Master Lu Menjawab Surat Tentang Hal Keraguan (366) 2020-02-29
Bagaimana Cara Menggantikan Kekurangan Kasih Sayang Ayah pada Anak
Tanya: Master pernah menyebutkan dalam program bahwa anak yang kekurangan kasih sayang ayah sejak kecil tidak memiliki keteguhan hati. Saat ini angka perceraian cukup tinggi, dan banyak orang yang setelah mengalami kegagalan pernikahan ingin membesarkan anak sendirian, tanpa mempertimbangkan untuk menikah lagi. Untuk situasi seperti ini, bolehkah memohon wejangan lebih rinci dari Master: bagaimana seharusnya praktisi Buddhis menggantikan kekurangan kasih sayang ayah pada anak? Sebagai pihak ibu, aspek pendidikan mana yang perlu lebih diperhatikan?
Jawab: Secara umum setelah orang tua bercerai, jika anak laki-laki ikut bersama ibu dan sepenuhnya menerima pendidikan serta kasih sayang ibu, lama-kelamaan ia akan cenderung bersikap feminin, menjadi seperti anak perempuan. Sebaliknya jika anak perempuan ikut bersama ayah, lama-kelamaan ia akan cenderung bersikap seperti maskulin, menjadi semakin seperti anak laki-laki. Lalu bagaimana cara mengatasi masalah ini? Apa yang diberikan ibu kepada anak laki-laki adalah kasih sayang ibu, lalu bagaimana jika anak kekurangan kasih sayang ayah?
Ibu harus mengajarkannya lebih banyak tentang bagaimana anak laki-laki seharusnya bersikap teguh, membiarkannya membaca buku-buku yang berkaitan dengan hal tersebut, serta melafalkan Da Bei Zhou untuknya. Membiarkan dia tahu untuk memiliki pendirian dalam segala hal, dan membentuk kepribadiannya sendiri. Banyak ibu yang berkata: “Anakku, kamu sudah besar. Sekarang kamu tidak punya ayah, jadi di rumah kamu harus bersikap seperti seorang ayah. Jika ada masalah, kamu harus membantu ibu mengambil keputusan, ibu akan mendengarkan pendapatmu.” Hanya dengan begitu kepribadian laki-laki pada anak akan terbentuk perlahan. Jika segala keputusan diambil oleh ibu, dan ibu selalu melindungi anak seperti induk ayam yang selalu mendekap anak-anak di dekatnya, anak tersebut tidak akan pernah dewasa dan tidak akan memiliki kepribadian yang teguh. Oleh karena itu, kepribadian anak laki-laki harus dibentuk dengan sungguh-sungguh.
Ibu harus sering berkata: “Anakku, kamu adalah laki-laki, kamu harus berani mengambil keputusan!” “Anakku, kamu sudah berumur sekian tahun, banyak hal yang bisa kamu kerjakan sendiri sepenuhnya. Jangan biarkan ibu terus mengatur segalanya untukmu, belajarlah mengatur dirimu sendiri. Ibu hanya akan membantumu jika diperlukan.” Membimbing dia membentuk sifat mandiri dan sikap mental yang teguh agar mampu bertahan hidup di masyarakat, serta berikan lebih banyak semangat kegagahan. Jika seorang anak laki-laki memiliki semangat kegagahan, ia tidak akan mudah ditindas di sekolah.
Mengapa banyak anak laki-laki ditindas di sekolah? Karena ia merasa orang tuanya sudah bercerai, ia tidak memiliki ayah lagi, ada yang hilang dari keluarganya. Maka saat di sekolah ia menjadi takut, merasa berbeda dengan teman lain, dan merasa keluarganya tidak lengkap. Perasaan negatif seperti ini sangat berat, bahkan muncul rasa malu dan rendah diri dalam hatinya.
Itulah sebabnya saat mengajarkan orang lain, Master sering berkata: “Ayahmu ada, ibumu juga ada, kamu tidak kekurangan apa pun. Ayah sangat menyayangimu, ibu juga sangat menyayangimu. Hanya saja ayah dan ibu memiliki perbedaan pendapat, apa hubungannya itu denganmu? Meskipun ayah dan ibu bercerai, ayah tetap sangat menyayangimu, ibu juga tetap sangat menyayangimu. Kamu adalah anak mereka, keduanya menyayangimu, kamu tidak kehilangan apa pun!” Tanamkan pemikiran seperti ini pada dirinya, agar ia membangkitkan semangat dan inisiatifnya sendiri, serta menyadari bahwa “Saya adalah laki-laki, saya harus membantu ibu, saya harus berani berdiri untuk ibu.”
Sejak dulu ada pepatah, kakak laki-laki di rumah menggantikan posisi ayah, sehingga harus bersikap seperti seorang ayah. Tanamkan semangat seperti ini pada anak laki-laki, jangan terus-menerus berkata: “Anakku sayang, dengarkan ibu, dengarkan ibu…” Karena tanpa disadari sikap dan gerak-geriknya akan menjadi seperti perempuan. Kalian bisa melihat banyak anak laki-laki yang gerak-geriknya persis seperti ibunya, hal ini tidak boleh terjadi.
Lalu bagaimana seorang anak perempuan bisa bersikap seperti anak laki-laki? Itu karena orang tuanya sering berkata: “Lihatlah kamu, persis seperti anak laki-laki tomboi,” sehingga ia pun meniru sikap laki-laki tersebut. Lama-kelamaan, anak perempuan itu kehilangan kelembutan wanita dan sifat penuh kasih sayang, malah menjadi kasar seperti banteng, mudah bertengkar dengan orang lain, serta memiliki sikap membangkang. Mengeluarkan sifat psikologi terbalik, dan sifat ini dikarenakan “toh saya sudah hancur dan tiada harapan lagi, memangnya kenapa kalau keluargaku tidak lengkap? Saya memang anak laki-laki, saya memang tomboi…”Akhirnya ia sama sekali tidak memiliki sifat kewanitaan, dan hal ini sulit diterima oleh orang lain.
Segala sesuatu yang melanggar kodrat alam berpotensi menimbulkan dampak negatif pada jiwa, serta membawa luka batin dan kesusahan. Oleh karena itu, kita harus berjalan sesuai dengan jalan yang benar, itulah makna dari kata “mengikuti jalan yang benar”, yang berarti menyesuaikan jodoh. Wanita seharusnya melakukan hal yang selayaknya wanita, dan laki-laki seharusnya melakukan hal yang selayaknya laki-laki. Saat ini banyak laki-laki yang melakukan hal yang seharusnya dilakukan wanita, dan banyak wanita yang melakukan hal yang seharusnya dilakukan laki-laki, sehingga laki-laki tidak seperti laki-laki, dan perempuan tidak seperti perempuan.
Apakah karena ayah tidak ada di rumah, seorang anak laki-laki harus sibuk menjahit baju setiap hari? Tentu saja tidak. Lakukanlah apa yang seharusnya dilakukan, dan bersikaplah sebagaimana mestinya. Sifat teguh sangat dibutuhkan, namun kelembutan juga tidak kalah pentingnya. Di tengah masyarakat ini, jika terlalu keras kepala kamu akan terus bermasalah, namun jika terlalu lemah kamu akan mudah ditindas orang lain. Itulah sebabnya sejak dulu ada pepatah: “Orang baik mudah ditindas, kuda baik mudah ditunggangi.” Namun jika kamu terlalu galak dan keras, kamu justru mudah patah.
Oleh karena itu, cara terbaik adalah mengikuti ajaran Konfusius dan Mencius: memiliki kelembutan layaknya anak perempuan, namun di dalam hati tetap teguh seperti seorang ayah. Sebagai seorang anak laki-laki, harus memiliki keteguhan hati seperti ayah, sekaligus hati yang penuh kasih sayang seperti ibu. Dari mana kasih sayang itu bisa didapat? Bisa didapat dari welas asih yang besar dari Guan Shi Yin Pu Sa. Jika kamu adalah praktisi Buddhis, kamu bisa tetap berpegang pada prinsip yang benar, namun dalam sikap, perkataan, dan pemikiranmu menjadi semakin lembut dan penuh kasih sayang. Hal ini sama sekali tidak mengubah keteguhan hatimu. Dengan cara inilah seorang anak laki-laki bisa tumbuh menjadi sosok yang mandiri.
卢台长开示解答来信疑惑(三百六十六)2020-02-29
如何弥补孩子对父爱的缺失
问:师父在节目中提到,从小缺失父爱的孩子没有刚强。现在离婚率比较高,而且有很多人经历过婚姻失败后就想一个人把孩子带大,不再考虑结婚了。像这样的情况,能否请师父做更详细的开示,学佛人应该如何弥补孩子对父爱的缺失?作为女性这一方应该更着重哪方面的教育?
卢台长答: 一般父母离婚后,男孩如果跟着妈妈,他完全接受母亲的教育、母爱,他慢慢的就会向女性化发展,变得像女孩子一样;如果一个女孩子跟着爸爸,时间长了就向男性化发展,变得越来越像男孩子。怎样来解决这些问题呢?妈妈给予儿子的是一种母爱,孩子缺少父爱怎么办呢?就应该让他多多地学习什么样的男孩子刚强,让他多看些这方面的书,给他念大悲咒,让他知道什么事情都要有自己的主张,让他有自己的个性。很多母亲会说:“孩子,你长大了,你现在没有爸爸,你在家里就要像爸爸一样。有什么事情你要帮妈妈做主,妈妈听你的。”这个孩子才会慢慢培养出男孩子的性格。如果什么事情都是妈妈做主,妈妈像个老母鸡一样,把小鸡总是弄在身边,这孩子长不大的,不会有个性。所以一定要培养男孩子的个性。妈妈要经常讲:“孩子啊,你是男孩子,你必须做主!”“孩子,你现在大了,你已经多少岁了,你很多事情完全可以自己做的,不要让妈妈再帮你安排了,你自己应该学会安排自己,妈妈可以辅助你。”培养他独立的性格、独立的情操来在社会上生存,让他多一点阳刚之气。如果一个男孩子经常有阳刚之气,他在学校里就不会被别人欺负。为什么很多男孩子在学校里会被别人欺负?因为他觉得父母离婚了,他没有父亲了,家里缺一个,所以到学校就害怕,觉得自己跟别人不一样,觉得自己的家庭是欠缺的,这种负面的心理特别重,而且产生了一种看见别人觉得自己丢脸、抬不起头来的心理。所以师父教育别人的时候经常讲一句话:“你爸爸也在,你妈妈也在,你什么都不缺;爸爸很爱你,妈妈也很爱你,只是爸爸妈妈有意见,跟你有什么关系啊?就算爸爸妈妈离婚,爸爸也是很爱孩子的,妈妈也是很爱孩子的,你是他们的孩子,两个人都爱你,你什么都没缺!”要培养他这种精神,让他提高自己的主动能量,觉得“我是男孩子,我必须要帮助妈妈,我要为妈妈出头”。过去讲起来,孩子在家里,长兄为父,应该是像父亲一样的。要培养男孩子这种精神,不要总是说:“孩子,我的宝贝啊,你听妈妈讲,听妈妈讲……”到时候他潜移默化做出来的动作就像女人一样。你们看很多男孩子做的动作就是像妈妈做出来动作,不可以这样的。一个女孩子怎么会变得像男孩子一样的?就是爸爸妈妈经常讲“你看,你就像个假小子”,她就学“小子”,时间长了,这个女孩子就没有了女性的温柔、母爱的精神,就像个公牛一样,到处去顶撞别人、和别人闹,散发着逆反心理,而这种逆反心理就是“反正我破碗破摔了,我家里单亲又怎么样?我就是个男孩子,我就是个假小子……”她一点女性化都没有了,这样的话,别人接受不了。任何违背自然的东西,都可能给你带来心理的负面作用,带来心理的一种创伤和烦恼。所以一定要顺着这个道走,这就是为什么叫“顺道”,顺道就是随缘。女人就应该做女人的事情,男人就应该做男人的事情。现在的男人经常做女人的事情,女人经常做男人的事情,所以就男不男女不女了。一个男孩子,如果因为爸爸不在,他就天天缝衣服吗?不可以的。该做什么就做什么,该怎么样就怎么样,坚强需要,温柔更需要。在这个社会上,太坚强,你会到处碰壁;太软弱,你会被别人欺,所以自古以来有句话说“好人被人欺,好马被人骑”。但如果你太厉害了,刚太硬容易折断。所以最好的方法就是孔孟之道,又有女孩子的温柔,但是心中又要像父亲一样刚强。作为一个男孩子来讲,又要像父亲一样刚强,又要像母亲一样慈爱。这个慈爱从哪里来呢?可以从观世音菩萨大慈大悲里来。你是学佛人的话,你可以原则上不变,但是从你的行为、语言、思维上,变得越来越温柔、越来越慈悲,这并不改变你刚强的性格。一个男孩子就这么独立起来了。
