wenda20160724B 23:00
Apa perbedaan antara pemikiran benar seorang Bodhisattva dan pemikiran benar manusia?
Pendengar pria: Master, kita dalam menekuni Dharma dan membina pikiran, kebijaksanaan dan kesadaran spiritual Bodhisattva dan Master adalah sepenuhnya terintegrasi dan sempurna. Pemikiran benar seperti itu juga mencapai “kebenaran” yang sempurna, namun terkadang kami meninjau suatu masalah masih menggunakan pemikiran benar secara manusiawi. Mohon Master welas asih memberikan wejangan, keduanya adalah pemikiran benar, apakah perbedaan diantara kedua ini?
Master menjawab: Mengenai pertanyaanmu ini, sebaiknya saya berikan sebuah contoh. Saya bertanya kepadamu, ketika masih kecil, “satu ditambah satu sama dengan dua” disebut pemikiran yang benar, bukan? (Benar) Baik, ketika masuk perguruan tinggi, “satu tambah satu” ditambah lagi satu akar kuadrat, mengapa angka ini tidak sama dengan dua? “Satu tambah satu sama dengan dua” adalah pemikiran yang benar, “satu tambah satu” pasti sama dengan dua, ketika masuk perguruan tinggi, “satu tambah satu sama dengan dua”, namun saat ini sedang dalam akar kuadrat dan bentuk aljabar, maka ini ” “Satu tambah satu sama dengan dua” berbeda dengan kesadaran spiritual “satu tambah satu sama dengan dua” ketika masih kecil. Dua pemikiran benar namun tingkat kesadaran spiritual sudah berbeda (jadi bagaimana kita bisa mencapai semacam pemikiran benar Bodhisattva dan Master?) Yaitu sering belajar dan mendengarkan serta membaca kitab suci Buddha Dharma, sutra, dan membaca “Bai Hua Fo Fa” dari Master. Menjadi seorang Master berarti harus mengajar murid.
wenda20160724B 23:00
菩萨的正思维与人间的正思维有何区别
男听众:师父,我们在学佛修心中,菩萨和师父的智慧和境界圆融、圆满,那种正思维也是达到圆满的“正”,可我们有时看问题还是用人间的一种正思维。请师父慈悲开示一下,都是正思维,这两者有哪些方面的区别?
台长答:对你这些问题,我最好举个例子给你听听。我问你,小孩子的时候“一加一等于二”,叫正思维吧?(对)那么好了,到了大学的时候,“一加一”加一个开根,为什么这个数字就不等于二了呢?“一加一等于二”它是一个正思维,“一加一”肯定等于二;等到大学的时候,“一加一等于二”,但是这个时候是在开根、根式里面的,那么这个“一加一等于二”跟小时候的“一加一等于二”境界不同,两个正思维,境界不一样了(那我们如何才能达到菩萨和师父的这种正思维呢?)就是经常学,要听、要看佛法佛经,要看师父的《白话佛法》。做师父的就是要教弟子、教徒弟。
