Shuohua20130913 07:42
Bagaimana memahami dengan benar “nian nian wu nian–Melafalkan tanpa pemikiran” dan “you kou wu xin—melafal dengan mulut namun tidak tulus”
Pendengar wanita: Anda mengatakan “Melafalkan tanpa pemikiran” dan “melafal dengan mulut namun tidak tulus”, bagaimana seharusnya kedua kalimat ini disatukan secara harmonis saat melafalkan paritta, harus bagaimana memahaminya dengan benar?
Master menjawab: Sangat sederhana. Apa itu “Melafalkan tanpa pemikiran”? Yaitu sudah melafalnya tetapi sepertinya tidak ada melafalkannya. Saya bertanya kepadamu, melafal paritta hingga pada akhirnya, apakah kamu merasa sedang melafal tidak? Jika kamu melafal sampai pada akhirnya kamu sangat menghafalnya, kamu sama sekali seperti tidak melafalnya. Seseorang yang melakukan perbuatan baik hingga pada akhirnya, dia melakukan kebaikan setiap hari, yang dia lakukan adalah hal yang baik, seperti tidak dilakukannya. Ini artinya telah mencapai tingkat kesadaran spiritual tertentu, meningkat pada tingkat kesadaran spiritual yang berbeda. (“Melafal dengan mulut namun tidak tulus” bukan juga…) “Melafal dengan mulut namun tidak tulus” bisa dikatakan baik dan juga bisa dikatakan tidak baik.
Jika berbicara dari sudut pandang yang baik, berarti mulut itu berbicara; “punya mulut tapi tidak punya hati” yaitu mulutnya melafal paritta, tetapi hatinya tidak bergerak, itu juga tidak baik. Sama seperti seorang biksu kecil yang melafal paritta, ” Melafal dengan mulut namun tidak tulus”, oke? “Blaa, blaa, blaa” melafalnya, hatinya tidak bergerak juga tidak boleh. Jika “melafalkan dengan pemikiran”, meskipun dia tidak melafal paritta, tetapi dia sudah melafalnya, hati dan pikirannya sudah melafalnya, ini disebut “melafalkan tanpa pemikiran”. “Melafalkan tanpa pemikiran” seperti tidak ada melafalkan, lalu apakah ada efeknya? ” Melafal dengan mulut namun tidak tulus” juga begitu. Mulut berbicara apa, tetapi pikirannya tidak memikirkannya. Itu tidak bisa. (Master berkata bahwa “Melafalkan tanpa pemikiran” itu mengacu pada suatu tingkat kesadaran spiritual. I
tu bukan berarti ketika melafal paritta, berikrar di dalam hati, sambil melafal paritta sambil berpikir, “Saya harus bagaimana dan bagaimana?” Tetapi adalah tingkat kesadaran spiritualmu sudah mencapai, sudah menyatu dalam darah, menyatu dalam kesadaranmu. Artinya orang ini pasti adalah orang yang baik, dia tidak mungkin akan melakukan perbuatan yang jahat. Kesadaran orang ini adalah baik. Kesadaran yang muncul darinya pasti adalah baik. “Melafalkan tanpa pemikiran” pemikiran ini, semua yang dilafal dan dia sendiri membaca buku, sebenarnya dilihat dari kedua ini adalah “serupa”, pemikiran yang keluar adalah murni, sehingga ketika pemikiran ini muncul, terkadang tidak perlu memikirkannya, yang keluar pasti untuk membantu orang lain, mengertikah?
Ada satu lagi yang melafal paritta sampai akhirnya, seolah-olah dia tidak melafalnya, mengerti? (“Melafalkan tanpa pemikiran” dan ” melafal dengan mulut namun tidak tulus ” kedua kondisi ini jika tidak memikirkan niat ketulusan dan tidak melihatnya lebih dalam, hanya melihat fenomenanya mungkin adalah sama, tetapi jika dilihat lebih mendalam, itu sama sekali berbeda) Ya, begitulah (“Melafalkan tanpa pemikiran” jika ada orang yang berniat tulus, benar-benar tingkat kesadaran spiritualnya sedang meningkat, benar-benar berpikir seperti itu : mengembangkan bodhicitta, meneladani Guan Shi Yin Pu Sa. Tetapi ketika benar-benar melafalkannya, mungkin pembinaannya belum cukup baik dan masih memiliki pikiran mengganggu, ini juga merupakan proses yang normal?) Ya begitulah. Kenyataannya, itu sama seperti mulai sekolah sampai pada akhirnya bisa menghafalnya.
Shuohua20130913 07:42
怎样正确理解“念念无念”和“有口无心”
女听众:您说“念念无念”和“有口无心”,念经的时候这两句话该怎么去和谐统一,应该怎么好好地正确理解呢?
台长答:很简单。“念念无念”是什么?就是念了像没有念一样。我问你,念经念到后来,你自己感觉在念不?如果你念到后来完全熟得不得了,根本觉得像没有念一样。一个好人做好事做到后来天天做好事,他做出来都是好事,像没做好事一样的。这就是到了一个境界,上升到一个不同的境界了(“有口无心”不是也是……)“有口无心”可以说是好的,也可以说是不好的,如果从好的来讲,就是说嘴巴在讲;“有口无心”嘴巴里在念,但是心没有动,那也是不好的。像小和尚念经“有口无心”好呀?“呱呱呱”念,心没有动也不行。“念念无念”的话,他虽然没念,但是已经有念,心里在念了,这叫“念念无念”。
“念念无念”像没有念一样,那有什么效果?“有口无心”也是这样的。嘴巴讲什么东西,但是心里没有去想,那就不行(师父是说“念念无念”指的是一种境界,不是说念的时候心里在发愿,一边念经一边在想“我是怎么怎么样”,而是说你的境界已经到了,已经融化在血液里了,是这个意思吗?)不是融化到血液里,是融化到你的意境里。就是说这个人肯定是好人,不可能做出坏事来的,这个人的意念是善良的,他出来的意念一定是善良的。“念念无念”这个念头,所有的念和他自己念书的念,其实从这两者来讲“异曲同工”,念头出来都是纯洁的,所以这个念头出来有时候想都不用想,他出来一定帮助人家的,听懂吗?还有一个念经念到后来,像没有念一样,明白吗?(“念念无念”和“有口无心”这两种状态如果不考虑发心,不往深处去看,光看现象的话有可能是一样的,但要往深处去看的话就完全不一样了)对,就是这样(“念念无念”如果有人发心,真的境界在往上提高,真的就是那样想:发菩提心,向观世音菩萨学习。但是真正念的时候有可能修得不够好还有杂念,也是个正常的过程?)是这样,实际上就是像从开始读书到后来背出来一样的。
