wenda20170623 47:09
Apa yang harus dilakukan jika pikiran buruk muncul saat melafalkan paritta?
Pendengar wanita: Membina pikiran harus membina hati yang murni. Kemudian harus membina perbuatan, ucapan dan pikiran. Tubuh dan pikiran masih mudah dikendalikan. Tetapi pikiran sering tidak dapat dikendalikan diri. Terkadang saat melafalkan paritta akan muncul niat yang buruk, atau pikiran tidak hormat. Pada saat itu, akan sangat gugup. Karena tahu bahwa Bodhisattva dan Dewa Pelindung Dharma ada saat melafalkan paritta. Pikiran seperti ini akan segera berubah menjadi karma buruk atau balasan karma teratai akan jatuh.
Master menjawab: Bisa berkata kepada Bodhisattva, “Guan Shi Yin Pu Sa, saya XXX adalah manusia awam, dan saya masih belajar.” Dewa Pelindung Dharma, jika saya memiliki pikiran yang tidak pantas, mohon Dewa Pelindung Dharma dan Bodhisattva memaafkan saya” Selesai, berakhir. (Apakah cukup berkata kepada Bodhisattva sebelum melafalkan paritta?) Ya. Master sama seperti kalian. Terkadang pikiran saya juga akan mengembara saat melafalkan paritta. Apa yang harus saya lakukan? Saat saya sambil melafalkan paritta, pikiran ini muncul. Saya tidak perlu memikirkannya. Saya akan berkata, “Bodhisattva, mohon maafkan kami. Kami berada di alam manusia. Kami masih membina diri.” Itu saja cukup (Mengerti. Ketakutan seperti ini akan menyeret saya ke dalam siklus buruk, karena takut) Takut balasan karma, takut menerima pembalasan. Maka semakin banyak melafalkan, semakin buruk akibatnya. (Ya, dan kemudian akan melekat. Seperti ini termasuk kemelekatan rupa,bukan?) Kemelekatan rupa, keterikatan rupa yang besar (Artinya, bicaralah dulu dengan Bodhisattva, baru kemudian apakah harus belajar melepaskan?) Ya. Sudah mengatakan, tahu Bodhisattva akan memaafkanmu, kamu akan melepaskannya. (Master juga pernah berkata bahwa setelah bertobat kepada Bodhisattva, maka tidak boleh melakukannya lagi, tetapi yang saya ragukan adalah setelah bertobat kepada Bodhisattva, saya melakukannya lagi, dan saya berpikir apakah saya telah berbohong lagi.) Ini bukan masalahnya. Setelah berkata kepada Bodhisattva dan memohon “Bodhisattva memaafkan” bukan berarti kamu tidak akan melakukannya lagi. Misalnya, kamu berikrar, “Saya tidak akan melakukan lagi.” Lalu kamu melakukannya lagi, itu namanya main-main (bisakah kita memahaminya seperti ini: karena kita semua manusia biasa pernah berbuat salah, dan begitu kita menyadari suatu kesalahan, mustahil untuk langsung menghilangkannya sepenuhnya, jadi sebaiknya kita menyikapinya dengan pikiran normal). Berubah, berusahalah sebaik mungkin, katakan kepada Bodhisattva, “Saya pasti akan berusaha untuk berubah.” Harus mengatakannya, tetapi kamu harus sungguh-sungguh berubah. Jika banyak orang berkata, “Bodhisattva, saya akan berusaha sekuat tenaga untuk berubah,” tetapi dia tidak berusaha untuk mengubah. Maka Dewa Pelindung Dharma akan segera menghukumnya.
wenda20170623 47:09
念经时出现不好的意念该怎么办
女听众:修心要修清净心,然后就要修身口意。身和口都还好控制,但是意念经常不受自己控制,有时念经时会突然出现不好的意念,或者不恭敬的意念,这时就会很紧张。因为知道念经时菩萨和护法神都在,这种意念马上会转化成业障或者莲花会掉下来的果报。
台长答:可以跟菩萨讲:“观世音菩萨,我某某某凡人肉胎,正在学习当中。护法神,如果我有思维方面不当,请护法神和菩萨原谅。”就没了,结束了(在念经之前跟菩萨讲一下就可以了?)嗯。师父跟你们一样,我有时候念经也会走神一点点的,那怎么办?我一边念经,这个意念就出来了。我用不着脑子去想的,我就会说:“菩萨,请原谅我们,我们在人间,我们还在修。”就可以了(明白。像这种恐惧会让我越来越恶性循环,因为害怕)害怕报应,害怕受报,那么越念越糟糕(对,然后就执著。像这种就属于着相了吧?)着相着相,大着相(就是先跟菩萨讲,然后是不是也得学会放下?)对。讲过了,知道菩萨会原谅你的,就放下了(师父也讲过,跟菩萨忏悔以后就不能再犯了,但我纠结的是跟菩萨忏悔完了以后又犯了,就觉得是不是自己又打妄语了)这个不是的。跟菩萨讲了之后,请“菩萨原谅”,并不是说不犯了。比方说你许愿:“我再也不乱搞了。”接下来你又搞,这个是乱来了(是不是可以这样理解:因为我们凡夫都有错,错误意识到了不可能马上就完全消失,就用平常心去对待)改,尽量改,跟菩萨说:“我一定尽量改。”要讲了,但是你要真的改。如果很多人嘴巴里说:“菩萨,我尽量改。”他不尽量改,那护法神很快就给他惩罚了。
