Wenda20151004A 43:50
Bagaimana cara agar bisa memperoleh pemahaman yang “sempurna”
Pendengar wanita: Master, mohon Anda berwelas asih memberikan wejangan, bagaimana cara agar bisa memperoleh pemahaman yang “sempurna”?
Master menjawab: “Pemahaman yang sempurna” sangat sederhana, jika kamu melihat sebuah permasalahan dari segala sisi maka akan memperoleh pemahaman yang sempurna. Misalnya, jika terjadi sesuatu hari ini, kamu melihat dari sisi depan, dari sisi belakang, dari sisi kiri, dan kanan, maka kamu akan memperoleh pemahaman yang benar terhadap hal ini. Misalnya, orang ini memasak nasi hingga gosong hari ini, pertama kamu melihat dari sisi depan, “aduh, kenapa dia memasak hingga gosong”; dilihat dari sisi belakang, “oh, karena dia sibuk dengan urusan anak”; dilihat dari sisi kiri, “oh, dia masih harus berangkat bekerja”; dilihat dari sisi kanan, “karena air kran di rumah tidak cukup hari ini, tidak menambah cukup banyak air, kebetulan ada telepon masuk saat dia menambah air”. Ketika kamu telah melihat dari segala sisi: depan, belakang, kiri dan kanan dengan jelas, penilaian terakhir kamu terhadap dia akan muncul, “meskipun dia memasak nasi hingga gosong hari ini, namun karena dia terlalu sibuk mengurus anak, jadi tidak boleh menyalahkan dirinya”.
Ini disebut pemahaman, pemahaman secara menyeluruh. Apakah sudah mengerti? (Mengerti, yaitu harus pertimbangkan dari segala aspek) Benar (Karena tingkat kesadaran spiritual pembinaan diri dan potensi kesadaran setiap orang berbeda, jadi ketika menghadapi suatu masalah yang sama, sikap dan metode yang mereka ambil akan berbeda pula, sehingga akan muncul pendapat terhadap metode masing-masing. Sebelum mencapai pencerahan sempurna, pemahaman kita di alam manusia mungkin ada kebocoran, jadi ketika melihat dan menyelesaikan beberapa hal, kita harus fokus terhadap pokok-pokok dan prinsip Buddha Dharma agar hal-hal yang dilakukan menjadi semakin sempurna, semakin bijaksana, agar satu sama lain saling memahami? Mohon Master welas asih memberi wejangan)
Pertama, pertimbangkan masalah dari sisi orang lain, ini disebut “berpikir dari sudut pandang orang lain”; kedua, harus belajar dari Bodhisattva, melihat masa lalu itu telah berlalu, masa lalu tidak dapat digunakan lagi di masa depan. Oleh sebab itu, pertama-tama harus melihat masa depan, jika melihat segala hal sebagai sebuah proses yang sedang berkembang, maka kamu akan merasa memiliki harapan, jika melihat suatu hal sebagai hal yang tidak akan berubah, maka kamu akan kehilangan harapan. Jadi seseorang harus memahami, melihat suatu masalah pertama-tama harus dapat melihat masa depan, Bodhisattva bersabda: “Segala sesuatu tidak dapat digapai, masa depan tidak dapat digapai, masa lalu tidak dapat digapai.”
Dipikir-pikir yang sudah berlalu sudah tidak ada, mengapa saya masih harus terjerat di dalam dan tidak bisa keluar darinya? Ini yang disebut tidak memiliki kebijaksanaan. Jadi, bagaimana cara agar bisa berpikiran sama dengan orang lain? Yaitu sering berpikir apa yang akan kamu pikirkan jika kamu berada diposisi orang lain? Ini disebut “saling memahami”. Semua orang secara bersama-sama mampu menjelaskan permasalahan ini, semua orang secara bersama-sama bisa bersamaan memahami permasalahan ini, apakah sudah mengerti? (Mengerti, terima kasih Master berwelas asih memberikan wejangan!)
Wenda20151004A 43:50
如何才能见解圆满
女听众:师父,请您慈悲开示一下,如何才能见解圆满呢?
台长答:“见解圆满”很简单,你全方位地看问题就会见解圆满。比方说,今天一件事情发生了,你从正的看、从反的看、从左看、从右看,你就会对这件事情有个正确的见解。比方说,这个人今天把饭烧糊了,首先你从正的看,“哎呀,他怎么烧糊了呢”;从反的看,“哦,因为他在忙孩子的事情”;再从左面看,“哦,他还要上班”;从右面看,“今天因为家里的自来水不够,放得不够多,他正好在放水的时候还有电话打进来”。当你把这个前后左右全部看清楚了之后,你就对他最后的一个评估就出来了,“今天他饭虽然烧糊了,但是因为他照顾孩子,也忙不过来,所以就不能怪他”。这就叫见解,全面的见解。明白了吗?(明白,就是要全方面的来考虑)对啊(因为每个人修心的境界和悟性不一样,所以当面对同一个问题的时候,所采取的态度和做法会不同,于是会对彼此的做法产生意见。在没有大彻大悟之前,我们在人间的见解都可能有漏,所以在看待和解决一些事情的时候,我们该围绕佛法哪些点和原则使事情做得更圆满、更智慧,让彼此同解呢?请师父慈悲开示)首先,站在别人的位置上来考虑问题,这个就叫“换位思考”;第二,要学菩萨,看到过去的已经过去了,过去的不能再把它作为将来来使用。所以首先要看到未来,把一个事情看成发展型的你会觉得有希望,把一个事情看成一成不变你就失去了希望。所以一个人要懂得,看问题首先要看到将来,菩萨说:“一切不可得、未来不可得、过去不可得。” 想一想过去了就没了,为什么我还要老纠结在里边出不来呢?这就是没有智慧。所以,怎么样能够和别人想得一样呢?就是经常想想如果你处在别人的位置你会怎么想?这就叫“同解”。大家一起能够解释这些问题,大家一起能够同时了解这些问题,明白了吗?(明白,感恩师父慈悲开示!)
