Wejangan Master Lu menjawab surat keraguan 420
Bagaimana memahami “Pikiran yang tenang mengendapkan pikiran kotor” dan “Pikiran yang menaati sila serta konsentrasi (bermoral) dapat mengendapkan banyak karma”.
Tanya: Ada dua kalimat di dalam “Bai Hua Fo Fa”: “Pikiran yang tenang dapat mengendapkan pikiran kotor” dan “Pikiran yang menaati sila serta konsentrasi dapat mengendapkan banyak karma.” Mohon beri wejangan apa maknanya.
Jawab: Ibarat secangkir air, jika daun teh diendapkan, maka dapat dilihat bahwa airnya sangat bersih. Benda-benda kotor telah mengendap, airnya masih sangat bersih, sehingga terlihat bersih; Jika segelas air didiamkan masih sangat kotor, berarti air keruh dengan kotoran tanah kuning.
Jika hati yang sudah menjaga sila dan pikiran menjadi tenang, maka banyak karma akan mengendap. Misalnya, ketika kamu bersujud di depan Bodhisattva, pikiranmu sangat bersih, berpikir ingin berkultivasi dengan baik, tetapi tidak berhenti muncul banyak pikiran yang mengganggu. Pikiran yang mengganggu ini adalah karma.
卢台长开示解答来信疑惑(四百二十)2020-10-15
如何理解“心的平静沉淀出心的肮脏”“戒定的心会沉淀出诸多的业障”。
问:《佛言佛语》中有这样两句话:“心的平静沉淀出心的肮脏”“戒定的心会沉淀出诸多的业障”。请开示含义。
答:比如一杯水,茶叶沉淀了,就看得出水很干净。肮脏的东西都沉淀了,水还是很干净,就看得出干净了;如果一杯水静下来了还是很肮脏,就是肮脏的黄泥水了。如果已经戒了、已经定下来的心,会沉淀出很多的业障。比方说,你跪在菩萨面前,脑子里很干净,想着要好好修,但会不停地出来很多杂念。杂念就是业障。
