shuohua20120302 08:40
Apakah perlu menyalakan lampu minyak dan memasang dupa setiap kali melafalkan paritta?
Pendengar wanita: Saya baru saja mendirikan altar di rumah pada hari pertama Tahun Baru Imlek. Setiap hari, dupa melingkar dan lampu minyak membentuk bunga teratai. Saya merasa sangat sukacita. Terima kasih banyak! Saya ingin bertanya, altar untuk Guan Shi Yin Pu Sa dan Tai Sui Pu Sa memiliki dua tempayan dupa dan dua lampu minyak. Apakah saya perlu menyalakan lampu minyak setiap kali saya melafalkan paritta? Apakah saya perlu memasang dupa di kedua tempat tempayan dupa?
Master menjawab: Kamu boleh memasang dupa saat sembahyang pagi dan sore. Jika kamu melafalkan paritta di siang hari, kamu tidak perlu menyalakannya; cukup melafalkan paritta saja. (Apakah setiap kali melafalkan paritta dan memohon juga tidak perlu memasang dupa ?) Tidak perlu, karena kamu sudah memohon di pagi hari dan sore hari juga (Setiap paritta PR yang kita lafalkan memiliki permohonan yang berbeda, dan kemudian kita memohon untuk keluarga kita. Apakah kita tidak perlu lagi memasang dupa lagi? Atau apakah kita perlu bervisualisasi memasang dupa hati?) Tidak perlu, ada altar di rumah, kamu cukup melafalkan paritta di samping saja (Misalnya, setelah saya selesai melafal paritta PR, saya melafalkannya lagi untuk anak-anak atau ayah saya. Sebelum melafalkannya, katakan kepada Guan Shi Yin Pu Sa dalam hati untuk siapa paritta berikutnya saya lafalkan?) Ya (Apakah malam hari baru menyalakan lampu minyak dan memasang dupa?) Boleh-boleh saja. Kamu dapat terus melafalkan paritta setelah memasang dupa, boleh menyalakan lampu sebentar, Tunggu dupa habis terbakar dan matikan lampu. Kamu bahkan boleh mematikan lampu minyak terlebih dahulu, saat dupa masih menyala (terkadang saat menyalakan lampu minyak, “teratai” akan tiba-tiba mengeluarkan suara “bang”. Apakah itu tidak masalah?). Kabar baik! (Terima kasih banyak!) Baik-baik berterima kasih kepada Guan Shi Yin Pu Sa, dan lafalkan paritta dengan baik! Kita akan menghadapi begitu banyak bencana dan kesulitan dalam hidup. Bagaimana kita bisa melewatinya tanpa bantuan Bodhisattva? (Ya, saya sedang menyalakan dupa sekarang. Saya berkata, “Biarkan saya bisa terhubung ke telepon Master dan melaporkan dua kabar baik ini.”) Begitu kamu mengatakan ini, panggilan akan masuk, menandakan bahwa Bodhisattva telah tiba di lampu Buddha.
shuohua20120302 08:40
是否每次念经都要点油灯上香
女听众:初一的时候我家里刚设了佛台,每天香打卷,油灯结莲花,觉得法喜充满,太感谢您了!请教一下,佛台上供的观世音菩萨、太岁菩萨有两个香炉,两个油灯,是不是每次念经时都需要点油灯?两个香炉都要上香?
台长答:做早课和晚课时可以上香,就是上早香和上晚香。中午如果念经,用不着点,念就可以了(每次念经祈求的时候也不需要上香吗?)用不着,因为你早上求过了,晚上也求了(我们功课的每一种经文前都有不同的祈求,然后又为家人祈求,这些全都不用再上香?还是需要上心香?)用不着,家里有佛台,你在边上念经就可以了(比如说我的功课念完了,再给小孩或者父亲念,念之前心里告诉观世音菩萨,接下来的经文是给哪一位念的?)对(晚上再点油灯上香?)都可以。上香的时候接下去念,可以开一会灯,等香烧完把灯灭了;甚至可以先灭油灯,香烧着(有时候点油灯,“莲花”会 “嘣”一下子发出声音,没事吧?)好事情(太感谢了!)好好谢谢观世音菩萨,好好念经!我们一辈子要碰到多少灾和难,不靠菩萨怎么过得了啊!(是啊,现在正点着香,我说:“让我打进去,回馈这两个好消息。”)你只要这么一说,打进电话来,说明佛灯上已经有菩萨来了。
