42. Menggunakan Pikiran yang Bersih untuk Menggali Harta Terpendam dalam Diri Kita 用净心来开发自身的宝藏

42. Menggunakan Pikiran yang Bersih untuk Menggali Harta Terpendam dalam Diri Kita

Di dalam Ajaran Buddha Dharma dikatakan perlunya membina tubuh dan pikiran, tubuh dan pikiran ini adalah raga dan jiwa, keduanya perlu dibina secara bersamaan – pembinaan ganda, pembinaan ganda ini sangat tidak mudah, banyak orang yang bisa melakukan kebajikan melalui tubuhnya, tetapi dia tidak mampu meningkatkan kesadaran spiritualnya. Contohnya: ada sebagian orang yang sudi bekerja untuk bos, tetapi mereka tidak bisa menerima temperamen bos itu (dimarahi bosnya), ini disebut sebagai kebijaksanaan tunggal, dengan kata lain kebijaksanaannya hanya satu saja; ada juga orang yang lebih suka banyak berpikir, namun tidak suka banyak bekerja, ini namanya tidak memiliki kebijaksanaan. Apabila seseorang ingin melakukan kejahatan atau perbuatan amoral, maka orang seperti ini tidak memiliki kebijaksanaan dan tidak memiliki moralitas yang baik, bukan hanya tidak bermoral, dia juga tidak bijaksana, dia tidak akan mendapatkan apapun. Ada sebagian Pintu Dharma atau aliran yang fokus pada pembinaan tubuh atau perilaku, ada juga aliran yang fokus pada pembinaan pikiran, namun Pintu Dharma yang sesungguhnya seharusnya membina tubuh sekaligus pikiran. Pembinaan tubuh atau perilaku, contohnya: merawat orang cacat dan para lansia, melakukan kebajikan, tetapi tidak membina pikiran, juga tidak melafalkan paritta. Membina pikiran, seperti seseorang yang hanya tahu melafalkan paritta dan membina pikiran, namun pembinaan ini hanya sebatas dirinya sendiri, dia tidak membantu dan memperhatikan orang lain. Sedangkan pembinaan diri yang sesungguhnya, selain melafalkan paritta, bermeditasi, atau membuat jiwa dan pikiran kita mendapatkan ketenangan, kita juga harus sering melakukan kebajikan, membantu orang lain, melakukan jasa kebajikan, menolong semua makhluk (membangunkan kesadaran spiritual mereka),  inilah yang dinamakan sebagai Ajaran Buddha Mahayana.

Selanjutnya saya (Master) akan membahas lebih detail mengenai, empat hal yang sering menyebabkan kebocoran dalam pikiran kita. Setiap orang dalam menjalani pembinaan pikiran, pasti ada “kebocoran”nya.

1) Cinta, perasaan cinta akan menimbulkan kebocoran berupa nafsu birahi. Jika lahir perasaan cinta di hati kalian, maka akan muncul beberapa pemikiran liar dalam pemikiran dan hati kalian, akan muncul ide-ide sesat dan menyimpang, pikiranmu menjadi tidak tenang (kebocoran pikiran). Oleh karena itu, ketika ada perasaan cinta di dalam hati kalian, maka pada saat yang sama akan terlahir kebocoran berupa nafsu birahi.

2) Keserakahan, sifat tamak atau serakah akan menyebabkan kebocoran pada jiwa kita. Jika Anda sering serakah, maka pikiranmu tidak akan bisa terpusat, dan jiwamu akan terbalik dan rohmu tidak utuh, konsentrasi Anda akan terpecah. Ketika pemikiran serakah muncul, maka kesadaran Anda akan mulai kabur, ini berarti ada kebocoran pada jiwamu. Oleh karena itu, dari segi vitalitas kita tidak boleh tamak, bila tamak, maka akan terjadi kebocoran pada pikiran Anda, yang disebut dengan kebocoran jiwa.

3) Pandangan yang tidak benar, akan menyebabkan kebocoran dari pori-pori. Pandangan yang tidak benar, tidak memiliki konsep pandangan yang benar dalam memandang suatu permasalahan, tidak memiliki pemahaman yang benar. Maka akan muncul penyimpangan dalam cara berpikir Anda, lalu Anda akan menjadi emosi dan marah-marah, tekanan darah  Anda naik, pada saat ini luapan emosi Anda akan keluar dari pori-pori kulit, inilah mengapa sewaktu seseorang sedang marah, akan keluar semacam hawa udara dari mulutnya, karena terdapat medan aura yang tidak baik dalam pikirannya, yang harus dikeluarkan (melalui mulut). Contohnya: raut wajah setiap orang bisa berubah, sebuah rupa yang cantik, apabila sering memikirkan suatu permasalahan dengan tidak benar, maka wajahnya akan berubah menjadi jelek, karena pori-pori yang menyebabkan perubahan pada wajah dan tubuhmu. Hawa udara baik akan bocor keluar dari seseorang yang berpandangan tidak benar, sedangkan hawa udara yang kotor akan tertinggal di dalam tubuhnya, yang lambat laun semakin menumpuk, berubah menjadi aura kebencian, yang bisa menyakiti tubuh Anda. Yang Master katakan kepada kalian adalah penerapan Ajaran Buddha Dharma dalam keseharian kita.

4) Ketidaktahuan, kebocoran dari mulut. Ketidaktahuan, berarti tidak tahu jelas, tidak mengerti, perilaku psikologis yang tidak benar, yang menyebabkan seseorang bisa memarahi orang lain, atau berbohong, dan lain sebagainya. Ketidaktahuan, bocor dari mulut. Perlu diketahui bahwa hawa udara yang bocor dari mulut itu sangat besar sekali, yang dibocorkan adalah jasa kebajikan kita, yang membentuk karma ucapan. Karena kamu tidak paham, muncul pandangan yang tidak benar, dan mulutmu berbicara sembarangan, inilah kebocoran karma ucapan, mulut adalah akar dari timbulnya permasalahan, ada satu pepatah dari Tiongkok yang mengatakan, “Bencana keluar dari mulut, penyakit masuk dari mulut”, maka kita harus mengendalikan mulut ini dengan baik, karena bahkan mulut ini bisa mencelakakan nyawa kita, seperti pepatah “Satu ucapan bisa menghancurkan satu negara, juga bisa menjayakan satu negara”. Kebocoran mulut, sesungguhnya sama dengan kebocoran pikiran.

4 kebocoran yang baru saja Master katakan tadi, semuanya berasal dari pikiran, oleh karena itu saya berharap kalian memiliki pikiran yang bersih, mulailah menyumbat kebocoran tersebut dari 4 titik ini, jangan biarkan ada kebocoran pada pikiran kalian.

Kita harus memiliki keyakinan yang murni, keyakinan murni adalah dengan pikiran (hati) yang suci sepenuhnya mempercayai atau meyakini Ajaran Buddha Dharma, dengan setulus hati mempercayainya. Di manakah sisi baik dari keyakinan yang murni ini? Keyakinan yang murni bisa menambah energi kita, meningkatkan kekuatan spiritual kita. Kekuatan spiritual diperoleh dari keyakinan yang murni, sepenuhnya percaya pada Guan Shi Yin Pu Sa, dengan setulus hati meyakini Guan Shi Yin Pu Sa, tidak ada keraguan sama sekali. Ketika Anda sepenuhnya mempercayai atau meyakini suatu hal, maka akan muncul suatu energi yang sangat kuat. Contohnya: ketika seseorang divonis menderita kanker, jika ia percaya Guan Shi Yin Pu Sa pasti akan menolong saya, pasti tidak akan membiarkan saya mati, asalkan memiliki energi seperti ini, maka Bodhisattva akan datang menolong dia, setelah memiliki kekuatan seperti ini, maka kanker akan dikalahkannya, dan akan muncul satu kekuatan misterius, yang memerangi iblis penyakit habis-habisan. Ada 2 hal yang perlu kalian ingat dalam keyakinan murni ini: 1. Yakin selamanya, baik dalam meyakini Pintu Dharma ini maupun mempercayai Bodhisattva, harus percaya selamanya. Dengan memiliki keyakinan seumur hidup, Anda baru bisa berhasil, dengan kepercayaan seumur hidup baru bisa menjaga keyakinan yang murni. 2.  Keyakinan yang nyata, dengan sungguh nyata membuktikan bahwa jalan yang dipilih ini benar, dengan memiliki keyakinan ini, Anda baru bisa memiliki keyakinan yang murni.

Kita harus menggali harta terpendam dalam tubuh dan pikiran kita, mengembangkan harta terpendam dalam tubuh dan jiwa kita. Kalian mengikuti Master menekuni Ajaran Buddha Dharma, maka saya ingin menemukan kembali harta terpendam dalam tubuh kalian, yaitu membangkitkan kebijaksanaan dari jiwa kalian. Mengembangkan enam kemampuan spiritual kalian, tetapi keenam kemampuan ini tidak boleh dipaksa dalam pengembangannya, kita harus membiarkan kemampuan ini berkembang secara alami. Jika terjadi penyimpangan, berarti ada masalah kejiwaan, ketika muncul masalah psikologis, berarti ada masalah menyangkut cara berpikirnya. Mengembangkan harta terpendam dalam tubuh ini, contohnya: keterampilan tangan, bermain piano, menganyam, mengetik, dan lain-lain. Semua ini adalah harta pada tubuh kita, masih ada satu lagi adalah harta terpendam pada jiwa kita, yakni harta terpendam pada hati kita, setelah harta terpendam ini pelan-pelan dibangkitkan, maka akan terjadi banyak perubahan pada diri kita, inilah satu poin spesial yang sangat penting yang ingin Master bahas bersama kalian pada hari ini, membina pikiran dengan melafalkan paritta, maka hati Anda akan mulai berubah, jiwa Anda menjadi sangat bersih, sangat baik dan welas asih, dipenuhi rasa belas kasihan. Jika hati kalian sudah mencapai kesadaran Buddha dan Bodhisattva, berarti sifat kebuddhaan sudah terbuka, ketika sifat kebuddhaan sudah terbuka maka orang ini pasti bisa terbuka kesadarannya, dengan begitu dia pasti akan memiliki kebijaksanaan; apabila sudah memiliki kebijaksanaan, maka dia bisa menyelesaikan masalah apapun, setelah memiliki kebijaksanaan, maka pelan-pelan kita akan mulai bisa merasakan banyak hal, contohnya: Anda bisa mencium aroma harum, ketika mata Anda melihat beberapa fenomena, maka Anda mengetahui bahwa Bodhisattva datang, tetapi dengan syarat orang tersebut harus membina diri sampai tidak ada lagi kemelekatan akan rupa di hatinya, dengan kata lain, tidak boleh memaksakan diri untuk mendapatkan kekuatan supernatural ini padahal jodohnya belum tiba. Kalian harus menggunakan fenomena-fenomena spiritual ini untuk mengobati penyakit pada tubuh dan jiwa kita sendiri, maka kemampuan supernatural yang perlahan-lahan muncul adalah potensi kesadaran, dengan kekuatan spiritual yang pelan-pelan dikembangkan sendiri untuk mengeluarkan sifat kebuddhaan kita, pertama, harus bisa menghilangkan keakuan, sungguh-sungguh memperbaiki ketidaktahuan dan kebiasaan buruk diri sendiri; yang kedua, dengan kekuatan supernatural yang muncul untuk mengobati penyakit pada tubuh raga dan jiwa kita sendiri.