Wenda20171231B 50:44
Akar dari “Pertama — jelas, kedua — keruh, ketiga — menghilang”
Pendengar pria: Master, Anda dalam Bai Hua Fo Fa Jilid 7 bab ke-16 menjelaskan bahwa belajar Buddha Dharma tidak boleh “Pertama — jelas, kedua — keruh, ketiga — menghilang”—— artinya saat baru mulai menekuni Dharma, kamu sangat jelas dan mengerti bagaimana harus belajar dan mempraktikkannya, namun seiring berjalannya waktu, perlahan-lahan pikiran menjadi keruh dan tidak lagi jernih, hingga pada akhirnya, bahkan Dharma pun menghilang, dan sosok Buddha pun menghilang. Ini mungkin juga merupakan proses yang akan dialami oleh setiap praktisi Buddhis dalam tahapan pembinaannya. Mohon bertanya kepada Master, apa akar penyebab dari “Pertama — jelas, kedua — keruh, ketiga — menghilang”?
Master menjawab: Itu berasal dari hati manusia (apakah itu sifat buruk?) Ya, sifat buruk. Sifat buruk manusia pada dasarnya tidak tahan lama. Ketika ada keuntungan, barulah mau melakukannya. Jika tidak ada keuntungan, maka tidak mau melakukannya. Ketika belajar Buddha Dharma sampai pada akhirnya takut pada penderitaan. Begitu merasa tidak ada keuntungan, “segala sesuatu harus dilepaskan”, ia menjadi tidak rela. Akhirnya, malah memanfaatkan ajaran Buddha untuk mencari uang. (Sudah mengerti)
Wenda20171231B 50:44
“一清二混三不见”的根源
男听众:师父,您在《白话佛法•七》第16篇里开示:学佛不能“一清二混三不见”——学佛开始的时候非常清楚,我们应该怎么学、怎么用,学到后来慢慢地混浊了,脑子不清楚了,到了最后连佛法都不见了,佛也不见了。这可能也是每个同修在修行中会遇到的不同阶段的状态。请问师父,“一清二混三不见”的根源在哪里?
台长答:就是人心(是劣根性吗?)劣根性。人的劣根性本来就是不长久的,有利益的事情就做,没利益的事情就不做。学佛学到后来,怕苦了,一看没利益了,“什么都叫我舍下”,不愿意了,所以仗着佛来卖钱了(明白了)
