang tidak bisa menenangkan pikirannya. Dia memerlukan keheningan, dia baru bisa menenangkan pikirannya, ini yang disebut keheningan berawal dari pikiran yang tenang. Kita mengatakan “kelenyapan”, jika seseorang yang membina pikirannya bisa memusatkan dan menenangkan pikirannya, maka keheningannya pasti sangat penting. Saya sering bertanya kepada orang yang membina pikirannya: “Apakah pikiranmu sepenuhnya terpusat pada satu titik?

Master menjawab: Kelenyapan artinya mengumpulkan hatimu, kumpulkan bersama (benar) kumpulkan hatimu, jangan terlalu tercerai-berai. Kamu lihat banyak orang yang mengidap penyakit jiwa, mengapa mereka disebut “skizofrenia”?  Karena jiwa mereka tercerai-berai, maka disebut “skizofrenia”.  “Hening” artinya mengumpulkannya secara bersama (bagaimana dengan “lenyap”?) Kumpulkan bersama dan jangan ada pemikiran ini, tenang dan hilangkan semua pemikiran ini, mengertikah?  (Oh, saya mengerti) Saya bertanya kepadamu, ketika para biksu bermeditasi, pertama-tama mereka menghilangkan semua pemikiran liar dari pikiran mereka, ini yang disebut “keheningan”.  Kemudian, setelah membina pikiran dan duduk lama di sana, sudah tidak ada “Aku” lagi, tiada rupa manusia, tiada rupa makhluk hidup, tiada rupa usia, bahkan tidak dapat menemukan diri sendiri lagi, bukankah ini merupakan kelenyapan?  Diri sendir telah lenyap dan tidak ada lagi.  Ini disebut melampaui kesadaran spiritual “manusia” diri sendiri, sudah mengertikah?  (Oh, akhirnya saya mengerti. Saya lama membaca buku itu, namun saya masih belum bisa memahaminya. Saya sangat berterima kasih kepada Master) kalian semua anak-anak ini berbudaya, tidak seperti ibu-ibu tua dan paman tua yang melafal paritta dan membina pikiran mereka hanya dari mulut, namun tidak sepenuh hati.  Sekarang kalian semua adalah orang-orang terpelajar dan pandai meneliti. Ajaran Buddha Dharma adalah filsafat, Sang Buddha kita yang Mulia, ini adalah pendidikan, ajaran Buddha Dharma adalah mendidik orang (iya)

 

Wenda20170709A 31:17 

如何理解“寂定于心”

女听众:师父,上次您解释的《白话佛法》第五册第二十篇,“实际上用心的人,做任何事情就是个寂静的‘寂’字。所以学佛,修心是最重要的,如果一个人能够把心修好了,他就能把娑婆世界的很多物质变为寂灭。”“师父给大家讲‘寂定于心’。寂是什么?就是寂静的寂,定于心就是要安静。一个修心的人如果能够安静的话,主要是从心开始出发的。为什么很多人修心修得不好?因为在生活当中他本身就是一个定不下心来的人。他想要寂静,他才能定下心来,所以叫寂定于心。我们说‘寂灭’,如果一个修心的人在心中能够定下心来,他的寂一定是很重要的。我经常问修心的人:‘你的心是不是全部集中在一个点上?’”

台长答:寂灭的意思就是说,你把心归拢起来,收在一起(对)把心收起来,不要太散乱。你看很多精神不好的人,为什么叫“分裂症”?因为精神散乱,叫“精神分裂症”。“寂”就是把它聚在一起(“灭”呢?)聚在一起不要有这个念头,安静下来,把这个念头都灭掉,明白了吗?(哦,明白了)我问你,法师打坐,meditation[注:冥想],他们首先把脑子里杂念全部去掉,就叫“寂”。然后,修心,坐在那里时间长了,无我了,无人相了,无众生相,无寿者相了,连自己都找不到了,是不是寂灭了?自己都灭掉了,没了。这个就叫超脱你自己“人”的境界了,明白了吗?(哦,终于明白了。我当时看书看了半天,还是想不明白。太感恩师父了)你们这些孩子都是有文化的,不是像过去老妈妈、老伯伯念经修心,有口无心。现在你们都是有文化的人,会研究。佛法是哲学,我们伟大的佛陀,他这个是教育,佛法教育人的(是)