70% takdir sudah ditetapkan; Hanya dengan menekuni Dharma dan membina pikiran barulah bisa mengubah nasib 70%的命是注定的;只有学佛修心才能改变命运

 

wenda20161209  17:21 

70% takdir sudah ditetapkan; Hanya dengan menekuni Dharma dan membina pikiran barulah bisa mengubah nasib

Pendengar pria: Takdir seseorang sudah ditentukan. Misalnya, seorang pejabat, jika ia ditakdirkan menjadi pejabat, dan dalam takdirnya juga ada satu rintangan di mana ia akan masuk penjara. Saya ingin bertanya, jika menjadi pejabat dan kemudian masuk penjara sudah ditentukan, berarti di antaranya ia pasti akan melakukan korupsi atau kesalahan tertentu. Apakah ketiga hal ini semuanya sudah ditetapkan?

Master menjawab: Tidak sepenuhnya ditetapkan, karena sebenarnya takdir manusia hanya sekitar 70% yang sudah ditentukan, sedangkan 30% masih bisa diubah. Misalnya, seseorang meramal nasib, meramal kamu antara tahun berapa sampai tahun berapa bisa menjadi pejabat. Jika kamu tidak berusaha, mungkin jabatan itu bisa saja hilang. Dikatakan bahwa kamu bisa menjadi pejabat, tetapi kamu melakukan korupsi. Artinya setelah menjadi pejabat seharusnya kamu bersih dan jujur, namun kamu tidak bersih dan jujur, kamu sedang menjalani takdirmu sendiri. Jadi, ketika rintangan datang, kamu tidak akan bisa menghindarinya. (Namun dalam takdirnya sudah ditentukan akan mengalami hukuman penjara? Seolah-olah hasil akhirnya sudah ditetapkan, dan di tengah jalan ia pasti akan melakukan korupsi. Rasanya seperti ia tidak memiliki kehendak bebas) Kalau begitu, saya tanya kamu satu hal—bukankah kamu lahir pasti akan mati? Lalu bagaimana cara hidup agar kematian bisa datang lebih lambat? Kamu tidak memiliki kebijaksanaan. Seseorang yang menjadi pejabat, meskipun dalam takdirnya ada bencana penjara, hal itu bisa dihilangkan, tahukah? Kalau tidak, untuk apa melafalkan paritta dan menekuni Dharma? Hal besar bisa menjadi kecil, dan hal kecil bisa menjadi tidak ada (Kalau kita adalah praktisi Buddhis, saya bisa mengerti, yaitu  harus membina pikiran. Tetapi kalau bukan praktisi Buddhis, dia hanya bisa mengikuti takdirnya, rasanya apakah semuanya memang sudah ditentukan begitu saja?) Benar, memang begitu (Kalau bukan praktisi Buddhis, ia tidak bisa mengubah nasibnya?”) Misalnya, dia menjadi pejabat, dari usia 30 tahun menjadi pejabat selama 10 tahun, dan pada usia 40 tahun dalam takdirnya ada bencana penjara. Meskipun ia tidak melakukan korupsi, ia tetap bisa masuk penjara karena masalah lain. Sesederhana itu (Benar, benar) Begitulah. Jadi, jika kamu tidak belajar Buddha Dharma, kamu tidak mungkin bisa mengubah nasib (Praktisi Buddhis bisa mengubahnya melalui pelafalan paritta dan pembinaan pikiran, tetapi jika bukan praktisi Buddhis, ia hanya akan mengikuti takdirnya. Ini tampaknya sangat tidak berdaya, seolah-olah ia tidak memiliki kehendak bebas) Ya, tidak ada lagi. Tapi masalahnya adalah, untuk apa dia hidup? Sekarang saya tanya kamu, jika kamu terlahir kembali menjadi seekor anjing, untuk apa? Itu karena karma burukmu. Karena perbuatan dan karma burukmu di kehidupan lampau, maka kamu dilahirkan menjadi manusia, tujuannya adalah agar kamu merasakan penderitaan, menikmati kesenangan, dan kemudian menghabiskan berkah serta mengikis karma buruk tersebut. (Jika dia tidak mengenal ajaran Buddha Dharma, dia tidak akan bisa mengikis karma buruk itu, bukan?) Tidak bisa, sesederhana itu saja. (Hanya bisa terus menerus berinkarnasi seperti ini dari satu kehidupan ke kehidupan lainnya) Begitulah adanya, makanya sulit sekali untuk keluar dari roda reinkarnasi enam alam, mengertikah sekarang? (Jadi dalam hidup ini, hanya dengan membina diri dalam Dharma barulah bisa terbebaskan.) Apa yang kamu katakan itu ada di dalam kitab suci Buddha, jadi sekarang kamu sudah tercerahkan. Hanya dengan belajar Buddha Dharma, jika tidak, maka kamu hanya akan menjalani garis takdirmu sendiri, terus berputar di enam alam reinkarnasi dan tidak bisa keluar. Itulah mengapa peramal bisa meramal nasib seseorang bahwa orang ini akan jadi pejabat, berapa tahun keberuntungan jabatannya, lalu berapa tahun masa hukuman penjara, dan setelah keluar berapa tahun lagi keberuntungan bisnisnya, semuanya bisa diramal dengan sangat akurat.”

 

wenda20161209  17:21 

70%的命是注定的;只有学佛修心才能改变命运

男听众:人的命是定的,比方说一个当官的,如果命中会当官,而且命中有一劫会进监狱,那我想问一下,他当官和后面进监狱是定的,那中间他肯定会贪污或者怎么样,这三者是不是全部定好的?

台长答:不定的,因为人的命运其实只定了70%,30%可以改变的。比方说人家算命,算你几几年到几几年可以当官,你如果不努力,可能这个官就没了。说你可以当官,但是你贪污了,也就是说你做官之后应该廉洁,但是你没廉洁,你在走自己的命,那么劫来的时候你就躲不过去了(但是他命中还注定是有牢狱之灾?好像他的结果已经被定下来,然后中间肯定是要犯贪污罪了,感觉好像他没有主观能动性)那我问你一句话,你生出来不就要死的吗?那你应该怎么样生活可以晚一点死?你一点智慧都没有。一个人当官就算有牢狱之灾,可以消掉的,你知道吗?否则念经干吗,学佛干吗?大事化小,小事化无(如果我们学佛人,我能明白,就是要修心。但如果不是学佛人,他是走命的话,感觉是不是这一切全部顺其自然地已经注定了?)对,是这样的(如果不是学佛人,他就是没法去改变)比方说他做官,从30岁做10年,到40岁的时候有一个牢狱之灾,就算他不贪污,他也会因为其他的问题进去,就这么简单(对对对)就这样。所以你不学佛,你改变不了你的命运(学佛人就通过念经、修心可以去改变,但是如果不是学佛人,走他的命的话,这样子看好像很无奈,好像他的主观能动性没有了)没了,是啊。但是问题是他活着干吗?那我问你,你投一个狗,你投狗干吗?因为你的业障。因为你上辈子的业障所为,所以让你投人了,就是让你吃苦、享受,然后来消这个福报,来消这个业障的(他如果没有闻到佛法,是没法消这个业障的吧?)没办法,就这么简单(只能一辈子一辈子这样轮回下去)就这样了,所以六道轮回里脱不出来的。现在明白了吗?(所以人生就是唯有修行才能解脱)你讲的都是佛经里的东西,所以你现在开悟了。唯有学佛,不学佛就走自己的命,就在六道里轮回,出不来的。所以人家算命算得出来,这个人当官,官运多少年,接下来牢狱之灾多少年,出来之后还有多少年商运,全部准得不得了。