Apakah suka duduk bersila merupakan jejak dari kehidupan sebelumnya sebagai biksu? 喜欢盘腿坐是前世出家的烙印吗

 

Pertanyaan pada Acara Pertemuan Umat Buddhis Sedunia di Melbourne – Australia, 07 Desember 2019

Pertanyaan 35: Apakah suka duduk bersila merupakan jejak dari kehidupan sebelumnya sebagai biksu?

Tanya: Ada beberapa saudara se-Dharma yang sangat suka duduk bersila. Bukan sedang bermeditasi, tetapi begitu duduk, secara alami ingin bersila. Apakah ini merupakan jejak dari kehidupan sebelumnya pernah menjadi biksu?

Jawab: Apakah dia orang dari Timur Laut? (Tidak tahu) Orang Timur Laut sering duduk di tempat tidur pemanas — kang, dan biasanya kedua kakinya bersila. Kalau bukan karena itu, mungkin dia hanya suka dan sudah terbiasa. Bisa jadi di rumahnya sering duduk bersila, maka menjadi kebiasaan. Seperti Master, karena saya sudah bertahun-tahun bermeditasi, kadang saat duduk pun saya suka menaikkan satu kaki. Itu hanyalah kebiasaan, tidak perlu terlalu dipikirkan. Sama seperti cara berjalan, setiap orang punya gaya berjalan masing-masing, mengapa harus mengaturnya? Selama dia merasa nyaman, itu sudah cukup (Baik) Selama dia bisa mencapai tepian pencerahan, apa pun caranya berjalan tidak masalah (Baik, terima kasih Master)

 

191207澳大利亚墨尔本世界佛友见面会提问

提问35 喜欢盘腿坐是前世出家的烙印吗

问:有一些师兄非常喜欢盘腿坐,不是打坐,就是坐下来自然地想盘着,是前世出过家的烙印吗?

答:是不是东北人?(不清楚)东北人在炕上经常两个腿就盘起来了。如果不是的,他喜欢,习惯,家里可能经常盘腿,就习惯了。像师父,因为我打坐打了很多年了,所以有时候坐着,我也喜欢一个腿上来。这是一种习惯,不要去太在乎,就像走路的样子一样,每个人走路有每个人的样子,你去管人家干吗?他只要舒服就好了(好)他只要到达彼岸,你管他走什么样子(好,感恩师父)