Apakah perasaan terharu saat mengucapkan ikrar berkaitan dengan apakah kekuatan ikrar tersebut berasal dari sifat Kebuddhaan? 许愿时感动与否,和愿力是否来自佛性有关吗

 

Pertanyaan pada Acara Pertemuan Umat Buddhis Sedunia di Sydney – Australia, 11 Januari 2020

Pertanyaan 16: Apakah perasaan terharu saat mengucapkan ikrar berkaitan dengan apakah kekuatan ikrar tersebut berasal dari sifat Kebuddhaan?

Tanya: Ketika kita mengucapkan ikrar tertentu, kita tidak merasa terharu. Apakah ini berarti kekuatan ikrar tersebut tidak berasal dari sifat Kebuddhaan? Namun terkadang, ketika kita mengucapkan ikrar dalam hati untuk semua makhluk, hati merasa sangat terharu. Apakah ini karena tersentuh sifat Kebuddhaan kita?

Jawab: Ketika seseorang merasa terharu, biasanya dalam istilah duniawi, itu disebut hati nurani; dalam kata-kata Bodhisattva, itu disebut welas asih. Welas asih itu sendiri ada dalam kesadaran kedelapan, dalam kesadaran Alaya. Sifat Kebuddhaan dan sifat dasar kamu memang sudah ada dalam kesadaran Alaya, jadi ketika aspek welas asih tertentu tersentuh, kamu akan merasa terharu. Ini tidak selalu demikian. Tidak tentu kamu tidak terharu berarti kamu tidak memiliki sifat Kebuddhaan. Juga tidak tentu karena kamu terharu, kamu menangis berarti kamu punya sifat Kebuddhaan.

 

200111澳大利亚悉尼世界佛友见面会提问

提问16 许愿时感动与否,和愿力是否来自佛性有关吗

问:我们在许某些愿时,心里没有感动,是否这个愿力还不是来自于佛性?而有时心里默默地许愿为众生时,内心深处会很感动。这是否因为触动了自己的佛性?

答:人会感动的话,一般地,用人间话讲叫良心,用菩萨的话讲就是慈悲心。慈悲心本身在八识田中的,在他的阿赖耶识当中。你阿赖耶识当中的佛性、本性本来就有的,所以当你触动到某一个慈悲心的时候,你就会感动。这个不一定的。不一定你不感动,就没有佛性;也不一定因为你感动了,你哭了,你就有佛性。